Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Memanggil Mama


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke-2 Gao dan BEI di rumah lama mereka. Setelah sarapan pagi, Ahn bersiap akan ke kantor.


"Gao, apa kau tertarik ingin melihat perusahaan yang di jalankan Ahn? Pak Zhang datang membawa secangkir teh.


Gao hanya diam, dia lebih memilih memperhatikan ponselnya.


"Tidak, kak Gao tidak tertarik." BEI yang menjawab karena Gao enggan berbicara.


"Apa kau yakin? Pergilah sebentar dan bantu Ahn dalam bekerja, beberapa minggu lagi akan cuti besar. Sementara pekerjaan Ahn masih banyak, Gao kau mengerti mengenai saham, proyek dan investasi kan? Pak Zhang menghampiri Gao yang menatap layar ponselnya.


"Tidak, aku tidak bekerja di kantor." Gao dengan suara datar menjawab.


"Benarkah, lalu bekerja dimana?"


"Kakak bekerja di perusahaan senjata terbesar di dunia, dia sebagai pemiliknya. Jadi anda jangan heran jika di sisi kakak selalu ada orang-orang dengan kemapuan khusus sebagai bawahannya." BEI memuji kakaknya di depan Ahn, dan pak Zhang.


"BEI, lalu bagaimana dengan mu? Pak Zhang melihat BEI yang sedang memakan buah di kursi yang sama dengan Gao.


"Aku, aku bekerja di badan kesehatan nasional. Tugasku mengembangkan pengobatan kimia dan membantu tenaga medis. Khusus untuk ku aku bertugas di pengembangan obat dan anastesi. Penghasilannya hampir menyamai gaji kakak pertama yang adalah bos sekarang sedangkan aku baru bawahan."


"Oh, berarti kalian sudah memilih jalan masing-masing, Gao tidak heran kau mengambil senjata sebagai usahamu. Kau sangat mahir di bidang itu. Dan BEI kau sangat cerdas aku tak akan meragukan mu lagi." Pak Zhang senang kalau anak-anak nya sudah berhasil.


Tiba-tiba Alexsa datang membawakan bekal makan siang untuk Ahn.


"Tuan Ahn, anda lupa membawa makan siang." Alexsa berlari sedikit dan membawakan makan siang pada Ahn.


"Oh iya, aku hampir lupa. Terimakasih sayang." Ahn sengaja mencium kening Alexsa dan mereka semua melihat itu.


"Pergilah, nanti terlambat." Alexsa terlihat malu dan tersenyum ceria pada Ahn.


Gao melihat kejadian tadi, seperti ada kemarahan dalam dirinya. 'Bagaimana bisa wanita yang aku selamat kan dengan uang ku, aku selamatkan dengan nyawaku dan dia menjadi milik orang lain. Cepat atau lambat aku akan mengambilnya kembali.'


BEI mengerti tatapan Gao pada Alexsa, namun ia tak bisa melakukan hal lain.


Gao pergi dari sana, ia naik ke kamar nya dan mengurung diri di dalam kamar.

__ADS_1


"Sampai kapan aku akan disini, tak ada apapun yang bisa kuharap kan. Apa aku benar-benar putra di keluarga ini? Kenapa aku merasa seperti orang asing." Gao sangat marah dan membanting ponselnya ke kasur.


BEI masih di ruang keluarga bersama pak zhang. BEI terlihat lebih bisa beradaptasi namun itu semua hanya kebohongan ia melakukan ini sesuai kemauan Gao.


Alexsa melihat anak dan ayah ini hanya diam, tiba-tiba kai turun dari tangga.


"Yura, bisa bantu aku mencarikan pakaian. Kai tidak tahu harus memakai apa." Kai datang dan langsung berlari ke arah Alexsa.


BEI melihat anak itu sangat manja pada Alexsa, warna rambut Alexsa dan kai sama apalagi dengan pandangan mata yang seperti mata Ahn membuat BEI merasa risih melihat anak itu.


"Hei, dia ibu mu kan? Kenapa memanggil namanya kenapa tidak memanggil ibu atau mama? BEI menatap kai dengan tajam.


"Kenapa? Apa tidak boleh, Alexsa tidak marah lalu kenapa paman yang marah."


"Kau benar-benar anak nakal, tidak menghormati ibu mu ya. Nanti kalau ibu mu pergi bagaimana?"


"Alexsa pergi? Alexsa mau pergi kemana? Apa kai bisa ikut?" Kai langsung menarik lengan baju Alexsa.


"Tidak, aku tidak pergi kemanapun. Tapi kai jangan panggil nama ku lagi, panggil mama ya."


Semua langsung terkejut mendengar ucapan kai, ternyata anak ini masih menganggap kalau Helen adalah ibunya.


"I..iya, tapi Alexsa juga mama mu sekarang. Jadi panggil mama ya," Alexsa mengusap kepala kai.


"Mama Alexsa terdengar sangat aneh." Kai terlihat marah dan membuang muka dari Alexsa.


"Kai, cukup. Jangan melawan, Alexsa adalah mama mu. Dan kau harus memanggil nya mama, kalau tidak kau harus tinggal dengan Gao apa kau mau? Pak Zhang berkata begitu karena kau takut pada Gao.


Kai tetap terlihat merajuk tapi ia memang sangat patuh pada kakeknya, "yasudah, ma nanti tolong bantu aku mencari pakaian." Kai terlihat kesal dan langsung pergi ke kamarnya lagi.


"Anak itu sikap nya sangat menjengkelkan, selalu saja melawan orang tuanya. Alexsa bisa tolong buatkan aku roti panggang dan antar ke kamar ya. Aku ingin bersantai di kamar dan juga tambahkan teh ku ini." Pak Zhang tersenyum dan meletakan cangkir teh nya lalu pergi menaiki tangga.


"Baik ayah." Alexsa langsung bergegas ke dapur.


Beberapa menit kemudian, telepon Gao berdering. Padahal dia sedang membaca buku di kamar nya.

__ADS_1


"Halo?"


"Gao, ini aku Ahn. Bisa tolong bawakan aku map kuning yang ada di kamar ayah? Itu suara Ahn.


"Tidak, aku sibuk." Gao langsung ingin mematikan panggilan.


"Tunggu, Gao ini penting. Tolong minta pada ayah, aku sangat membutuhkan nya sekarang dan juga kau harus mengantarkan nya kesini secepat mungkin bisa ya." Ahn terdengar sangat terdesak.


"Kenapa, bukan urusan ku. Jika kau mau suruh yang lain saja."


"Gao, tolonglah. Itu adalah proyek yang di rapatkan 5 bulan lalu, itu bisnis keluarga. Tolong antar kan cepat ya."


"Haaah.. baiklah. Kau menyusahkan sekali." Gao langsung mematikan panggilan dan berjalan ke kamar pak Zhang.


Saat sampai di kamar ayah nya, Gao ragu untuk mengetuk. Tapi baru akan mengetuk, pak Zhang muncul di samping nya.


"Ada apa Gao?"


Gao merasa waspada dan langsung menjauh.


"Aku..Ahn menyuruhku mengantarkan map kuning di kamar mu." Gao sedikit canggung saat berbicara dengan pak Zhang.


"Oh, aku tahu. Sebentar ya." Pak Zhang membuka pintu dan mencari map yang di minta.


Gao melihat kamar ayah nya masih sama seperti dulu, beberapa hiasan antik dan lemari kayu besar.


"Ini, kau antarkan lah cepat."


Gao menerima map kuning itu dan langsung menuruni tangga. Saat sampai di lantai bawah, BEI melihat Gao tergesa-gesa keluar rumah. BEI langsung menyusul Gao ke luar.


"Kak, ada apa?" BEI memperhatikan Gao yang akan memasuki mobil.


"Anak itu meninggalkan map nya, dia menyuruhku membawakan untuk nya. Apa kau mau ikut dengan ku?"


"Ah, tidak. Aku lebih suka bersantai disini." BEI kembali masuk ke dalam rumah dan Gao langsung pergi ke kantor Ahn.

__ADS_1


__ADS_2