Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Mempersiapkan


__ADS_3

Mereka semua keluar dari ruangan Alexsa, dan membiarkan dokter memeriksa.


Raut wajah BEI dan Gao langsung berubah menjadi dingin. Mereka saling menatap seperti membicarakan sesuatu secara telepati.


"Ada apa BEI? Apa Gao mencubit mu terlalu keras?" Pak Zhang mengusap lengan BEI.


.


"Cukup, jangan sentuh aku." BEI menjauh dari tangan pak Zhang sebelum tangan pak Zhang bisa menyentuh pakaian BEI.


"BEI, Ada apa?" Pak Zhang heran dengan perubahan sikap BEI.


"Apa tidak cukup jelas? Aku hanya berpura-pura. Jadi jangan menyentuh ku, hanya kakak yang bisa mendapat posisi itu."


"BEI? Bukankah kau sudah setuju untuk pulang ke rumah?" Ahn juga heran dengan sikap BEI.


"Kami akan pulang ketika Alexsa juga pulang, tapi untuk saat ini kami tidak akan pulang bersama kalian. Lagipula rumah mana yang kalian bicarakan? Bukankah seharusnya rumah adalah tempat berlindung? Kenapa rumah bagiku seperti neraka." Gao tersenyum sombong menatap pak Zhang.


"Kau masih mempermasalahkan ini semua? Bukankah aku sudah meminta maaf berkali-kali, setidak nya kalian masih memiliki rasa hormat pada ku." Pak Zhang melihat Gao dan BEI dengan tulus.


"Sudahlah, aku dan kakak akan pulang. Pemeriksaan dokter umum nya lama, kalian juga pulanglah. Menunggu disini akan percuma saja, dan seperti yang di katakan dokter tadi. Alexsa akan pulang 2 hari lagi." BEI berjalan duluan dan meninggalkan Ahn, Helen dan pak Zhang.


"Haaah.. anak itu, tapi tidak apa mereka sudah bersedia untuk pulang. Aku sudah senang." Pak Zhang tersenyum menatap punggung BEI dan Gao yang perlahan hilang di balik lorong.


"Ayah, kita pulang saja. Mungkin ada hal yang harus di siapkan saat menyambut Alexsa


dan mereka kembali pulang." Ahn merangkul pundak ayah nya dengan lembut.


"Kau benar, kita akan pulang."


Mereka pulang ke distrik, setelah mengantar pak Zhang ke Hera Gold. Ahn mengantar Helen ke pelabuhan untuk kembali ke kota nya.


__di pelabuhan___


"Ahn, terimakasih sudah mengantar ku." Helen berdiri di dermaga dan mengucap terimakasi.

__ADS_1


"Tidak masalah, terimakasi sudah membantu. Sampaikan salam kepada ayah mu." Ahn tersenyum tipis dan melambai pada Helen.


"Baiklah, aku tidak akan datang lagi kedalam dunia mu. Terimakasih, selamat tinggal Ahn." Helen juga melambaikan tangannya dan berjalan menaiki kapal.


Ahn melihat dan menunggu sampai kapal berjalan. Helen menggenggam tas nya erat-erat, ia merasa senang dan sedikit sesak saat akan meninggalkan Ahn. Ia senang karena kesalah pahaman nya dengan Ahn sudah selesai namun ia merasa berat karena berpisah dari Ahn walau di antara mereka sudah tak ada apapun yang tersisa.


Saat sampai di atas kapal, Helen melihat kebawah dan melihat Ahn masih berdiri di sana.


Peluit kapal sudah berbunyi dan kapal mulai menjauhi dermaga, Ahn melambai dan Helen melihat itu.


Helen meneteskan air mata bahagia dan melambai kepada Ahn, mereka melambai selama 3 menit sebelum wajah Helen tak bisa di lihat karena sudah jauh.


Ahn tersenyum lalu berbalik ke dalam mobil, ia kembali ke Hera Gold untuk menjemput putra nya pulang ke rumah.


__Hera Gold__


"Papa, bagaimana? Apa Alexsa sudah tidak sibuk?" Kai langsung berlari memeluk Ahn.


"Tidak, dia akan pulang 2 hari lagi dan kita akan menyambut nya." Ahn menggendong kai dan mencium pipi putra nya beberapa kali.


"Kakek sudah di rumah, kita akan pulang malam ini. Oke?" Ahn pergi ke kamar kai dan mulai membantu mengemasi baju nya.


Waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, setelah makan malam Ahn dan kai pergi ke rumah besar di pusat kota.


Sampai di rumah, Ahn melihat rumah sudah di cat dan warna pagar nya juga sudah di rubah dari hitam menjadi putih, warna cat nya semua di ganti putih dan di selingi warna cokelat muda. Cahaya lampu ke emasan di rumah itu membuat rumahnya semakin terlihat megah.


"Waah, kakek pasti sudah menyuruh orang melakukan ini." Kai dengan senang membuka pintu rumah besar itu.


Melihat kedalam, semua nya tidak berubah hanya cat bagian luar yang di rubah. Suasana megah di rumah itu masih sama apalagi dengan lampu kaca besar di ruang utama dengan langit-langit rumah yang tinggi membuat rumah megah itu sangat indah.


"Kai, sudah pulang ya?" Pak Zhang jalan menuruni tangga.


"Kakek, sudah mempersiapkan segalanya ya." Kai dengan senang menaiki tangga menyusul pak Zhang.


"Ayah bagaimana dengan dua kamar lain? Apa sudah di bereskan?" Ahn melihat pada pak Zhang.

__ADS_1


"Sudah, kau dan Alexsa tidur di kamar yang sama, kai di kamar lama. Untuk kamar Gao dan BEI mereka akan tidur di lantai atas di kamar lama mereka." Pak Zhang menggendong kai turun dari tangga.


"Kenapa menggunakan kamar itu? Kenapa tidak di kamar yang di lantai dasar ini saja?"


"Ahn, mereka adik-adik mu. Mereka juga putra ku, jangan memperlakukan mereka dengan berbeda begini. Lagi pula itu adalah kamar mereka dari dulu." Pak Zhang tersenyum karena anak-anak nya akan pulang.


"Baiklah, kamarnya sudah di bereskan?"


"Besok pelayan akan membawakan seprei yang lama yang sudah aku kirim ke tempat cuci tadi." Pak Zhang menurunkan kai dari gendongannya.


"Kenapa harus yang lama? Berikan yang terbaru saja."


"Tidak, sebenarnya itu masih baru namun karena tersimpan terlalu lama mungkin aroma nya sudah berubah. Asal kau tahu seprai dan peralatan yang ada di kamar itu sudah tersimpan dengan baik sejak Gao berusia 7 tahun." Pak Zhang tersenyum ia sangat senang mengingat masa lalunya.


Ahn mengerti, ayah nya tetap lah seorang ayah walau bagaimana pun ia memperlakukan anak nya.


"Baiklah, sudah terlalu larut. Aku akan mengantar kai tidur dulu, ayah juga tidur lah cepat, banyak persiapan yang harus di lakukan besok." Ahn melewati ayah nya dan menggandeng tangan kai ke kamar nya.


__skip, pagi__


Ahn mengabari Gao kalau dia tak bisa menjemput Alexsa karena masih harus membantu menyiapkan rumah dan tugas nya di kantor.


"Halo, Gao bisa tolong jemput Alexsa sekalian? Aku takut perjalanan akan memakan waktu lama." Ahn menelepon sambil melihat kertas laporan pegawainya.


"Kakak sedang mandi, kau ingin kami membawa Alexsa sekalian saat pulang ke distrik? Yang menjawab telepon adalah BEI.


"BEI, aku tidak bisa menjemput sekarang. Kalian akan pulang sekalian kan jadi tolong pulanglah bersama Alexsa ya." Suara Ahn lembut saat berbicara dengan adiknya.


"HM.. apa ada lagi?"


"Tidak, terimakasih." Ahn langsung menutup panggilan.


Pagi ini Gao sudah mempersiapkan apa saja yang harus di bawa pulang ke distrik. Selesai mandi Gao memakai pakaian dan membantu BEI mengangkat tas ke dalam bagasi mobil.


"Kak, tadi saat kau mandi kakak pertama menyuruh kita menjemput Alexsa ke rumah sakit dan pulang bersama."

__ADS_1


"Dia menelepon ku tadi? Kenapa tidak dia saja, bukan kah dia suami nya. Kenapa membebani ku." Gao terlihat tidak peduli dan kembali masuk ke dalam rumah.


__ADS_2