Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Terbongkarnya Rahasia Besar


__ADS_3

BEI maju ke hadapan Helen dan mengambil koper satu persatu.


Helen menyadari wajah itu, itu adalah wajah BEI. Helen terdiam melihat mata BEI.


"BEI...?" Helen terkejut melihat kalau itu benar-benar BEI.


"Kenapa? Terkejut melihat ku? Tenang saja, uang ini untuk membayar hutang mu." BEI tersenyum pada Helen.


Koper kedua dan ketiga di minta dari Ahn. Ahn melihat wajah BEI dengan senyuman aneh seperti Gao.


Koper terakhir di minta dari pak zhang, saat pak Zhang melihat wajah BEI ia tertegun dan terpaku melihat tanda lahir di mata kiri BEI.


"Tuan, koper mu berikan pada ku." Suara BEI membuat pak Zhang sadar dari renungan nya.


"BEI..? Apa kau Bei-lian?" Pak Zhang tak memberikan kopernya.


"Kenapa? Apa aku mengenal mu?" Tatapan dingin BEI membuat pak Zhang terkejut.


BEI langsung dengan paksa menarik koper dari tangan pak zhang, dan berjalan ke depan gedung.


"Ayah? Apa kau mengenal nya?" Ahn melihat raut wajah pak Zhang dengan beberapa keringat.


"Aku..aku.." pak Zhang ragu berbicara.


"Wah..wah.. ternyata ada pak tua zhang. Apa kau mengenal adik ku?" Suara Gao memecah keheningan.


Semuanya melihat ke arah pak Zhang, pak Zhang terdiam dan matanya hanya melihat ke bawah.

__ADS_1


"Ayah, apa ini? Dia mengetahui mu?"Ahn menoleh memperhatikan ayah nya.


'dia..apakah dia benar-benar anak itu?' pak Zhang melihat wajah Gao di atas gedung itu.


"Kau juga mengingat ku? Apa kau sudah mulai lupa dengan wajah ku ini? Sebelum itu aku akan mengatakan kalau Ahn, dia sudah memiliki anak bukan dari Helen."


Suara pernyataan Gao membuat para awak media di sana Tercengang.


"Siapa.. tuan Ahn memiliki anak bukan dengan Helen? Dengan siapa?" Suara bisikan itu membuat Ahn kesal.


"Gao, aku peringatkan kau. Ini tak ada di perjanjian, jangan katakan ini!" Ahn berbicara melalui megaphone.


"Kenapa? Helen sudah memberitahu mu? Apa kau tahu siapa wanita nya?"


Suasana hening, semua ingin mendengar jawaban Gao. "Wanita itu Alexsa!, kau sudah membuat nya melahirkan seorang anak sedangkan saat itu dia adalah wanita ku! Apa kau pernah memikirkan perasaan ku saat itu!?" Gao tersenyum karena baru saja membuka aib keluarga Huang.


"Gao, aku peringatkan kau! Jangan bicara lagi, jika kau bicara aku akan tanpa segan melepaskan tembakan ini!" Ahn tiba-tiba mengeluarkan pistol dari sakunya.


"Ahn, jangan! Ada banyak kamera disini, kau akan langsung jadi tersangka. Tolong turunkan senjata mu." Helen terlihat ketakutan.


"Cih, kau mengancam ku? Kau lupa kalau wanita mu di samping ku, aku juga tak akan segan memutus Nafasnya jika kau berani menembak ku!" Wajah Gao sedikit khawatir karena Ahn bukan orang yang suka mengancam, ia akan melakukan nya jika ia sudah berbicara.


"Tuan, berhati-hati lah. Ahn membawa.." Alexsa terlihat menghawatirkan Gao.


"Tenang saja Alexsa, aku masih bisa mengendalikan semuanya." Gao tersenyum kecil pada Alexsa.


Situasi cukup berbahaya, tapi Gao sudah merencanakan ini sejak lama. Ia tak ingin menyinggung Ahn, dan mengalihkan topik pada pak Zhang.

__ADS_1


"Tuan besar Huang, apa kau mengingat wajah adik ku? Apa kau ingat tanda di wajah nya, apa itu terlihat seperti bekas api?" Gao memancing pak Zhang membuka mulut.


"Apa kau ingat dengan anak yang kau pukul dengan botol bir? Apa kau ingat dengan seorang anak dengan penyakit mental, dan kau meninggalkannya di panti asuhan sementara nak itu masih memiliki keluarga?" Gao mencoba mengungkit sesuatu dan ia melihat pak Zhang gemetar menatap nya.


"Ayah Apa yang dikatakannya? Siapa yang di bicarakan nya? Ayah jawab!" Ahn mengguncang lengan kanan pak Zhang.


Pak Zhang memejamkan matanya tak ingin mendengar dan menjawab siapapun.


"Kenapa? Kenapa kau diam! Jawab aku! Siapa yang menyebabkan kecelakaan waktu itu?! Apa kau benar-benar lupa dengan wanita yang kau bakar di dalam mobil yang terjun ke jurang?! Jawab aku pria tua, apa gunanya kau berbohong! Aku sudah tahu semua itu, jawab aku bajingan!(suara Gao berteriak keras dengan air mata di wajahnya) jawab aku! Apa kau melupakan semua itu...! Ayah." Kata terakhir Gao membuat semua terdiam.


'apa, ayah? Dia memanggil pak Zhang ayah? Berarti buku itu benar.' Alexsa tercengang melihat Gao yang baru kali ini dia mengetahui sebuah rahasia besar.


BEI terlihat mengusap kedua matanya sebentar menyeka air mata. Helen tahu semua sudah terbongkar, ia sudah tahu ini sejak lama tapi tak berani memberitahu Ahn. Helen diam-diam menangis karena masa lalu Gao memang sangat kelam.


"A-apa semua ini? Ayah.. dia tidak benar kan, kenapa dia memanggil mu..ayah?" Ahn tak bisa percaya ia menggeleng beberapa kali melihat pria tua itu menangis.


"Haaah(nafas kasar) dia benar Ahn, maafkan aku." Pak Zhang mengambil megaphone dari tangan Ahn.


"Maafkan aku Gao, aku tidak tahu jika itu kau. Mohon maafkan aku nak." Pak Zhang berbicara dengan air mata di pipinya.


"Maaf? Apa kata maaf mu cukup untuk menutup kegelapan hidup ku!? Kau membuat ku Terasingkan dari keluarga ku sendiri, kau membuat aku jatuh dalam lubang kegelapan dan kau hanya meminta maaf!? Lalu bagaimana dengan ibu ku yang tewas malam itu? Bagaimana bisa kau berniat membunuh ibuku saat itu?! Untung saja adik ku selamat, ia menceritakan semua pada ku. Apakah ada seorang ayah dengan hati kejam seperti mu?!" Gao meluapkan segala kemarahannya dan bahkan Ahn tidak tahu mengenai ini.


"Aku tahu aku salah, tolong jangan perpanjang masalah ini. Aku sudah meminta maaf pada mu kan?" Pak Zhang seperti tak mau mengatakan sesuatu mengenai ini.


"Maaf mu sudah terlambat! Kau seorang lelaki busuk! Apa kau lupa kalau aku masih putra keluarga Huang? Kau tidak bisa lari dari kenyataan ini, walaupun kau sudah berusaha membunuh ku aku akan tetap hidup dengan segala kebencian terhadapmu. Kau mengambil cinta pertama seorang anak laki-laki, dan kau... Kau membedakan kami! Kau bahkan tak pantas di gelari ayah!" Gao memaki pak Zhang dan pria tua itu tak bisa menjawab apapun, semua yang dikatakan Gao adalah kenyataan. Dia memang memisahkan anak-anak itu dari ibu mereka dan menghancurkan masa depannya.


"Apa ini yang di maksud Helen? Aku bukan putra tunggal? Ayah, jelaskan apa yang dikatakan Gao benar? Apa ibuku meninggal karena mu, bukan karena kenyataan? Kenapa kau melakukan nya? Jawab ayah!?" Ahn juga mulai marah mendengar kenyataan ini.

__ADS_1


"Ahn, Gao, BEI, kalian tidak mengerti situasi ku saat itu! Aku terpaksa!" Pak Zhang baru membuka mulutnya setelah mendengar kenyataan ini.


"Terpaksa? Terpaksa apa maksud mu? Apa terpaksa membunuh ibu ku karena ingin menikahi wanita lain?! Itu yang kau bilang terpaksa?!" Gao semakin marah setelah mendengar ucapan pak Zhang.


__ADS_2