
"Baik ayah, aku akan mengemasi yang di luar juga." Alexsa berjalan keluar kamar pak Ahn dan menurunkan semua foto dan lukisan.
Alexsa menyimpan semua foto di satu tempat pada ruang atap, setelah itu Alexsa pergi ke kamar kai.
Di kamar itu Alexsa melihat Ahn yang sudah mengemasi semua dan mengambil foto dan mainan kai di dalam satu kardus besar.
"Apa kai sudah tahu kalau kita akan pergi?" Alexsa duduk di kasur kai melihat Ahn yang memungut setiap mainan di lantai.
"Papa, kita akan kemana?" Kai datang dari kamar mandi membawa mainan dari bak mandi nya
"Kita akan meninggalkan rumah, kau dan kakek akan tinggal di Hera. Sedangkan aku dan Alexsa akan menyusul." Ahn menutup kardus besar dan mengangkat nya ke luar.
"Alexsa, Alexsa akan ikut ke Hera Gold kan? Di sana tempat nya sangat indah, bahkan lebih bagus dari rumah ini." Kai menyentuh tangan Alexsa dan menceritakan tentang Hera Gold.
"Tidak kai, Alexsa tidak ikut kesana. Hanya kai dan kakek di sana, Alexsa menemani ayah disini." Alexsa mengusap kepala kai dengan lembut.
"Yah. Alexsa Kenapa tidak ikut? Bahkan di sana lebih indah dari rumah ini."
"Alexsa tidak bisa kai, aku harus menemani pak Ahn di sini."
"Memangnya kenapa kita haru pindah Alexsa, apa ada acara besar di Hera Gold?"
"Itu, itu karena rumah kita tidak Aman kai. Rumah kita ada masalah." Alexsa mengarang cerita agar kai tidak ikut dengan masalah ini.
"Rumah ini sudah tua ya? Lalu mengapa kita tidak ke rumah Alexsa? Di rumah Alexsa juga aman kan?"
Alexsa terdiam dengan pertanyaan kai, bagaimana cara menjelaskan kepada anak sekecil itu bahwa keluarga mereka sedang terancam, Ahn tidak mau keluarga kecilnya terluka hanya karena kesalahan nya.
"Begini, rumah Alexsa tidak bisa di tinggali rumah Alexsa sudah di jual. Jadi kai dan pak Zhang harus tinggal di Hera Gold, kai anak pintar kan sekarang bantu Alexsa mengangkat tas ini kemobil." Alexsa menghentikan Pembicaraan dengan mengajak kai mengangkat tas nya ke mobil.
__ADS_1
Sore hari setelah selesai berkemas, pak Zhang dan kai pergi ke Hera Gold. Ahn dan Alexsa yang masih di rumah itu.
Perasaan cemas dan was-was terus berkeliling di hati mereka, bagaimana tuan Gao sebenarnya tidak ada yang tahu. Namun gambaran dari Helen cukup mengerikan dan membuat mereka terus waspada.
Malam ini mereka berdua tidur dengan tidak tenang, mereka takut kalau sewaktu-waktu Gao bisa saja sampai ke tempat ini.
Siang hari datang. Kedua nya merasa kelelahan karena tidak bisa tidur, Ahn tetap memaksa kan diri untuk bekerja namun Alexsa menghentikan nya.
Kondisi mereka cukup lemah karena tidak tidur semalaman dan di kelilingi rasa cemas.
Akhirnya Ahn tidak masuk kerja.
4 hari berlalu, tidak ada tanda-tanda kedatangan Gao ke kota ini. Bahkan Alexsa dan Ahn tidak terlalu memberatkan masalah ini.
"Bagaimana ini pak, ini sudah malam ke 4 namun tidak ada tanda-tanda dari pria itu." Alexsa berbicara pada Ahn sebelum tidur.
"Aku tahu, mungkin rencana kita terlalu jauh. Sebaiknya kita tidur malam ini dan mulai bekerja besok." Ahn segera berbaring dan tidur karena sangat lelah.
Mereka berdua pergi ke kantor bersama seperti hari-hari sebelumnya.
Di kantor, Ahn dan Alexsa tidak begitu di gosipkan lagi namun tetap saja ada beberapa orang yang merasa kalau Ahn itu menikahi Alexsa hanya karena kebutuhan nafsunya.
Namun mereka tidak pernah menanggapi setiap berita bohong itu, bahkan semua orang yang ada di kantor sudah tahu kalau mereka berdua sudah memenangkan saham besar itu.
Mereka bekerja seperti biasa, Alexsa membantu Ahn mengecek laporan penjualan dari para pegawai.
Setelah jam makan siang mereka kembali bekerja, namun ketenangan ini seketika hilang setelah sebuah telepon asing menelepon Ahn.
"Halo.. siapa ini?" Ahn mengangkat panggilan masuk itu.
__ADS_1
."siapa pak?" Alexsa menghampiri Ahn.
"Tidak tahu, hanya suara gemuruh yang terdengar." Ahn membuka speaker di ponselnya agar Alexsa bisa mendengarnya.
Beberapa detik mendengar suara gemuruh baru ada suara yang datang dari panggilan itu.
"Ahn." Suara di panggilan itu sangat berat dan menyebut nama Ahn.
"Siapa ini? Halo..!?" Ahn memanggil orang itu beberapa kali namun tidak ada jawaban.
Suara pria dari ponsel itu sangat berat, dan hanya mengatakan satu kata 'ahn' lalu mematikan panggilan itu. Alexsa dan Ahn bingung, siapa yang melakukan panggilan itu? Setelah itu tidak ada lagi panggilan masuk.
Percepat, 3 hari berlalu setelah dari panggilan misterius itu. Bahkan Alexsa dan Ahn sudah tidak terlalu panik lagi dengan surat berdarah beberapa hari lalu.
Pekerjaan mereka masih berlanjut seperti biasanya. Dan setelah jam makan siang, panggilan asing itu kembali masuk.
Kali ini panggilan itu lebih jelas dari sebelumnya.
"Halo? Tuan jika anda salah sambung tolong matikan saja. Jangan mengganggu jam kerja saya!" Ahn langsung kesal karena penelepon ini sangat aneh.
"Pak matikan saja, itu tidak jelas." Alexsa yang mendengar juga sudah merasa bosan dengan panggilan masuk itu.
"Kita akan bertemu Ahn." Tiba-tiba suara berat itu kembali terdengar, membuat Alexsa yang mendengarnya langsung merinding.
"Halo.. hei, siapa ini katakan!" Telepon itu langsung dimatikan, Ahn sudah memanggil namun tanpa jawaban orang yang memanggil langsung mematikan panggilan nya.
"Pak, apa mungkin Gao yang melakukan ini?" Alexsa mulai khawatir.
"Mungkin saja begitu, kita harus waspada Alexsa. Jangan lengah. Pria itu bisa datang kapan saja." Ahn dengan wajah serius menatap keluar jendela gedung.
__ADS_1
Apa yang akan terjadi jika Gao datang kepada mereka?