
"Bagaimana bisa, coba cerita kan dengan jelas kepada saya."
"Begini, peristiwa itu berasal 6 tahun yang lalu. Saya hanya seorang siswa SMA pada biasa nya hingga sekelompok seseorang berbadan besar menculik saya. Para pria itu lalu menutup kepala saya dan membawa saya ketempat yang jauh lalu menjual saya. Saya tidak tahu siapa yang membeli saya, tapi saya mendengar suara seorang wanita membeli saya dengan harga yang tinggi.
Namun saya tidak dapat melihat wajah mereka karena kepala saya yang di tutup kain hitam. Lalu wanita itu memberikan saya suntikan di paha dan membuat saya tidak sadar dan tidak ingat apa lagi yang terjadi setelah itu.
Namun saat saya di temukan di kota ini, saya telah di nyatakan telah melahirkan bayi. Namun saya tidak tahu siapa yang melakukan nya dan siapa bayi itu, serta tujuan wanita itu melakukan ini." Alexsa berkaca-kaca saat menjelaskan hal ini pada Ahn.
Ahn mendengar sangat prihatin dan juga mulai bercerita tentang diri nya.
"Sebenarnya saya berpisah dari isteri saya di karena kan hal yang sangat menyakitkan juga." Ahn mulai menceritakan kisah nya.
"Saya sebenarnya sangat mencintai Helen, mantan isteri saya. Namun ayah saya sangat membencinya karena di ketahui dia mandul, jadi dia tidak bisa memberikan keturunan bagi keluarga Huang.
Ayah ku hampir mengusir nya lalu dia membuat kesepakatan kepada ayah ku. Jika saja dia berhasil melahirkan seorang putra, maka seluruh kekayaan saya akan menjadi milik pribadinya. Ayah langsung menyetujui itu dan malang pun tiba, Helen hamil di saat kepergian saya ke belanda menjalakan bisnis dari ayah.
Saat saya tahu dia hamil saya bergegas menyelesaikan tugas dan segera kembali. Namun semua tetap terlambat. Helen sudah melahirkan Kai malam itu dan saya hanya bisa melihat Helen yang sudah mengendong Kai keluar dari rumah sakit.
Saya bingung apakah saya harus senang atau kecewa. Ternyata dia adalah wanita yang kejam, saat seminggu di rumah dia langsung menyuruh pria simpanan nya menjemput nya kerumah ini, dan dia membawa seluruh sertifikat kekayaan atas nama ku dan meninggalkan Kai di rumah ini.
Sejak saat itu saya sangat membencinya, dan kebencian itu semakin besar hingga sekarang. Jika saja saya bertemu dengan dia sekali lagi, maka saya akan langsung membunuh wanita kejam itu. Ia hanya mencintai saya karena harta." Ahn tersenyum tipis setelah mengatakan kebenaran tentang kehidupan nya.
Kedua nya saling menceritakan permasalahan hidup yang di alami. Bahkan setelah menceritakan ini keduanya menjadi lebih tenang dan tidak dingin lagi dalam melaksanakan ikatan pernikahan.
Setelah saling bercerita masalalu dan menyelesaikan kesalahan pahaman, mereka berdua menjadi lebih care satu sama lain. Ahn yang dulu nya dingin terhadap Alexsa dia sudah mulai melembut dan Alexsa yang membenci bos nya juga sudah mulai memaafkan nya.
__ADS_1
"Namun tetap saja, antara kedua nya tak ada kata cinta melainkan hanya kepedulian.
"Sore hari, Kai dan pak Zhang kembali ke rumah. Di dapur Alexsa sudah menyiapkan makanan malam, sedangkan Ahn memeriksa laporan kerja karyawan nya yang sudah tebengkalai selama 5 menit.
"Alexsaaa! Apa Alexsa memasak sesuatu yang enak?" Kai menghampiri Alexsa yang masih dengan tas dan pakaian sekolah nya.
"Kenapa kai pulang terlalu sore?" Apakah anak umur 5 tahun pulang sekolah di sore hari?" Jawaban nya karena Ahn memasukkan Kai kesekolah asrama, dan kadang kala ada hari dimana Kai tidak pulang."
"Tentu, aku sedang memasak makanan spesial untuk orang yang spesial." Alexsa tersenyum pada Ahn yang ada di samping nya.
"Kai, gantilah pakaian mu dan letakkan tas di kamar mu. Jangan sampai berceceran." Pak Zhang sambil lewat di dapur meneriaki Kai agar menganti pakaian nya.
"Baaaiiik!" Kai juga membalas dengan teriakan.
Kai langsung berlari ke kamarnya. Memang dia lebih mematuhi pak Zhang dari pada Ahn. Karena ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakek nya dari pada ayah nya.
Selesai makan semua nya kembali sibuk dengan urusan masing-masing. Alexsa tidak tahu harus melakukan apa, jika pun ia melakukan perkerjaan rumah sudah ada pelayan yang akan melakukan nya. Jadi Alexsa benar-benar seperti ratu di rumah megah itu.
Melihat jam hampir tengah malam, semua nya segar tidur. Kai yang mandiri seperti biasa tidur tepat waktu. Alexsa yang masih menunggu Ahn di meja makan juga mulai bosen. Alexsa membawa makanan ke ruang kerja Ahn yang berada di dalam kamar mereka. Tak lupa juga Alexsa juga membawakan segelas kopi jika saja Ahn akan bergadang.
Sampai di ruangan itu Alexsa mengetuk pintu dulu seperti kebiasaan nya di kantor.
"Permisi pak, boleh saya masuk?" Alexsa mengetuk pintu dua kali.
"Tentu." Suara Ahn di dalam menyuruh Alexsa masuk.
__ADS_1
Suami nya sangat teliti di bawah lampu yang terang Ahn yang mengunakan kacamata terlihat sangat tampan walau hanya dengan baju kaos.
"Kenapa bapak tidak makan?" Ini saya bawakan sedikit, makan lah dulu baru lanjutkan perkerjaan anda" Alexsa menaru makanan yang di bawak nya di meja yang agak jauh dari meja kerja Ahn.
Ahn hanya menganguk dan kembali fokus dengan tugas nya.
Alexsa menunggu sampai Ahn memakan-makanan yang di bawak nya. Namun jam sudah menunjuk kan pukul 12, Ahn belum makan dari pukul 1 siang setelah makan siang.
"Pak, saya sudah bawakan anda makanan. Tolong di makan dulu." Alexsa mulai kesel dengan Ahn yang sangat egois dengan dirinya sendiri.
"Saya tidak sempat makan sekarang. Mata, tangan dan pikiran saya semua nya sedang berkerja. Jika saya punya tangan tambahan mungkin saja sempat." Ahn berbicara namun pandangan nya tetap pada kertas di hadapan nya.
Alexsa berisi dan mengambil segelas kopi yang sudah dingin lalu meletakkan nya di mulut Ahn.
"Sekarang bapak minum, sudah ada tangan lain yang akan membantu." Alexsa berdiri di samping Ahn.
Ahn menatap kopi yang ada di hadapan nya, ia juga langsung memajukan kepala nya untuk meminum kopi itu. Walaupun sudah dingin, Ahn tidak mempersalahkan hal ini.
Sekarang se sendok makan juga berada di depan mulut nya. Perut Ahn yang juga sudah lapar langsung memakan nya.
Kejadian ini membuat Alexsa merasa kalau dia bukan sedang dengan Ahn, melainkan dengan putra nya Kai hanya saja badan kai tidak sebesar ini.
Suapan terahir, Ahn menghabiskan makanannya dan terakhir ia minum air putih. Alexsa yang merasa perkerjaan nya sudah selesai membereskan piring dan gelas lalu keluar dari ruangan kerja Ahn. Saat membuka pintu, "terimakasih." Ahn berterimakasih pada Alexsa yang membuat Alexsa berhenti di depan pintu, ia berbalik melihat Ahn dan tersenyum.
Sudah lewat tengah malam namun Ahn belum juga selesai dengan kesibukan nya." Alexsa memutuskan untuk tidur deluan, 2 jam setelah nya. Selesai berkerja dan seluruh badan nya lelah ia langsung saja berbaring di atas ranjang yang sama dengan Alexsa dan mereka berdua tertidur.
__ADS_1
Pagi-pagi sekali Alexsa sudah terbangun dan menyadari ada hembusan nafas di lehernya. Saat menoleh ternyata Ahn tidur di samping nya dan posisi kepala Alexsa berada di lengan Ahn.