
"Mereka tertidur, mungkin sangat lelah. Aku melihat mereka tadi saat akan kesini. Baguslah mereka bisa menerima kamarnya, tapi Gao tadi tidur di kamar BEI, bukan di kamar ya."
"Tidak masalah kita biarkan saja, lagipula kalau mereka lapar mereka akan mencari nya sendiri. Ini kan juga rumah mereka."
Satu persatu makanan datang ke meja. Semua sudah siap, mereka pun makan bersama.
"Tuan, apa perlu aku panggilan. Tuan BEI?" Bibi yu berinisiatif.
"Tidak, jangan lakukan itu. Dia sangat tidak suka istirahat nya di ganggu, lagipula ia tak suka orang lain menyentuhnya. Maafkan aku bik tapi itu kenyataan nya." Pak Zhang merasa tak enak dengan bibi yu.
"Ahaha, tidak apa tuan. Aku mengerti. Dia memang terlihat sangat bersih dan aku bisa memahami nya." Bibi yu tersenyum malu-malu.
Saat di pertengahan makan malam, Kai bertanya mengenai dua pria itu.
"Kakek, siapa 2 pria di rumah kita? Kai bertanya saat makan.
"Kai, tidak boleh bertanya saat makan." Alexsa memperingatkan kai.
"Tidak apa. Kai ingin tahu? Kai ingat foto besar di ruang utama, anak laki-laki yang melambai adalah ayah mu, dan anak laki-laki yang tersenyum adalah Gao, paman mu dia adalah adik Ahn dan yang di pangkuan nenek mu adalah BEI, pamanmu juga dia adalah ank bungsu Kakek. Apa kai mengerti? Pak Zhang menjelaskan dengan sabar.
__ADS_1
"Oh, jadi mereka paman kai. Tapi mereka terlihat sangat menakutkan."
"Kai, tidak baik membicarakan orang lain." Ahn menatap kai yang sedang minum segelas air setelah berbicara.
"Kai benar-benar Taku melihat mereka, paman yang berambut abu-abu terlihat menakutkan dengan tanda di matanya, sedangkan paman dengan rambut hitam badannya sangat besar, matanya seperti serigala liar." Kai menceritakan pendapatnya mengenai BEI dan Gao.
Mereka semua tertawa mendengar pernyataan kai, namun tiba-tiba Gao sudah berada di belakang para pelayang.
"Siapa yang kau sebut serigala liar anak nakal?" Suara berat Gao membuat para pelayan di depannya menghindar.
"Kau bilang tanda di mataku mengerikan ya, apa kau mau mendapatkannya juga?" BEI berjalan ke arah kai dan membuat kai ketakutan.
"Kenapa tidak membangunkan ku, kalian meninggalkan kami lagi? Aku baru terbangun dari notivikasi ponselku." BEI menarik kursi paling dekat dengan pak Zhang.
"Bukan begitu, kami melihatmu ketiduran aku pikir kau kelelahan jadi aku tak tega membangunkan mu." Pak Zhang memberi penjelasan.
Gao mengambil kursi paling jauh dari mereka berjarak 2 kursi dari kai dan 3 kursi dari Ahn.
"BEI, duduk di dekat ku." Gao memanggil BEI agar tidak terlalu dekat dengan mereka.
__ADS_1
"Baik," BEI langsung menuruti perintah dari Gao.
Semua orang mencium aroma minyak baik yang sangat lembut setelah kedatangan BEI, mereka semua langsung menatap satu sama lain hingga tatapan itu sampai pada Gao.
Gao menyadari mereka menetap nya, Gao mengangkat kepala nya dan melihat ke arah BEI yang sedang makan.
"Kenapa, dia memang adik kecilku. Apa ada masalah dengan kalian?" Gao membela BEI, namun aroma minyak telon yang lembut tentu saja orang merasa aneh bagaimana pria dingin seperti BEI memakai minyak ber- aroma seperti bayi.
Mereka tersenyum diam-diam "bahkan Kai yang paling kecil saja tidak seharum ini, tapi adik kecil ku dia memang tetap adik kecil ku." Ahn tersenyum saat mengetahui BEI yang memakai nya.
"Kenapa, ibu selalu memintaku memakai ini. Apa masalah kalian?" BEI bersikap tidak peduli dengan orang-orang yang menertawainya.
Selesai makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing, Gao bahkan belum masuk ke kamarnya.
Gao menuju kamarnya di masa lalu, ia tahu membuka pintu namun ia tetap membukanya. Ia terkejut, kamarnya terlihat begitu sederhana dan ada banyak buku sama seperti di villa.
Gao tidak tahu apakah dia suka membaca waktu kecil? Tapi di ruangan ini jelas ada banyak buku, tapi memang sekarang ini ia sedang suka membaca buku lama.
Gao merasa tidak ada yang istimewa di kamar ini. Jadi ia hanya mengambil satu buku dongeng secara acak dan tertidur lebih cepat karena aroma buku itu.
__ADS_1
Bagaimana Hari-hari setelah ini berlalu? Apa Gao bisa menerima keluarga barunya?