Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Rencana GAO 2


__ADS_3

"Terserah pada mu bagaimana kau akan merancangnya, aku hanya ingin uang ku." BEI benar-benar hanya mementingkan uang.


Ternyata BEI terlibat dalam masa lalu Alexsa, dia juga ikut andil dalam kejahatan ini. Ahn yang tanpa sengaja melakukan hubungan dengan Alexsa dan Helen memanfaatkan anak dari hubungan tersebut untuk nya sendiri. Ia meminta bantuan dari Gao agar merawat Alexsa dan Gao yang tak mau di repotkan malah meminta anastesi dari BEI. Mereka semua orang-orang yang terlibat dalam peristiwa selama kehamilan Alexsa.


Alexsa tak tahu apa yang terjadi, dia duduk di ruang baca setelah tertidur di sana cukup lama.


Karena sudah sore ia ingin mandi, namun di ruang baca ini tak ada kamar mandi hanya ada toilet kecil. Jadi Alexsa pergi ke kamar atas untuk mengambil handuk.


Di kamar atas, Alexsa tak melihat siapapun jadi ia pikir ia bisa memakai kamar ini sebentar dan mandi di sana. Alexsa sengaja membiarkan pintu kamar terbuka agar BEI tak menyadari kalau Alexsa sedang di kamar itu.


Alexsa bergegas mandi sebelum BEI kembali. Saat sedang mandi, BEI kembali ke kamar atas dan merasa sangat lelah. Ia ingin berbaring di atas kasur, kamar sedikit dingin jadi BEI memutuskan untuk menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Ia lupa menutup pintu karena merasa sangat lelah.


Baru saja akan memejamkan mata, pintu kamar mandi terbuka dan Alexsa keluar memakai handuk putih pendek di atas lutut.


'siapa itu? Ah wanita yang tadi, apa yang ingin di lakukan nya?' BEI tetap melihat Alexsa dari balik selimut putih tebal itu.


Alexsa melihat ke luar pintu, tak ada yang datang jadi ia memutus kan menutup pintu dan memakai pakaiannya di dalam kamar atas.


BEI menyaksikan semua yang di lakukan Alexsa saat memakai pakaiannya, bahkan ia sudah melihat setiap bagian di tubuh Alexsa


BEI tidak berani bergerak, ini pertamakali nya


...Ia melihat tubuh wanita. Ia merasa sedikit takut dan senang di saat bersamaan. Alexsa sama sekali tak menyadari ke hadiran BEI, setelah memakai pakaian Alexsa ...


... melilit rambutnya dengan handuk dan ingin segera pindah ke kamar bawah....


Baru saja membuka pintu, Gao datang dan membuka pintu terlebih dulu.


"BEI..! Aku ingin.." Gao terhenti melihat Alexsa di dalam kamar.

__ADS_1


"Tu..tuan Gao, ada apa? Hanya ada aku di kamar ini, tidak ada tuan BEI." Alexsa terlihat gugup.


"Bagaimana bisa, aku melihat nya memasuki kamar tadi. BEI..aku ingin membicarakan sesuatu!" Suara Gao cukup keras dan membuat BEI bangun dari kasur.


"Aku disini." BEI berjalan dengan tenang menghampiri Gao.


'haa..a-apa? Dia..dia disana, tapi aku barusan.. apa dia melihat ku? Alexsa terdiam melihat BEI.


"Alexsa, ada apa terlihat seperti itu? Apa kau tidak sehat? Oh iya, kenapa kau bisa ada di kamar ini?" Gao melihat Alexsa yang terheran heran dengan BEI.


"Dia meminjam kamar mandi ku tadi." BEI dengan wajah santai menatap Alexsa.


"Tapi aku.. aku tidak tahu kau ada di sana, sungguh.. apa-apa kau melihat ku tadi?" Alexsa terlihat cemas dan menggenggam rok nya dengan kuat.


"Tentu saja, kau melakukan nya di depan ku. Murahan sekali." BEI tersenyum sinis dan itu terlihat mengerikan.


"Apa maksud mu? Apa kau melihat wanita ku berganti pakaian?" Gao langsung marah.


"Iya, dia melakukan nya di depan ku bagaimana bisa aku tak melihat nya."


Gao marah dan langsung meraih kerah baju BEI.


"Apa maksud mu, hentikan senyuman jahat itu. Kau benar-benar pria mesum! Aku tak akan memaafkan mu!" Gao akan memukul wajah BEI.


"Kenapa? Lagi pula aku tidak tertarik dengan wanita seperti mu. Sesuatu yang sudah di pakai orang lain aku sangat tak tertarik memakai nya lagi." BEI benar-benar terlihat cuek dari segala yang di lihat nya.


"Benarkah begitu?" Gao melepas kerah baju BEI


"Kak, kau tahu kan seleraku bukan dia. Jadi tak usah cemas." BEI mengangguk meyakinkan gao.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau jangan sampai melakukan ini lagi. Alexsa tenang lah, dia tak akan mengatakan hal ini pada siapapun." Gao melihat Alexsa yang berlinang air mata.


Alexsa sangat takut dan sedih, ia langsung memeluk Gao dan menangis. BEI melihat kejadian ini dia terkejut dan menjauhi mereka berdua.


"Aaa... Dia melihat ku, aku merasa sangat tidak berguna. Tolong lakukan sesuatu." Alexsa menangis ia tak berani melihat Gao ataupun BEI karena malu.


"Alexsa, tidak apa-apa. Dia tidak akan jahat pada mu. Jika dia orang lain aku akan langsung membuat dia buta, tapi aku tidak bisa dia adikku sekarang bagaimana pun aku harus menjaganya. Tidak apa, tenangkan dirimu ya." Gao mengusap kepala Alexsa dengan lembut.


Alexsa melepaskan pelukannya dari Gao. "Sudahlah, BEI sekarang minta maaf pada nya!" Gao melihat BEI yang cuek.


"Cih, padahal akan tidak sengaja. Kau saja yang melakukan nya aku tak salah, aku hanya melihat." BEI masih tidak mau mengakui kesalahannya.


"Minta maaf atau perjanjian kita batal!" Gao menatap dengan sinis.


"Aku minta maaf, aku yang salah, lain kali aku tidak akan mengulanginya."BEI seperti terpaksa mengatakan nya.


"Sudah kan aku harus pergi membahas sesuatu dengan BEI. Kau pergilah ke kamar bawah." Gao tersenyum pada Alexsa dan Alexsa patuh mengikuti perkataan Gao.


Setelah Alexsa meninggalkan mereka, Gao langsung mengunci pintu kamar, ia dan BEI langsung membahas bagaimana rencana dalam penyanderaan besok. Ia memberi tahu BEI kalau dia sudah mengatakan tempat nya pada Ahn yaitu di gudang tua di balik bukit. Ia sengaja mengambil lokasi itu karena jauh dari keramaian dan Helen akan membantu Ahn menuju tempat gedung itu karena ia juga tahu lokasi gedung yang di maksud.


BEI juga mengusulkan agar lebih dramatis tanam beberapa peledak kecil agar dapat mengancam siapapun yang ingin memasuki 52 , jadi ia dapat mengancam Ahn dari atas gedung jika Ahn berniat mengkhianati mereka.


Rencana di setujui, malam ini Gao dan BEI serta beberapa orang bawahan membantu mempersiapkan gedung itu. Sebelum pergi di jam 7 malam Gao datang ke kamar Alexsa.


"Alexsa, begini aku akan pergi bersama BEI ke sebuah hotel menemui seorang klien. Aku akan mengunci kamar dari luar untuk melindungi mu dari penjaga yang berniat melecehkan mu."


"Tapi.. bagaimana jika aku ingin makan?"


"Aku sudah meletakan semua kebutuhan mu di ruang baca ini, jika ingin memakan sesuatu semua nya ada di lemari es. Kau mengerti kan, aku hanya ingin melindungi mu. Aku tak ingin harga mu turun mengertilah oke?"Gao memegang kedua tangan Alexsa yang terlihat takut.

__ADS_1


"Baiklah, cepatlah kembali, aku takut mereka akan mendobrak pintunya."


"Tidak akan, aku sudah memperingatkan mereka. Aku melakukan ini hanya untuk pengamanan ganda. Jangan tunggu aku, jika mengantuk tidur lah." Gao melepas tangan Alexsa dan pergi. Ia juga mengunci pintu ruang baca agar Alexsa tak dapat kabur.


__ADS_2