
Gao menerima map kuning itu dan langsung menuruni tangga. Saat sampai di lantai bawah, BEI melihat Gao tergesa-gesa keluar rumah. BEI langsung menyusul Gao ke luar.
"Kak, ada apa?" BEI memperhatikan Gao yang akan memasuki mobil.
"Anak itu meninggalkan map nya, dia menyuruhku membawakan untuk nya. Apa kau mau ikut dengan ku?"
"Ah, tidak. Aku lebih suka bersantai disini." BEI kembali masuk ke dalam rumah dan Gao langsung pergi ke kantor Ahn.
BEI melihat buah di meja nya sudah habis jadi ia datang ke dapur untuk mengambil lagi, saat sampai di dapur ia melihat Alexsa sedang memanggang roti untuk pak Zhang.
"BEI, apa kau mau roti?" Alexsa menyadari kedatangan BEI.
"Tidak, aku hanya butuh melon." BEI mengeluarkan buah melon dari kulakas.
Alexsa membuka tutup selai kacang dan aroma kacang ini membuatnya mual.
'huuek..huueek..' Alexsa langsung mual mencium aroma kacang itu.
"Alexsa, kenapa?" BEI melihat Alexsa yang sedang mual.
Beberapa kali Alexsa muntah di wastafel, dan BEI langsung membawakan segelas air untuk Alexsa.
"Ada apa? Ini minum dulu." Memberikan segelas air
"Tidak tahu, aroma kacang ini tiba-tiba membuat ku merasa ingin muntah. Huueek.." Alexsa kembali mual.
BEI mengambil botol selai kacang dan mencium aroma nya.
"Tidak apa, ini normal. Kau tiba-tiba mual setelah mencium ini..apa, apa kau hamil?" BEI terlihat sedikit curiga melihat Alexsa.
"Apa, tidak mungkin. Ahn belum pernah menyentuhku, mungkin kacang nya sudah kadaluarsa." Alexsa membersihkan mulutnya dan tersenyum pada BEI.
"Ya sudah, lanjut kan. Saat aku kembali biar aku yang mengantar roti itu." BEI mengangguk beberapa kali dan langsung pergi dari dapur ke kamarnya.
__ADS_1
Alexsa heran kenapa ia tiba tiba mual dengan aroma selai kacang, biasanya tidak apa-apa.
Setelah selesai memanggang roti dan menyiapkan teh, BEI datang untuk membantu Alexsa.
"Biar aku yang bawa, kau duduk dan tunggu sampai aku kembali." BEI mengambil nampan di tangan Alexsa dan langsung naik ke lantai tiga.
Pak Zhang melihat BEI yang mengantar makanan nya ia merasa senang. "Terimakasih BEI." BEI hanya tersenyum dan segera kembali ke dapur.
"Alexsa aku mau bertanya pada mu, tapi tolong jawab jujur." Wajah BEI serius menatap Yura.
"Baiklah, apa itu?"
"Apa kau sudah datang bulan selama 3 bulan ini?"
"HM.. bulan lalu aku berada di rumah sakit, satu bulan sebelumnya aku berada tidak ingat dan satu bulan nya lagi berakhir terlalu cepat, jadi sudah 2 bulan aku tidak datang bulan dan bulan ini seharusnya sudah tapi sepertinya terlambat 2 minggu.. Memangnya kenapa?" Alexsa masih tidak mengerti karena ia tak pernah mengalami hal ini.
"Benarkah? Coba ambil sampel urin mu di kamar mandi. Gunakan ini dan keluar dari kamar mandi langsung berikan pada ku." BEI memberikan sebuah tast pack pada Alexsa.
"Apa ini?"
2 menit kemudian Alexsa kembali dari kamar mandi dan memberikan taat pack kepada BEI.
"Ini, lalu apa?" Alexsa memberikan taat pack itu.
BEI memperhatikan sebentar dan ada 2 garis di alat itu, ia langsung memperhatikan Alexsa dengan mata curigai.
"Apa Ahn benar-benar belum menyentuh mu selama pernikahan ini?" BEI mengangkat salah satu alis ya.
"Iya, sama sekali belum. Aku dan Ahn menikah karena salah paham jadi, antara kami tidak ada cinta." Alexsa tertawa kecil karena sedikit malu.
'apa ini, dia hamil tapi bukan dengan kakak pertama. Lalu dengan siapa?' BEI heran dengan yang di katakan Alexsa.
"Ada apa BEI, apa yang terjadi dengan ku?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, semua nya normal. Tubuhmu sudah sehat jadi dia tak memproduksi darah kotor lagi dan sekarang di gantikan dengan rasa mual itu. Tenang saja, mual itu akan hilang 1 Minggu lagi. Tapi saat kau merasa mual tolong jangan di hadapan kakak pertama ia akan sangat terganggu, mengerti." BEI berbohong dan malah menyuruh Alexsa menjauhi Ahn saat ia merasa mual.
Alexsa tidak tahu jadi ia hanya mengangguk dan BEI langsung pergi.
BEI heran dengan yang terjadi, ia ingin mengatakan ini kepada Gao namun Gao sedang pergi ke kantor Ahn. Ia yakin alat ini sangat akurat, tapi bagaimana bisa?
"Apa yang wanita itu lakukan, dia tidak mengerti dengan hal ini. Apa dia terlalu bodoh, apa dia bermain dengan laki-laki lain? Kenapa dia bisa hamil?" BEI sangat bingung kemudian ia masuk ke kamar Gao dan menunggu Gao di sana.
Beberapa menit melihat buku-buku di kamar Gao, BEI ingat kalau 2 bulan yang lalu Alexsa tinggal di rumah Gao.
"Tunggu, apa mungkin Kakak yang melakukan nya? Tidak-tidak, ini mustahil Kaka tidak tertarik dengan wanita. Tapi aku akan bertanya nanti." Wajah BEI bingung dengan apa yang terjadi.
Satu jam kemudian, Gao pulang dan langsung ke kamar nya. Ia melihat BEI duduk di kasur nya sedang memegang sesuatu.
"BEI, ada apa?" Gao membuka pintu kamar.
"Kak, aku ingin memberitahu mu sesuatu. Wanita itu hamil" BEI memperlihat kan tast pack dengan 2 garis.
"Apa kau yakin? Apa yang kau maksud Alexsa?" Gao memperhatikan alat itu.
"Iya, itu Alexsa. Tapi dia mengaku belum pernah di sentuh kakak pertama. Dan.. maaf aku mencurigai mu, apa kau bermain dengannya?" BEI langsung menatap Gao dengan curiga.
"Apa? Aku, tidak mungkin. Kau yang benar saja."
"Aku tahu itu, tapi berdasarkan penghitungan ku, kalau dia hamil sekarang maka masa subur nya saat itu adalah saat bersama mu di villa. Apa kau bersungguh-sungguh tidak melakukan itu pada nya?"
Gao terlihat panik, ia memang bermain dengan Alexsa malam itu dan tidak menyangka hal itu akan menanamkan janin dalam perut Alexsa.
"Kak, jawab. Apa kau melakukan nya?" BEI menggoyangkan tangan Gao yang diam membatu.
"Iya, aku melakukan nya. Tapi aku tidak tahu apakah itu bisa membuatnya hamil."
"Tentu saja, alat ini sudah menunjukannya kalau wanita itu sedang hamil sekarang. Dan.. dan kau adalah orang yang melakukan nya, bajingan sekali!" BEI mendorong Gao menjauhi nya.
__ADS_1
BEI tidak menyangka kalau kakak nya seperti itu, tapi ini alami bagaimana bisa sepasang wanita dan pria di tempat yang sama tak melakukan itu.
"Lalu apa sekarang, wanita itu telah hamil dan itu adalah anak mu!" BEI mendorong.