Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 52 KMK


__ADS_3

Hari sudah cukup larut, Ahn kembali dari dapur membawa segelas susu sambil menelepon.


Ahn memberikan susu kepada Alexsa, namun dirinya masih sibuk dengan telepon.


"...iya, tuan urus saja seperti yang saya katakan. Sisanya kirim saja ke perusahaan saya, ini hanya antara kita jangan sampai orang lain tau. Baik saya tutup teleponnya, terimakasi tuan." Ahn mematikan ponsel nya dan duduk di samping Alexsa yang sedang minum.


"Haaah..., Aku harap semuanya lancar." Ahn dengan nafas berat membuat suara tiupan udaranya terdengar oleh Alexsa.


" Ada apa pak? Apakah mengenai kontrak saham itu?" Alexsa meletakan gelas susu yang baru di minumnya sebagian.


"Iya, ini tentang saham itu. Kita terlalu terburu-buru untuk pergi sampai lupa kalau kontrak itu butuh tanda tangan penyelenggara, untung nya kertas itu masih pada mereka jadi mereka akan mengirimnya ke kota ini." Ahn menaruh ponselnya di atas meja rias.


"Mengirim? Bukankah itu butuh alamat lengkap, bagaimana kalau Gao tahu tentang alamat kita?" Alexsa kembali merasa gelisah.


"Tenang saja, aku memberikan alamat rumah pohon di tepi pantai itu, jadi jika ada orang yang mengikuti maka dia hanya bisa mengikuti sampai ke rumah pohon. Bukannya pada rumah ini."


"Tapi pak, jika orang itu berniat mengambil paket itu dan menyerang mu saat anda sampai di sana.." Alexsa terhenti saat tiba-tiba Ahn meletakan telunjuk nya di bibir Alexsa.


"Sstt... Jangan pikirkan yang aneh-aneh, semua akan baik-baik saja seperti yang aku katakan." Ahn melepaskan jari nya dari Alexsa dan berbaring di kasur karena memang sudah sangat kelelahan.


Alexsa hanya diam, Ahn mencoba menyingkirkan pikiran buruk dari nya namun Alexsa terlalu memikirkan masalah itu.


____siang hari___


Entah karena kelelahan atau mereka yang tidur terlalu larut, Ahn dan Alexsa bahkan belum bangun walaupun sudah jam 9.


Pintu kamar terbuka, pak Zhang melihat Ahn dan Alexsa yang masih tidur. Dia tidak mau membangun kan mereka lalu kembali menutup pintu kamar.


"Kai, jangan ganggu papa dan mamamu. Mereka sedang tidur, dengar apa yang kakek bilang?" Pak Zhang memperingatkan kai yang juga sudah pulang dari sekolah asrama nya.


"Iya." Kai mengangguk dengan wajah polos nya.


Pak Zhang meninggalkan kamar itu dan pergi ke lantai bawah. Kai melihat kakek nya sudah pergi, dia langsung membuka pintu kamar dan benar dia melihat Ahn dan Alexsa tertidur.


Ahn tidur dengan sangat nyenyak bahkan dia tidak sadar kalau lengan Yura ada pada lehernya.


Kai melihat itu, anak usia 6 tahun itu tidak mengerti. Dia langsung menghampiri Alexsa dan melihat Alexsa juga masih tidur.


"Alexsa, bangun lah.. kai ingin bermain." Kai menggoyangkan tangan Alexsa.


Tidak ada respon dari Alexsa, kak bahkan mencubit Alexsa agar Alexsa terbangun. Namun bukan nya terbangun Alexsa malah memeluk tubuh Ahn.


"Aaaa!! Alexsa jangan pegang-pegang papa!!" Suara kai yang merengek keras membuat Ahn terkejut dan terbangun.

__ADS_1


"HM.. kai? Kenapa kau disini?" Ahn terkejut melihat kai di samping Alexsa.


"Papa jangn menyentuh mama Alexsa!" Kai merengek dan memeluk tangan Alexsa.


"Hei, siapa yang mengizinkan mu masuk ke kamar ku. Ini tidak sopan, cepat kembali ke kamar mu!" Ahn memarahi kai yang nakal dan melihat Ahn dengan cemberut.


"Huu.. ini sudah menjadi kamar Alexsa juga, jadi aku tidak akan mendengarkan papa lagi!" Kai mengejek Ahn dan membuat Ahn jengkel.


Alexsa terbangun karena suara mereka.


"Kai, kenapa ada di sini?" Alexsa mengusap wajah kai yang lembut.


"Alexsa, ayo bermain dengan kai. Papa sangat tidak menyenangkan, ayolah!" Kai menarik tangan Alexsa dengan paksa.


"Kai, kau benar-benar tidak sopan ya. Berapa kali aku bilang, jangan memasuki kamar orang tua mu di saat mereka sedang beristirahat. Kenapa setelah masuk asrama kau semakin nakal ha?" Ahn langsung memarahi kai dengan suara yang kasar.


"Sudah pak, jangan marahi dia. Dia Masi anak-anak, nanti juga mengerti. Tidak usah meninggikan suaramu." Alexsa langsung duduk dan memeluk kai.


Kai mengintip dari lengan Alexsa dan mengeluarkan lidahnya kepada


Ahn, Ahn sangat kesal melihat tingkah kai.


"Sudah lah, kai ingin melakukan apa? Ayo main di luar." Alexsa berdiri dan membimbing kai keluar dari kamar.


___di ruang tamu___


Kau mengeluarkan beberapa mainan dan buku bacaan nya, dan memperlihat kan kepada Alexsa nilainya saat belajar di asrama.


"Alexsa, lihat. Kai mendapat nilai 100 saat di kesenian, kai bisa bermain musik dan bernyanyi juga." Kai dengan bangga memperlihatkan setiap nilai yang di raih nya.


Alexsa tersenyum dan memuji kai, karena anak kecil memang senang di puji.


"Wah pintar nya, apa kai pernah memperlihat kan nya pada papa?" Alexsa mengambil selembar kertas ujian matematika dengan nilai 95.


"Tidak, papa tidak pernah mau tau tentang kai, bahkan papa saja tidak tahu kalau kai sangat ahli di bidang olahraga." Kau menyusun lagi kertas nya yang dia keluarkan.


"HM.. kai sangat pintar dan kuat, suatu hari nanti kai ingin menjadi apa?"


"Kai ingin menjadi pemain bola, dan menjadi pemain ice skating yang terkenal."


"Wah, cita-cita kai sangat besar. Kai pasti bisa melakukan nya." Alexsa memberi semangat kepada ank itu.


"Tidak, kai tidak bisa." Kai langsung murung.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Kai berbeda dari anak-anak lain, kai tidak bisa berlari jauh, kai akan sakit."


"Ha? Bagaimana bisa?" Alexsa memperhatikan kai dengan serius.


"Iya, kai dari kecil harus berhati-hati agar tidak terlalu lelah, kai juga tidak boleh memakan udang. Karena kedua hal itu bisa membuat kai masuk rumah sakit dan kai juga tidak boleh menangis, karna itu juga akan membuat kai sakit" anak itu dengan senyuman menatap Alexsa.


"Jadi kai tidak pernah menangis? Kapan terakhir kali kai menangis?"


"HM.. mungkin saat kai di suruh masuk ke sekolah asrama, saat itu kau menangis karena kakek meninggalkan kai di sekolah. Dan setelah itu selama 2 hari kai harus di rawat. Hehe.." anak itu masih tersenyum.


Anak usia 6 tahun di paksa untuk tidak menangis, itu membuat Alexsa cukup tertekan apalagi dengan kondisi kai yang tidak pernah mendapat cinta seorang ibu sejak lahir.


"Apa kai tidak pernah merasa sedih?"


"Tidak, papa bilang laki-laki tidak ada yang menangis. Jadi kai tidak boleh menangis."


Percakapan singkat mereka berdua membuat Alexsa mengerti kalau kai bahkan telah harus menguatkan dirinya sendiri sejak kecil. Tidak heran kalau sikap nya nakal dan menyebalkan karena dia memang tidak pernah di ajari oleh Ahn bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik.


Saat sedang bermain, Ahn turun dan menghampiri mereka.


"Alexsa, sudahlah jangan bermain terus bereskan dirimu." Ahn menyuruh Alexsa untuk segera mandi dan makan.


"Aaa, papa. Jangan menggangu! Jangan suruh Alexsa pergi!" Kai kembali merengek saat Ahn sampai.


"Hei! Jangan pura-pura manja, kau bukan anak kecil. Laki-laki itu tidak boleh manja, jangan Bebani orang lain karena ke inginkan mu. Alexsa belum mandi karena kau mengajak nya main saat dia baru bangun. Jadi biarkan dia mandi dulu." Ahn duduk di kursi tamu dan memarahi kai yang terus memaksa Alexsa bermain.


"Alexsa mau kemana?" Kai berdiri dan menghampiri Alexsa .


"Aku akan mandi, lalu kita akan bermain lagi ya." Alexsa mengusap lembut kepala kai.


Alexsa pergi ke kamarnya dan mandi, setelah bersih-bersih Alexsa lanjut makan siang karena hari sudah pukul 1.


Saat Alexsa kembali ke ruang tamu, di tidak melihat kai. Hanya ada Ahn yang sedang membaca koran.


"Pak, dimana kai?" Alexsa duduk di hadapan Ahn.


" Dia sudah tidur siang di kamarnya, ayah menyuruhnya tidur tadi." Ahn hanya menjawab dengan sekilas dan matanya tetap pada koran.


"Oh iya, apa bapak sudah memberi tahu pak Zhang kalau proposal nya mengenai pariwisata di setujui?"


Ahn melipat korannya "tidak, aku pikir saat kontrak itu sudah sampai di sini baru kita akan beritahu." Ahn menatap Alexsa namun Alexsa malah tak menghiraukan.

__ADS_1


"Aku berencana akan masuk kerja besok, jadi apa kau juga ingin masuk kerja besok?"


__ADS_2