
"Bagaimana, aku sudah membuktikan aku 2akan bertanggung jawab bukan. Apa kau masih meragukan ku? Ahn menatap Alexsa dengan sangat dekat.
"Pak, dengar yah. Saya menikahi anda bukan karena cinta tapi karena saya ingin menukar pandangan orang terhadap saya, agar mereka tidak menganggap saya wanita penghibur." Alexsa menjauh dari Ahn dan wajah nya cemberut. Alexsa lalu keluar dari ruang kerja Ahn dan menutup pintu.
"Dia benar, kita tidak menikah atas nama cinta. Bahkan aku juga tidak bisa merasakan perasan itu lagi setelah Helen meninggalkan ku." Ahn tertegun dengan ucapan Alexsa.
Saat pulang berkerja, Ahn memikirkan cara bagaimana agar dia bisa memiliki cinta terhadap Alexsa, dia berpikir cukup lama sampai telpon di saku nya berdering. Kai menelpon nya menyuruh untuk Ahn datang menjemput nya di sekolah.
Ahn bergegas menjemput Kai ke sekolahnya. Hanya Ahn seorang pria menjemput anak nya, karena semua anak di jemput ibu nya.
Tiba-tiba Kai langsung melompat ke pangkuan Ahn.
"Papa, apa ibu tiri itu?" Kai langsung bertanya saat Ahn mengendong nya.
"Tahu dari mana kata itu?" Ahn membuka kan pintu untuk Kai.
"Tadi saat Kai bercerita tentang Alexsa yang akan menikahi papa, temen Kai bilang kalau Alexsa akan menjadi ibu tiri Kai. Memang nya ibu tiri dengan mama itu berbeda ya?" Kai bertanya serius pada Ahn yang sedang mengendarai mobil.
"Mama dan ibu tiri itu sama, hanya saja mama orang yang melahirkan Kai sedangkan mama tiri adalah mama kedua setelah mama kandung Kai pergi." Ahn menjelaskan sambil menatap lurus kejalan.
"Lalu teman Kai juga bilang kalau mama tiri itu jahat, apakah mama tiri itu seperti mama Helen?" Kai membuat pertanyaan yang membuat Ahn tertawa.
"Bukan Kai, mama tiri itu Alexsa. Dan mama kandung itu Helen. Alexsa tidak jahat seperti mama tiri yang teman Kai bilang. Sedangkan Helen adalah mama kandung yang jahat nya melebihi mama tiri." Ahn menjelaskan kepada anak nya tentang perbedaan ibu tiri dan ibu kandung menurut fersi nya sendiri.
"Jadi temen Kai bohong soal mama tiri jahat?" Kai menghadapkan kepada pada Ahn.
"Iya, mungkin saja." Ahn menjawab tanpa melihat anak nya.
Saat sampai dirumah, Ahn melihat didepan rumahnya banyak sekali mobil hitam. Saat masuk ia masuk sudah banyak sampel perhiasan dan majalah mengenai rancangan pernikahan.
"Lo, ayah menetukan ini tampa persetujuan ku? Ahn dan langsung duduk di depan Pak Zhang.
__ADS_1
"Untuk apa aku menanyai mu. Aku sudah bertanya pada Alexsa dan dia suka dengan warna putih ini." Pak Zhang memperlihatkan suasana pernikahan dengan hisan putih.
"Apa Alexsa tadi kesini? Ahn malah menanyai tentang Alexsa.
Tidak, aku yang menelpon nya karena dia harus pergi." Pak Zhang masih memilih bagaimana gaun pernikahan nya.
"Ayah, urusan gaun nya biar Alexsa dan aku yang memilih nya nanti, ini semua biar aku yang urus." Ahn mengambil salah satu majalah yang memuat semua gambar perhiasan. "
"Baiklah, aku ingin ke atas dulu ingin isterahat." Pak Zhang berdiri dan berjalan meninggalkan Ahn."
"Papa, apakah Kai juga akan memakai baju yang sama dengan Alexsa?" Kai melihat rancangan gaun yah dikit Ahn.
"Tentu, kita akan memakai pakaian yang sama."
Ahn berpikir kenapa Alexsa tidak ingin datang dan memilih perlengkapan pernikahan nya? Kenapa dia malah mementingkan hal lain? Ahn merasa heran dengan Alexsa sedangkan hari pernikahan mereka sudah semakin dekat."
Hanya tinggal 3 hari lagi ke hari-H.
Di telpon...
"Halo, Alexsa ini aku Ahn. Nanti kita akan pergi membeli gaun. Tolong ikutlah karena 2 malam lagi pernikahan akan terjadi sementara kita belum menemukan gaun dan perhiasan yang cocok untuk mu.
"Pak, saya kan sudah bilang akan setuju dengan apapun yang anda pilih kan. Untuk saat ini saya sedang sibuk." Alexsa berbicara seperti biasanya pada Ahn.
Aku tidak tahu bagaimana umpamaan cantik bagimu aku akan pilih saja gaun dinas malam untuk mu, bagaimana?" Ahn mengancam Alexsa melalui telepon.
"Apa, apakah anda mau jika calon istri anda di pandang seluruh pria? Aku tidak masalah jika harus memakai gaun itu." Alexsa bersikeras untuk tidak ikut.
"Baik, ini sudah ku bungkus yang hitam dan transparan sehingga setip lekukan dan warna yang ada di tubuh mu terlihat jelas." Ahn tersenyum ditelpon saat mengancam Alexsa.
"Eh..jangan! Baik-baik saya akan ikut. Bagaimana bisa bapak semesum itu!" Alexsa kesal dengan Ahn lalu mematikan telponnya.
__ADS_1
2 jam kemudian Alexsa sampai dirumah keluarga Huang."
"Kenapa lama sekali, apakah ada halangan saat di jalan menuju kemari?" Ahn langsung menghampiri Alexsa yang baru turun dari taksi.
"Tidak pak, kan saya sudah bilang kalau saya sibuk." Alexsa berbicara sambil membayar taksi nya.
"Baiklah, ayo berangkat nanti kesorean." Ahn berjalan kemobil nya dan membuka kan pintu untuk Alexsa.
Mereka melaju ke toko desainer terkenal di kota. Saat sedang memiliki pakaian Ahn tertarik dangan gaun pengantin yang tanpa lengan dan memperlihatkan sedikit perut pengantin wanita nya.
Ahn memanggil Alexsa untuk melihat nya juga, Alexsa, coba liat. Ini pasti akan cocok dengan mu." Ahn menunjukkan gaun putih dengan motif bunga.
"Jangan pak, ini terlalu terbuka. Yang ini saja." Alexsa menunjukkan gaun pengantin yang sangat tertutup namun terbuka di bagian dada.
"Aku tahu ukuran dada mu indah, tapi apa kau akan memamerkan nya pada pria lain?" Ahn berkomentar dengan gaun itu.
"Yang ini juga keliatan nya bagus." Alexsa menunjuk gaun putih dengan hisan kupu-kupu ungu di sekitar pinggang nya.
"Jangan, ini terlalu murah. Ahn langsung beranjak ke gaun yang lebih banyak di sebelah kanan sambil membawa gaun pilihannya di awal tadi.
"Alexsa melihat harga gaun itu." Harganya bahkan setara gajihku 5 bulan, dan di bilang terlalu murah?" Alexsa terkejut saat melihat harga gaun itu.
Saat Ahn sedang memilih seorang karyawan toko datang menghampiri nya.
"Maaf tuan, anda mencari gaun seperti apa?" Karyawan toko itu bertanya ramah karena melihat Ahn yang kesulitan dalam memilih.
"Begini, aku ingin gaun itu mewah tapi terbuka seperti ini." Ahn menunjukkan gaun yang dipilih nya dengan bagian dada dan perut yang sedikit terbuka.
"Baik kami mungkin memiliki yang anda maksud, bisa bawak isteri anda ketempat saya." Pegawai toko itu tersenyum ramah pada Ahn.
Ahn membawa Alexsa ketempat yang di tunjukkan pegawai toko.
__ADS_1