
Saat makan malam selesai, disaat keluarga sedang nonton berita di tv Pak Zhang menyanyai Ahn dengan tugas nya minggu depan.
"Jadi, bagaimana keputusan mu untuk pergi ke acara pertemuan CEO itu?" Pak Zhang menatap Ahn yang sedang berbaring di sofa.
"Acara itu di laksana kan lebih cepat dari 3 tahun lalu, mungkin ini mengingatkan kalau cuti besar akan segera datang.
"Apa kali ini kau mempersiapkan sesuatu yang bagus?" Pak Zhang seperti nya ragu dengan Ahn.
"Ya, aku akan membuat proposal pembangunan sebuah hotel megah di Dubai dengan nama Hera Glod. Jika proposal itu di setujui maka bisnis pakaian kita di DG akan terangkat dan mungkin kita bisa menjadi keluarga kaya di negara ini." Ahn merasa sangat yakin dengan rancangan nya.
..."Kenapa kau merancang hal yang sangat...
besar? Bukankah untuk mengajukan proposal sebesar itu kau membutuhkan dana yang besar dan juga keberuntungan?" Pak Zhang sangat tidak setuju dengan Ahn.
"Ayah, saat di pertemuan nanti aku akan menarik perhatian para pengusaha besar lain agar mau menginvestasikan modal nya pada proyek besar ini jadi kita tidak akan mengeluarkan uang sedikit pun dan dalam 3 tahun setelah proyek itu rampung kita akan merasakan kekayaan." Ahn dengan sangat yakin menjelaskan pada pak Zhang.
^^^"Hijau kau tidak bisa bagaimana? Rancang proyek itu akan sia-sia, lagi pula kau masih baru dalam hal memimpin perusahaan. Jika kau mau menerima sarana ku, ajukan proposal kedua mengenai prawisata laut. Orang-orang lebih menyukai laut, untuk bersama keluarga dari pada hotel.^^^
"Baik, aku juga akan mengajukan itu." Ahn juga setuju dengan ayah nya.
Alexsa yang dari tadi hanya dia menatap tv juga di tanyai pak Zhang.
"Alexsa, kau akan menemani Ahn dalam perjalanan nya kan?" Pak Zhang menatap Alexsa.
..."Tentu ayah, aku akan mendampingi nya." Alexsa tersenyum pada pak Zhang....
"Bagaimana kau memanggil Ahn?" Pak Zhang langsung mengajukan pertanyaan yang membuat Ahn langsung menatap Alexsa.
..."Mungkin saja..." Alexsa belum menjawab namun Ahn langsung memotong nya....
"Di memanggil ku 'sayang' . Benarkan?" Ahn langsung menatap Alexsa.
Alexsa terdiam menatap Ahn dan pak Zhang hanya menganguk. Kai yang dari tadi duduk bersama Alexsa sudah tidur.
__ADS_1
"Ahn, besok anak mu akan menjalani tes. Jadi beberapa hari kedepan dia akan menginap ke asrama, apa kau tidak ingin mengantar nya?" Tahun lalu bahkan juga hanya aku yang mengantar. Bagaimana perasan nya saat anak lain di antar orang tua mereka sedangkan Kai di antar kakek nya." Pak Zhang menasehati Ahn yang yang seolah tidak peduli dengan Kai.
"Ayah, besok aku akan mengantar Kai." Alexsa mengusap kepala Kai yang tertidur di paha nya.
^^^Hari sudah hampir tengah malam, pak Zhang langsung menuju kamar nya." Alexsa juga menuju kamar Ahn, sedangkan Ahn baru kembali dari kamar Kai.^^^
Saat di kamar Alexsa melihat tangan nya yang masih memiliki bekas lecet.
"Apa kau masih marah pada ku?" Ahn masuk ke kamar dan memecah keheningan malam itu.
"Tidak, aku tidak bisa marah dengan orang lain dengan sangat lama. Lagi pula ini hanya bekas luka." Alexsa langsung membaringkan badan nya di kasur.
"Bagaimana bisa kau sangat cepat melupakan amarah mu?" Hanya beberapa jam kau langsung tidak marah dengan orang itu." Ahn melepas arjoli di tangan nya dan menaru di atas meja rias.
"Aku tidak ingin marah sangat lama dengan mu, bahkan jika kau memotong tangan ku aku juga tidak bisa marah di waktu yang lama." Alexsa mengedipkan mata nya perlahan dan terlihat dia sudah sangat mengantuk.
Ahn hanya menatap Alexsa yang perlahan menutup mata dan tidur.
Suasana malam kembali sunyi karena Alexsa sudah tidur lebih awal. Ahn berbaring dengan kasur yang sama dengan Alexsa, ia menatap kedua tangan Alexsa yang memangku guling yang memang terdapat beberapa goresan yang cukup besar.
^^^Kenapa wajah nya masih terlihat sangar saat tidur?" Aku pikir wanita akan terlihat cantik saat tidur." Ahn menatap tangan dan wajah Alexsa cukup lama hingga tertidur.^^^
Pagi-pagi sekali Ahn sudah terbangun dan menyiapkan pakaian untuk mengantar Kai, ia juga menyiapkan pakaian Alexsa bahkan mereka mengambil cuti untuk hari ini.
"Alexsa, apa kau akan ikut untuk mengantar Kai?" Ahn mengusap kepala Alexsa yang masih tertidur.
Alexsa hanya diam seperti tidak merasakan apa-apa.
Ahn kembali mengusap kepala Alexsa dan dia melihat bibi Alexsa pucat.
"Alexsa, apa kau sakit?" Ahn langsung duduk di tepi ranjang dan mengusap dahi Alexsa, itu memang terasa panas.
"Aku pikir dia sakit, tidak usah membangun kan nya." Ahn memperbaiki selimut Alexsa.
__ADS_1
Selesai dengan diri nya, Ahn langsung turun ke bawah dan melihat Kai sudah siap dengan beberapa koper yang sudah terletak di bagasi mobil.
"Apa Alexsa tidak turun?" Pak Zhang melihat hanya Ahn yang datang.
"Tidak, dia demam." Ahn menatap Kai yang juga memperhatikan nya.
..."Bagaimana Alexsa bisa sakit? Papa..pasti Papa jahat dengan Alexsa iya kan!!...
Apa papa memarahi Alexsa? Papa jangan macam-macam, Kai tidak menyukai papa!" Anak itu langsung menujuk Ahn dengan pandangan yang mengancam.
"Maksud mu apa? Aku bahkan tidak menqyentuh nya." Pak Zhang langsung menatap Ahn saat Ahn mengatakan itu.
"Sudah cepatlah, siapa tahu nanti macet." Ahn dan pak Zhang pergi mengantar Kai untuk melakukan ujian di sekolah asrama nya.
Sementara itu Alexsa sendirian di rumah dan badan nya panas.
Beberapa pelayan masuk untuk merawat Alexsa sesuai yang di perintahkan Ahn sebelum pergi.
...1 jam kemudian Alexsa terbangun. Ia merasa badan nya meriang jadi memutuskan pergi ...
duduk menikmati cahaya mentari pagi.
Saat sedang duduk, di balik pager besi setinggi 5 meter, terlihat seorang pria berbaju putih dengan mobil hitam yang menatap Alexsa sebelumnya.
"Siapa dia? Kenapa selalu mengikuti ku?"
Pria itu juga beberapa kali memotert Alexsa karena risih Alexsa langsung beranjak ke dalam rumah untuk kembali melanjutkan tidur nya.
Ahn pulang setelah mengantar Kai ke asrama. Hari ini dia cuti dari kantor dan memilih menemani Alexsa yang sedang demam.
Ahn masuk ke kamar dan melihat Alexsa sedang melipat beberapa pakaian.
"Kau sedang apa? Bukankah seharusnya beristirahat?" Ahn duduk di atas kasur memperlihatkan Alexsa yang melipat pakaian nya.
__ADS_1
"Kita akan pergi ke pertemuan itu kan? Bukankah kita akan berangkat besok?" Alexsa tetep merapikan beberapa pakaian.
"Iya. Kita akan pergi, sayang nya kau mengemas sedikit pakaian."