
"Saya permisi dulu pak, berkas yang sudah di tanda tanganni sudah saya letakkan di kursi belakang. Terimakasih pak, selamat malam. Selamat malam Kai." Alexsa menatap Kai sambil tersenyum dan Lian hanya menganguk.
Saat berbalik dan berjalan Kai meneriaki Alexsa.
"Alexsa! Selamat malam...Kai sayang Alexsa..nanti Aku akan jemput Alexsa..! Alexsa dengar kan! Anak itu berteriak sambil melambai kan tangan ke arah Alexsa.
Alexsa hanya berbalik sebentar dan melambai lalu masuk ke pintu rumah.
Saat Kai dan Lian dalam perjalanan pulang mereka berbincang sedikit.
"Kenapa kau menyukai wanita itu?" Lian melihat anak nya yang membalik-balikan kertas berkas yang sudah di susun Alexsa.
"Aku hanya suka Alexsa hanya karena nasi goreng nya saja Kai menjawab tapi tidak melihat ayah nya.
"Tidak mungkin, kau itu pemilih. Dan tidak mungkin langsung menyukai orang asing. Kata kan kenapa kau menyukai dia?" Lian menatap anak nya dari kaca depan mobil.
"Haah, kenapa papa tidak perhatikan. Pita ping yang ada di tas Alexsa tadi sama dengan pita ping yang aku temukan di bawah kasur papa. Dan papa bilang itu pita mama kan?" Kai berbicara seolah dia orang dewasa.
"Pita, yang kau temukan itu? Aku hanya mengarang itu milik ibu mu apa kau percaya?" Mungkin saja itu punya seorang pembantu rumah yang terjatuh saat membersihkan kamar ku." Lian berdalih dengan pertanyan anak nya.
"Tidak. Itu memang punya mama, dan Alexsa punya pita yang sama. Jadi Alexsa adalah mama Lian yang sudah kembali dari kerja." Kai menjelaskan sambil menepuk-nepuk berkas di tangan nya.
"Kau pikir pita itu hanya milik mama mu, masih banyak diluar sana. Yang punya pita seperti itu. Dan Alexsa salah satu yang punya pita sama seperti yang ibu mu punya.
"Terserah papa. Aku akan tetap menyakini kalau pita ping itu milik mama. Tapi kalau Alexsa bukan mama Kai. Maka Kai akan menikah dengan Alexsa agar bisa bersama Kai." Anak itu berbicara dengan nada orang dewasa.
"Menikah? Memang ada yang mau menikah anak jelek seperti mu?" Lian mengusili Kai dengan pertanyan nya.
"Papa yang jelek, sampai-sampai mama pergi karena kejelekan papa." Anak bicarakan dengan nada ketus sambil melihat ke jendela.
"Berbahaya sekali mulut mu. Aku akan menghukum mu nanti." Lian menatap anak nya yang masih memasang wajah ketus nya.
__ADS_1
Sampai di kediaman nya Huang, Lian melihat kalau Kai sudah tertidur dan langsung mengangkat nya menuju kamar nya. Saat di kamar Kai, Lian melihat kamar yang sudah rapih. Tak sengaja mata nya tertuju pada pita ping di atas meja belajar Kai.
Saat mengambil pita itu Lian terdiam dan mengegngam erat pita itu. Andai saja aku melihat mu saat itu. Mungkin anak ini tidak akan merindukan ibu nya sekarang. Aku tidak tahu kau masih hidup atau tidak, tapi sepertinya anak mu merindukan mu." Lian berbicara pelan lalu memasukkan pita itu ke saku celananya lalu keluar dari kamar Kai.
"Begitu malam berlalu."
Keesokan hari nya. Hari biasa dikantor tak ada yang istimewa Alexsa berkerja seperti biasa. Tapi kejadian aneh baru terjadi saat siang hari hampir jam makan siang.
"Alexsa....Alexsaaaa...!". Suara kecil memanggil Alexsa dari sepanjang lorong kecil setiap ruang kerja.
Semua orang menuju sumber suara dan sampai ke ruang tengah perusahaan itu.
"Nona, apa kau melihat wanita cantik bernama Alexsa?" Kai bertanya pada seseorang karyawan wanita yang bertugas membereskan meja disana.
Mendengar terima kan itu Alexsa, Lian dan karyawan di sekitar tempat itu melihat siapa yang memanggil Alexsa.
"Siapa yang membawa anak ini masuk?" Lian berbicara keras ke arah Kai saat melihat nya yang masi memakai seragam sekolah lengkap sudah memasuki kantor.
"Aku mencari Alexsa, tuan tenang saja." Kai berbicara dengan tenang sambil melihat satu persatu wajah wanita yang ada disana untuk mencari Alexsa.
"Papa. Jangan berteriak, aku hanya mencari Alexsa." Anak itu masi saja menatap satu persatu wajah wanita disana.
Mendengar perkataan itu semua karyawan terkejut ternyata memang benar kalau bos mereka Ahn Zhuang-Lian sudah menikah dan memiliki anak.
Suara bisikan mengerumuni ruangan itu.
"Apa itu putra tuan Lian?, Anak itu tampan sekali, siapa nama nya?" Bisikan itu sangat jelas dan semakin keras hingga Lian merasa jengkel.
"Cukup, sekarang kau keluar dari kantor ini." Lian mengeluarkan bentakan keras kepada Kai, namun Kai tidak sedikit pun gentar dengan suara papa nya yang keras.
"Tidak! Aku tidak ada urusan dengan papa, aku mencari Alexsa minggir!." Anak itu maju dan menepis kaki Lian yang menghalangi jalan nya.
__ADS_1
Beberapa orang tertawa kecil karena tas cokelat kecil bergambarkan kera yang memiliki lonceng kecil di samping nya berbunyi setiap hentakan kaki Kai.
Saat di ruangan Alexsa Kai kembali memanggil Alexsa.
"Alexsa! Apa kau disini?"
Ini Kai..!" Suara kecil lantang memasuki ruangan itu.
Alexsa yabg mendengar suara itu langsung berdiri.
"Kai, kenapa kau bisa disini?" Alexsa berjalan lalu menghampiri Kai. Saat melihat Kai, di belakang nya Lian sudah berdiri dan menatap Alexsa serta karyawan juga berdiri di belakang Lian.
"Papa, liat apa yang akan aku laku kan sekarang?" Anak itu mengambil sesuatu dari tas nya.
"Alexsa, papa tidak mau menjadikan mu mama untuk ku dan mama ku juga tak mau pulang jadi aku akan melamar mu di sini." Kai mengeluarkan cincin emas dari sebuah kota hitam.
Semua yang melihat kejadian itu terkejut bagaimana bisa anak usia 5 tahun mengatakan hal itu.
"A-apa? Kau akan melamar ku?" Tapi aku sudah tua Kai." Alexsa tertawa kecil sambil mengaruk bagian belakang kepalanya.
"Iya, Alexsa mau menjadi milikku?" Anak itu mengulurkan tangan yang memegang cincin ke wajah Alexsa.
"Kai, kau keterlaluan!" Lian langsung menggendong anaknya itu dengan paksa keluar."
"Aaaaa.....papa...!!! Aku akan melamar Alexsaaaa...! Lepas, lepas, papa jahat Alexsaaa..!!" Kai yang di gendong Lian dengan paksa dan meronta memukul pundak Lian.
Anak itu terus berteriak dan menangis sepanjang jalan keluar kantor.
Alexsa tidak mengerti ada apa dengan keluarga ini dia hanya diam menatap kepergian Kai dan Lian dari jauh.
"Alexsa, di benar putra pak Lian?" Wanita berkacamata itu bertanya pada Alexsa.
__ADS_1
"Benar, dia putra kandung nya." Alexsa berbalik dan mengusap rambut nya.
"Kau kenal dia...? Apa dia seperti ayah nya?" Wanita berkacamata itu mengikuti Alexsa dari belakang.