Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 58 KMK


__ADS_3

Ahn sedang duduk di kamar mencari petunjuk dari semua bukti yang di kumpulkan Alexsa saat di acara rapat saham.


Ahn melihat semua file yang di simpan dalam laptop Alexsa, terlalu banyak file di laptop itu bahkan file kerja juga terletak di laptop pribadi Alexsa.


"Bagaimana ini, aku harus cepat menemukan petunjuk." Ahn membuka setiap file yang tidak ada nama itu.


Berjam-jam Ahn hanya duduk di depan layar laptop dan ia baru berhenti saat baterai laptop habis dan laptop itu mati.


"Haah, sial. Kenapa ini mati!" Ahn kesal namun ia langsung mengisi ulang baterai nya.


Ahn menyadari kalau sudah sore, ia khawatir bagaimana Alexsa saat ini. Sudah sehari Alexsa menghilang apakah dia makan dengan baik?apa di tidak di perlakukan dengan buruk? Semua pertanyaan itu menyelimuti pikiran Ahn.


Tiba-tiba telepon di saku Ahn berdering, itu dari perusahaan nya.


"Halo, tuan Ahn. Saya salah satu karyawan anda. Maaf saya menggunakan nomor pribadi karena telepon rumah tidak ada yang mengangkat." Suara seorang pegawai wanita menghubungi Ahn.


"Oh iya, tidak masalah. Ada apa?" Ahn langsung menanyai tujuan nya.


"Begini tuan, masalah tentang saham anda. Pihak saham tadi menghubungi kami dan mengatakan kalau rapat pembangunan akan di adakan besok di luar kota."


"Apa? Kenapa buru-buru sekali, apa tidak bisa 2 hari lagi?" Ahn merasa di repotkan dengan keputusan sepihak itu.


"Maaf pak, pihak saham tidak bisa mengundur waktu karena bagaimanapun juga saham ini arus sudah terlaksana sebelum Cuti akhir tahun."


"Tapi saya tidak bisa jika itu di lakukan besok! Situasi saya sedang tidak memungkin kan, coba tanyakan lagi apa tidak bisa lusa?"


"Baik pak, saya akan coba tanyakan. Tapi sebaiknya bapak mempersiapkan diri saja karena kemungkinan besar pihak penyelenggara tidak mau merubah keputusan."


"Bicarakan pada nya dengan jelas, minta dia mengulur sedikit waktu. Aku sangat tidak bisa jika rapat itu dilaksanakan besok. Perjalanan ke kota mana yang di inginkan aku juga belum tahu."


"Baik pak, saya akan tanyakan dengan jelas dana akan memberitahu bapak kabar selanjutnya nanti. Terimakasih pak."


Ahn mematikan ponselnya, wajah nya kesal dan terlihat sangat bingung satu sisi dia harus memikirkan Alexsa dan di sisi lain tugas nya sebagai seorang CEO tetap harus berjalan.


___di villa Gao___


"Permisi saya mengantarkan makanan." Seorang pelayan pria dengan tubuh tinggi masuk.


Alexsa langsung bangkit dari duduknya, di kelelahan karena tidak sempat makan dari kemarin.


"Ini makanan anda." Pelayan memasukan mangkuk plastik dan sebungkus makanan di dalam plastik bening.


"Tuan, bisa bantu lepaskan ikatan leher saya. Ini sangat sakit, saya tidak bisa bernafas." Alexsa memelas pada pria itu.


Namun wajah pria itu tak menunjukan kesan iba sedikitpun.


"Saya tidak bisa, itu di luar tiga saya."pelayan itu berbalik dan kembali menutup pintu.

__ADS_1


"Tidak, jangan pergi tolong lepaskan ikatan saya!" Alexsa berteriak memegang sel besi itu.


"Astaga ini sangat menyakitkan, aku akan mati jika begini." Alexsa memegang ikatan di lehernya yang cukup kencang itu.


Alexsa tak menyentuh makanan itu sedikit pun, dia hanya memegangi ikatan nya.


Beberapa jam berlalu, Gao kembali ke kamarnya.


"Sayang kau sudah makan?" Gao membuka pintu dan melihat Alexsa tertidur memegangi tali di lehernya.


Gao berjongkok ke arah Alexsa dan menatap Alexsa yang tertidur.


"Kau mencoba kabur ya, atau mencoba membunuh dirimu sendiri. Tidak menyentuh makanan sama sekali, kau ingin memberontak?" Gao mengusap kepala Alexsa.


Alexsa terbangun karena sentuhan itu, dia langsung menatap Gao dengan lemas.


"Apa tidurmu nyenyak sayang ku?" Gao menatap wajah Alexsa dengan senyuman tipis.


"Gao, jangan menyentuh saya." Alexsa berbicara dengan suara serak, Alexsa ingin sedikit menjuarai dari Gao namun hanya menggeser sedikit tubuhnya langsung ambruk.


Gao melihat Alexsa yang pingsan, dia tidak panik namun tetap mengecek keadaan Alexsa.


"Hei, jangan berbohong! Bangun lah." Gao berdiri dan menatap Alexsa.


Tidak ada jawaban dan mata Alexsa hanya tertutup.


Tak ada jawaban, Gao melihat ke wajah Alexsa dan bibirnya terlihat pucat. Gao langsung bergegas membuka pintu sel dan melepas ikatan di leher Alexsa.


Gao mengangkat kepala Alexsa ke atas pahanya. "Hei, sadarlah. Aku sudah melepas ikatan mu." Hai menepuk pipi dan tangan Alexsa namun Alexsa tetap tidak sadar.


Gao mulai takut kalau dia akan tersandung kasus pembunuhan. Ia segera berteriak memanggil bawahannya.


"Kalian yang di luar cepat kemari!!" Teriakan Gao membuat 3 orang bawahan di depan pintu kamar masuk.


"Ada apa tuan?"


"Cepat Carikan seorang dokter, wanita ini tidak sadarkan diri."


Bawahan itu langsung berlari ke luar kamar dan tak lupa salah satu dari mereka menutup pintu.


"Jangan membuat ku cemas! Jika ini salah satu kebohongan mu aku akan langsung melepas semua pakaian mu dan memajang mu di lemari kaca!" Gao khawatir namun dia tetap mengancam.


Alexsa tidak sadarkan diri, Gao mengangkat Alexsa ke atas kasurnya dan meluruskan badan Alexsa.


20 menit kemudian seorang dokter laki-laki memasuki kamar dan langsung memeriksa Alexsa dengan teliti.


Dokter itu masih cukup muda, dia melihat kandang dan bekas merah di leher Alexsa.

__ADS_1


"Tuan saya tahu anda mencintai nya, tapi jangan kasar begitu. Anda mengikatnya terlalu kuat dan meninggalkan bekas di lehernya dan itu menyebabkan dia sulit bernafas, sebaiknya lakukan dengan baik tidak usah mengikat nya." Dokter itu tersenyum pada Gao yang duduk di atas kasur di samping Alexsa.


"Apa maksud mu?" Gao mengangkat kepala nya.


Dokter itu melihat sekeliling nya dan memperhatikan bawahan Gao yang menjemputnya tadi.


"Anda akan berhubungan dengannya kan? Sebaiknya jangan lakukan berkelompok dan tidak boleh mengikatnya seperti tadi." Dokter itu beranggapan kalau Gao dan Alexsa adalah suami istri yang ingin melakukan hubungan.


"Apa maksud mu, jaga bicaramu pada ku!" Gao langsung meraih kerah dokter itu dan marah.


"Tuan, jangan tuan." Para bawahan di sana menghentikan Gao dari tindakannya.


Gao melepaskan kerah dokter itu.


"Maaf, maaf tuan aku pikir.. tolong maafkan aku." Dokter itu ketakutan dan langsung mengemasi tas nya.


"Bagaimana dia bisa kembali seperti semula?"


"Anda tinggal biarkan dia seperti ini hingga sadar dan langsung beri makanan yang bergizi dan buah agar oksigen nya terpenuhi." Dokter itu dengan ketakutan hendak pergi.


"Ooii..! Kau tidak ingin bayaran mu?" Gao memanggil dokter yang hendak pergi itu.


Dokter itu berhenti dari langkahnya.


"Ini bayaran mu." Gao mengeluarkan segenggam uang dari guci keramik yang ada di samping kasur dan meletakan uang itu langsung ke tangan dokter itu.


"Ta-terimakasi tuan. Ini sangat banyak." Dokter itu menggenggam uang yang Gao berikan dan langsung pergi. Para bawahan menangkar kembali dokter itu dengan isyarat dari tangan Gao.


Kamar itu kosong lagi dan hanya ada Gao dengan Alexsa di kamar itu.


Gao hanya menatap Alexsa dengan mata dingin dan keluar dari kamar.


___di tempat ahn__


Sudah malam jadi Ahn, kai dan pak Zhang makan malam di restoran di dalam Hera Gold.


Saat sedang makan Ahn membahas perihal saham pada pak Zhang.


"Ayah, mengenai saham itu rapatnya akan di adakan besok. Jadi aku harus pergi malam ini." Ahn yang sudah hampir selesai makan berbicara pada pak zhang.


"Kau masih mengurusnya ya, yasudah pergi saja. Aku akan menjaga kai disini." Pak Zhang hanya bersikap tenang.


"Tapi mengenai kasus Alexsa.." Ahn belum selesai berbicara namun pak Zhang langsung


menatap Ahn dengan tajam.


"Papa, ada apa dengan Alexsa? Apa Alexsa akan pulang?" Kai langsung antusias saat Ahn menyebut Alexsa.

__ADS_1


"Tidak kai, Alexsa tidak kembali beberapa hari kedepan ya. Kai makan lah dengan cepat." Pak Zhang bersuara lembut menatap kai yang sedang memakan semangkuk mie.


__ADS_2