
...sore hari...
"Apa kau masih demam?" Ahn melihat Alexsa yang membaca kembali isi proposal nya.
"Tidak, aku sudah sembuh." Alexsa tetap membaca proposal itu dengan teliti.
"Besok kita akan pagi-pagi sekali jam 4, jadi nanti malam kita akan ke bendara jam 2, jadi kau kalau ingin tidur cepat tidur sekarang nanti aku akan membangunkan mu." Ahn mengusapkan sesuatu ke tangan nya.
"Kenapa pagi sekali, bisakah kita pergi jam 8 atau jam 10?" Alexsa menatap Ahn.
"Tidak, aku sudah memesan tiket nya jika kuta berangkat ke bendara jam 4 maka kita akan sampai di kota itu 6 pagi, belum lagi kita akan mengendarai mobil untuk menuju holet penginapannya." Ahn duduk di sofa dan minum segelas kopi.
"Pagi sekali, bagaimana dengan pak Zhang? Apa dia sudah tau kalau kita akan berangkat sepagi itu?"
"Tentu saja, aku sudah menghubungi nya tadi. Dan kemungkinan ayah tidak bisa mengantar kita besok karena dia sedang menginap di rumah temen nya. Jadi rumah ini akan benar-benar kosong dan hanya berapa pelayan yang akan tinggal disini.
Kedua nya seperti merasa ragu dengan keberangkatan ini tapi harus tetap terjadi. Malam hari mereka tidur lebih awal karena akan pergi sangat pagi sekali."
__ADS_1
Pukul 3 pagi, Ahn dan Alexsa sudah di bandara dan beberapa koper dan tas untuk berkas nya. Mereka akan menaiki pesawat dan sedang dalam perjalanan menuju pesawat itu.
Saat sedang berjalan, Ahn yang ceroboh menabrak seorang ibu-ibu tua dan membuat tas di tangan nya terjatuh."
"Maaf Bu. Maaf kan aku, aku tidak sengaja kami sangat buru-buru." Ahn membantu wanita itu berdiri."
"Tidak masalah nak, aku tidak apa-apa." Wanita itu berlalu dan Ahn kembali mengambil tas nya.
Mereka sudah naik ke atas pesawat, dan pesawat pun mulai terbang ke atas langit."
"Iya pak, semua sudah kita bawak. Bapak tenang saja." Alexsa melihat Ahn sedikit panik karena ini pertama kali di pergi ke pertemuan itu tanpa ayah nya.
Selama di atas pesawat mereka berdua hanya membaca majalah yang di sediakan dan berhusa tetap tenang dengan apa yang terjadi."
2 jam berlalu, akhirnya pesawat mendarat di kota tujuan mereka. Mereka turun dari pesawat dan langsung menyewa sebuah taksi yang langsung mengantar pada hotel berbintang tujuan mereka."
Selamat siang tuan, ini kunci kamar atas nama Alexsa Ahn-Huang." Pelayan yang membantu mereka mengantar koper ke depan pintu kamar hotel memberikan kunci kamar dengan menyebut nama Alexsa.
__ADS_1
"Kunci ini atas namaku?" Alexsa melihat Ahn yang membuka kamar dengan kartu yang di tempel pada layar otomatis."
"Tentu saja, kau akan menggunakan kunci manual ini sedangkan aku mengunakan kartu ini, tapi hanya untuk berjaga-jaga." Ahn membuka pintu dan mereka masuk ke kamar hotel yang sangat mewah dari kamar Ahn."
Alexsa langsung membuka koper nya, dan menggantungkan pakaian di lemari karena tidak ingin pakaian ini kusut. Sementara Ahn dia sedang di kamar mandi."
"Apa kau ingin pergi ke suatu tempat?" Ahn keluar dari kamar mandi dan melihat Alexsa yang merapihkan perlengkapan mereka.
"Tentu, aku ingin pergi ke sauna, rasanya tubuhku sangat lelah setelah bangun sepagi ini." Alexsa mengerakan lehernya.
"Baiklah. Ada tempat pemandian air panas dan sauna terbaik di kota ini, aku akan membawa mu." Ahn merapihkan rambut nya di depan cermin sambil menunggu Alexsa selesai mengurusi perlengkapan nya."
Setelah selesai mereka turun ke lantai bawah dan sudah tersedia sebuah mobil hitam di depan hotel, Ahn langsung membuka pintu salah satu mobil dan mereka melaju dengan mobil itu.
"Pak, dari mana anda mendapatkan mobil ini?" Alexsa bertanya saat sudah setengah perjalanan.
"Ini sudah aku pesen dengan pemilik hotel jauh hari sebelum kita kesini." Ahn fokus dengan jalan kota yang lebih padat dari tempat tinggal nya."
__ADS_1