Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Kecemasan Alexsa


__ADS_3

"Iya, kita akan pergi, sayang nya kau mengemas terlalu sedikit pakaian."


"Memang nya kita akan pergi berapa lama?" Alexsa menghentikan perkerjaan.


"1 minggu, kita akan berada di kota itu 1 minggu."


"Apa, kenapa lama sekali? Apakah rapat proyek bisa berlangsung 1 minggu?"


^^^"Bukan Alexsa, ini hanya sebuah ajang bagi para pengusaha untuk menunjukkan siap yang di antar mereka yang paling mampu^^^


memperebutkan saham geratis dari taruhan para pengusaha. Aku juga sudah meletakkan taruhan besar 2 miliyar, jadi jika proyek ku terpilih maka ke untungan ku akan berkali lipat." Ahn sangat bangga saat menjelaskan rencananya pada Alexsa.


1 minggu bukan waktu yang lama, namun bagi Alexsa ini akan berjalan lama karena hanya ada dia dan Ahn.


Alexsa selesai mengemasi semua barang dan persiapan untuk besok. Siang ini Ahn dan Alexsa makan siang di rumah hanya berdua karena pak Zhang sedang menemui teman lama nya.


Saat sedang makan, Alexsa menceritakan kejadian tadi pagi pada Ahn.

__ADS_1


"Pak, tadi saat saya sedang berjemur di halaman depan, saya melihat seorang pria dengan pakaian serba putih menatap saya, dan orang itu sudah saya temui 3 kali. Sekali sebelum saya menikahi Anda, kedua saat di hari pernikahan dan ketiga saat saya berjemur tadi pagi. Apakah anda miliki seorang teman Alexsa bicara itu.


°


"Seorang pria? Kenapa dia hanya memperlihatkan diri nya pada mu? Aku tidak punya seorang teman pun yang memiliki sikap seperti itu. Mungkin saja dia seorang mata-mata dari perusahaan lain, apalagi°°1°° beberapa hari lagi kita akan kesana. Mungkin tujuannya untuk menggagalkan rancangan yang sudah ku buat."


Ahn berbicara santai pada Alexsa agar Alexsa tidak panik, walaupun sebenarnya dia juga tidak tahu siapa dan apa tujuan orang itu.


..."Apa mungkin begitu pak, apakah para pengusaha ada yang bertindak sejauh itu?"...


"Kenapa, cepat lanjutkan makan mu." Ahn mengalihkan Alexsa dari lamunan nya.


Setelah mereka makan, Ahn menyusul proposal kedua sesuai keinginan pak Zhang. Alexsa juga membantu karena proposal ini sudah harus di bawak besok.


Alexsa melihat setiap ketikan kata yang di buat Ahn dan ternyata proposal ini lebih cepat dari yang sebelumnya.


Bagimana menurutmu?" Ahn memperlihatkan setumpuk kertas pada Alexsa.

__ADS_1


"Ini sudah sangat bagus pak, kalau proyek yang pertama gagal aku yakin kalau proyek yang kedua ini akan berhasil." Alexsa tersenyum saat menatap Ahn.


Siang ini, karena masih demam dia kembali memutuskan untuk beristirahat sementara Ahn sedang memilih penerbangan untuk besok.


Saat sedang tidur Alexsa gelisah dan tubuh nya berkeringat, pedahal ruangan itu sudah ber-AC.


"Tolong lepaskan saya," suara Alexsa lirih saat berbicara dalam tidur nya.


Ahn mendengar suara itu, dia melihat kalau Alexsa berkeringat di dahi nya. Ahn segera memeriksa dan menyentuh kepala Alexsa.


"Tubuh nya panas sekali. Apa dia mengigau? Ahn mengusap keringat di dahi dan di leher Alexsa.


"Jangan, itu bayi saya..kembalikan!" Alexsa mengangkat tangan nya seolah ini menjangkau sesuatu.


Ahn langsung memegang dan menurunkan tangan Alexsa. Ahn juga memeluk dan mengelus kepala Alexsa agar Alexsa tenang.


"Apa masalalunya sangat buruk sehingga terbawa dalam mimpi." Ahn terus mengelus Alexsa agar tidak mengigau.

__ADS_1


__ADS_2