Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Permintaan Alexsa


__ADS_3

"Dokter, bisa izinkan semua nya kesini sebentar?" Alexsa melihat ke arah dokter yang mengamati beberapa kertas catatan medis Alexsa.


"Sangat tidak bisa nona, kondisi anda.."


"Tidak, tolong izinkan sebentar saja. Aku mohon." Alexsa memelas pada dokter itu.


"Nona, tapi ..." Dokter kembali di sela oleh Alexsa.


"Sungguh aku tidak apa-apa, sebentar saja." Alexsa langsung melepas alat bantu nafasnya.


"Baiklah, tapi anda tidak boleh banyak bicara." Dokter mengizinkan dan memanggil semua yang ada di ruang tunggu masuk melihat Alexsa.


Alexsa melihat mereka masuk satu persatu dengan pakaian steril dan masker, terlihat BEI dan Gao masuk pertama, di susul pak Zhang dan terakhir Helen.


Mereka semua mengelilingi Alexsa, Helen berada di bagian samping kaki Alexsa bersama BEI.


Alexsa melihat ke kiri dan kanan nya disana telah berdiri Ahn di kanan dan Gao di kirinya. Alexsa tersenyum dan meraih tangan mereka berdua.


"Tuan, bisakah aku meminta sesuatu?" Alexsa menatap mereka bergantian.


"Apa!?" Mereka serentak menjawab.


"Aku ingin kalian berdamai dan menjadi satu keluarga lagi, bisakah begitu?"


Ucapan Alexsa membuat mereka semua terkejut.


"Apa? Bagaimana bisa, aku tak akan pernah tinggal satu atap dengan bajingan ini." Ahn tidak bisa menerimanya.


"Memangnya kau pikir aku bisa tinggal di rumah itu lagi? Rumah yang telah membuatku tidak nyaman bersama orang-orang yang membenciku? Mereka semua membuang ku bagaimana bisa aku kembali ke tempat itu."Gao juga tidak setuju.

__ADS_1


"Aku mohon, aku ingin kita menjadi keluarga lagi. Bisakah?" Alexsa melihat ke arah Ahn.


"Haah.. aku memang tak tahu banyak tentang masalah keluarga ini, jadi aku akan melakukannya untuk mu. Baiklah aku bisa menerima permintaan mu." Ahn tersenyum dan mengangguk beberapa kali.


"Tuan..?" Alexsa melihat ke arah Gao. Gao masih dengan ego tingginya bahkan ia tak ingin melihat wajah Alexsa seperti meminta kepada nya.


"Apa? Kau pikir aku akan menyetujui nya?" Gao membuang wajahnya ke samping.


"Aku mohon, bisakah kau memaafkan mereka? Untuk ku, bisakah?" Alexsa menggenggam tangan Gao dengan erat.


"Terserah, aku akan setuju jika adikku tidak keberatan." Gao melihat ke arah BEI, BEI yang paling merasa kehilangan di keluarga itu jadi keputusan ada padanya.


"Apa lagi yang bisa aku lakukan di tempat itu? Bahkan kami sudah di buang." BEI dengan suara dingin melirik sebentar ke Alexsa.


"BEI, aku tidak membuang kalian. Ini salahku, maafkan aku. Alexsa yang meminta dan dia tak tahu dengan masalah kita. Izinkanlah dia." Pak Zhang mengelus kepala BEI seperti anaknya.


BEI adalah anak bungsunya, dan dia tidak bisa menolak sentuhan pak Zhang. "Baik, aku setuju." Jawaban dari BEI membuat Alexsa tersenyum.


"A..aku, aku akan pergi. Maaf jika kehadiran ku mengganggu, aku tidak akan kesini lagi." Helen malu dan mencoba menjarak.


"Tidak, aku tidak masalah dengan kehadiran mu. Terimakasih sudah menjaga Ahn selama aku tidak ada." Alexsa tersenyum pada Helen.


Bagaimana bisa ia tersenyum pada mantan suami nya itu, Alexsa.


benar-benar wanita yang tegar.


"Tidak masalah, aku.. aku akan kembali ke kota ku nanti malam, ayah ku ada keperluan.


"Helen tersenyum dengan terpaksa, ia merasa tak enak di keluarga ini karena tujuan awalnya hanya membantu Ahn.

__ADS_1


"Ayah mu masih peduli dengan mu?"BEI bicara sesuka hatinya.


"BEI! Jaga mulut mu. Kau tidak sopan!" Semua langsung melihat ke arah BEI dan Gao memarahi adik kecilnya itu.


"Kenapa? Aku hanya bertanya." BEI mulutnya memang sangat tidak bisa disaring.


"Ahaha.. tidak masalah, aku dan ayah ku sudah berbaikan akhir-akhir ini. Dan aku akan kembali mengurus restoran yang di titipkan ayahku. Gao, bisa antar aku besok?" Helen memecah suasana tegang akibat ucapan BEI.


"Tidak." Jawaban Gao sangat tidak memuaskan.


"Aku saja yang mengantar mu. Aku juga yang memintamu datangkan jadi aku juga harus mengantarmu." Ahn ingat dengan tujuan awal Helen datang.


"Ahaha..baiklah."


"BEI, mulutmu sangat tidak bisa di kendalikan ya. Helen maafkan adik kecil ku ya." Gao langsung meraih leher BEI dengan tangan kanannya.


"Aduuh, kak jangan menarik leher ku! Aku hanya bertanya apa masalah nya." BEI bersandar pada tubuh Gao karena tindakan Gao.


"Ya.. kau hanya bertanya, bagaimana bisa adik ku salah. Kau selalu benar dan aku tak bisa marah padamu, kau adik kecil ku dan selamanya akan begitu, benarkan?uuu.. kenapa kulit wajah mu sangat lembut!?" Gao tak bisa tidak mencubit pipi BEI saat melihat taring adiknya ketika berbicara.


"Kaak.. lepaskan, wajahku sakit!" BEI menarik tangan Gao dari wajah nya.


Semua tertawa melihat tingkah BEI dan Gao, mereka sangat akur dan tawa itu membuat Alexsa senang.


"Tuan-tuan, keluarlah sebentar. Sudah saat nya nona Alexsa di periksa lagi. Datanglah 2 hari lagi dan saat itu nona Alexsa sudah bisa pulang." Dokter tersenyum dan melihat jam tangannya.


Mereka semua mematuhi ucapan dokter, Alexsa melihat mereka meninggalkan ruangan satu persatu.


Tawa di keluarga ini sudah lama tak terdengar, Alexsa berhasil menyatukan mereka lagi dalam satu atap, namun apakah mereka benar-benar sudah menghapus jejak msalalu?

__ADS_1


Apakah Gao bisa menerima ini?bagaimana pak Zhang akan memperlakukan ketiga putra nya yang telah kembali berkumpul?


_


__ADS_2