Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Tindakan BEI


__ADS_3

Di kantor Ahn bekerja seperti biasa, karena kai ikut bersama nya sekarang ia lebih merasa senang dan bisa sedikit melonggarkan pikiran nya mengenai keselamatan Alexsa.


"Papa, Alexsa tidak bekerja di sini, Alexsa


dimana?" Kai duduk di kursi tempat Alexsa biasa duduk.


Ahn hanya diam tak tahu harus berkata apa pada putranya.


"Papa.. kai sedang bicara, tolong dengarkan." Kai dengan suara lembut memanggil Ahn.


"Kai sangat pintar ya, bisa bantu papa sebentar?" Ahn berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


"Tentu, mau di bantu apa?'' kau langsung berjalan ke arah Ahn.


"Tidak banyak, bisa tolong kai antar kan ini kepada nona berkacamata di ruangan Alexsa biasa bekerja?" Ahn memberikan beberapa kertas yang telah di periksa dan masih ada kesalahan.


"Hanya ini? Kai tau nona itu dia teman Alexsa kan. Kai akan kembali dengan cepat." Anak itu mengambil kertas dari tangan Ahn dan membawanya ke lantai 3.


Saat sedang berjalan keluar dari ruangan Ahn banyak pegawai yang memperhatikan kai, di dalam kantor yang serius ini ada seorang anak lucu sedang berjalan dengan kaki kecilnya.


"Tuan muda, bisa berkenalan dengan ku?" Seorang pegawai muda mendekati kai.


"Tentu, aku Han Kai-huang anak nya papa Ahn. Nona siapa?" Anak ini sangat mudah dekat dengan orang baru.


"Astaga, kau manis sekali. Ternyata memang putra tuan Ahn." Pegawai itu sangat menyukai kai.


"Sudah tidak ada pertanyaan lagi, aku harus bekerja. Sampai jumpa." Kai melambaikan tangannya kepada para wanita itu.


Naik lift dan turun dari lantai 5 ke lantai 3 bukan lah hal yang sulit untuk kai.



Sampai di ruangan yang dituju, kai menuju meja kerja wanita berkaca mata itu.


"Nona, papa suruh aku mengantar ini. Tolong di periksa ya." Kai memberikan kertas kepada wanita berkacamata itu.


"Oh tuan muda, maaf merepotkan mu. Kau manis sekali, bisa aku minta satu pelukan?" Siapa saja tentu akan langsung luluh melihat nya.


"Tentu." Kai memeluk wanita itu dan langsung pergi.


Tingkah buaya apa yang ada di dalam diri anak ini😆. Saat sedang berjalan kai tidak sengaja melihat Helen juga ada di lantai 3.


"Bibi.. sebelah sini!" Kai melambaikan tangannya memanggil Helen.


Helen melihat anak itu dan langsung menghampirinya.


"Kai, ada apa disini? Apakah sudah sembuh?"


"Sudah. Bibi ada apa? Apa mencari papa?"

__ADS_1


"Kai tahu dimana tuan Ahn?" Helen memperhatikan kai.


"Tentu, ayo ikut." Kai langsung menarik tangan Helen menaiki lift.


'anak ini sangat baik, Ahn membesarkan nya dengan baik.' Helen diam-diam tersenyum melihat kai saat berada di dalam lift.


"Papa.. tugas sudah selesai, apa ada yang bisa kai kerjakan?" Kai langsung membuka pintu dan membawa Helen masuk.


"Tidak.." Ahn langsung berhenti menyadari kehadiran Helen.


"Sepertinya masih ada, apa kai bisa membantu papa meminta segelas teh dan cemilan pada pelayan di dapur? Dapur nya ada di dekat kamar mandi. Tolong ya." Ahn tersenyum, ia ingin anak nya keluar sebentar.


"Baiklah, papa tunggu saja. Kai akan kembali." Kai berjalan ke luar ruangan dan menutup pintu ruangan Ahn.


"Sekarang, katakan ada apa?" Ahn langsung memasang wajah serius.


"HM.. begini Ahn, maaf aku mendatangi kantor mu. Tapi tenang saja saat aku ke sini aku memakai masker, jadi tidak ada yang mengetahui ku." Helen terlihat cemas.


"Tidak masalah, katakan ada apa?"


"Begini Ahn, tadi saat aku di hotel aku menerima surat. Surat itu berisi kalau aku harus segera melunasi hutang tapi aku tidak pernah berhutang, sungguh." Helen mengangguk beberapa kali.


"Hanya itu, kau ingin aku membayar hutang mu? Berapa?"


"Tapi bukan itu maksud ku kesini. Aku datang karena Gao menelepon ku, dia tahu kalau aku disini da bersama mu. Jadi dia mengancam ku, dia memaksa agar aku meminta uang dari mu lagi."


"Apa?! Memang nya siapa dia!" Ahn memukul meja nya.


"Baiklah, tapi jangan sampai ada yang melihat mu. Aku tak mau kalau ada yang menyebar berita buruk tentang ku lagi." Ahn langsung melanjutkan pekerjaan nya.


Sekitar 2 menit kemudian kai kembali membawa seorang wanita untuk membantunya membawa pesanan dari Ahn.


"Papa, kai tidak bisa bawa semua. Jadi suruh dia membawa." Kai masuk ke ruangan Ahn dan melihat Helen serta Ahn hanya diam dan jarak mereka berjauhan.


"Bibi kenapa menggunakan masker?" Kai menyadari kalau Helen menutup wajahnya.


"Itu karena... Karena aku sedang sakit kai." Helen hanya memiringkan kepala sedikit agar kai tidak banyak bertanya.


___di tempat Gao___


Alexsa selesai membereskan dirinya, ia pergi ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa di makan karena ia bangun kesiangan.


"Sudah jam 11, pantas saja aku merasa lapar." Alexsa berjalan ke dapur sambil memegang perutnya.


Sampai di dapur, Alexsa melihat BEI sedang memotong beberapa buah semangka. Alexsa tak ingin memperdulikan nya, dia hanya lewat dan mengambil beberapa sayuran di dalam kulkas.



Alexsa sama sekali tak menoleh ke belakang dimana saat itu BEI yang memegang pisau tepat berada di belakang Alexsa.

__ADS_1


"Nona, tuan menyuruhku mengantar kan mu ini." Seorang penjaga membawa beberapa piring berisi makanan di tangannya.


"Tentu, terimakasi. Taruh saja di meja, aku ingin membuat sebuah salad." Alexsa


hanya menoleh sebentar dan lanjut memotong sayuran di depannya.


"Tapi.. nona tuan tak mengizinkan mu makan selain yang aku bawa."


"Baiklah, aku akan makan yang ini saja." Alexsa berjalan ke depan meja makan dimana BEI juga ada di sana.


Alexsa melihat beberapa piring makanan di atas meja berisi makanan yang cukup berat untuk di katakan sarapan.



Alexsa memperhatikan BEI yang memotong buah semangka dengan santai.


"Kenapa melihat ku, makan saja makanan mu." BEI tahu dirinya di perhatikan.


"Apa..aku, aku hanya melihat semangka itu. Kenapa memotong nya terlalu banyak?" Alexsa terkejut BEI menyadari tingkahnya.


"Aku akan memakan nya, kenapa? Apa kau mau minta beberapa potong dari ku?" BEI tetap tak melihat Alexsa.


"HM.. tidak, makanan ini saja sudah akan membuat ku kenyang." Alexsa menunduk ia tak berani melihat BEI lagi.


Selesai makan, Alexsa langsung membereskan piringnya. BEI juga sudah selesai memotong buah semangka. Ia memasukkan nya dalam sebuah mangkok dan semangka itu cukup banyak.


BEI meninggalkan dapur dan membawa semua semangka ke kamar.


"Apa yang akan dilakukannya? Semangka sebanyak itu ingin dimakan sendiri?" Alexsa


mencuci piring nya tapi memikirkan BEI.


Karena selesai melakukan pekerjaan dia kembali ke kamar karena tak tahu harus melakukan apa, sampai di kamar dia terkejut melihat BEI berbaring di ranjang nya dan memakan semangka.


"Tuan, seharusnya jangan berbaring disini. Aku..ini kamar ku." Alexsa malu-malu berdiri di depan pintu.


"Tuan? Aku bukan majikan mu, aku tak ingin kau memanggilku tuan. Panggil BEI saja." BEI sama sekali tak mempedulikan Alexsa di depan pintu.


"BEI, tapi ini kamar ku."


"Kamar mu? Aku pikir ini kamar kakak ku, jadi aku juga bisa tidur disini."


"Tapi dia sudah memberikan ku kamar ini."


"Tidak, aku ingin disini. Kau cari tempat lain!" BEI melempar sepotong semangka pada wajah Alexsa.


"Aak(terkena semangka), apa maksud mu. Aku lebih dulu sampai disini, aku tak akan pergi. Kau yang harus pergi!" Alexsa mengambil semangka dan menginjak nya.


"Aku tidak peduli, jika kau tetap mau disini kau bisa tidur di lantai. Aku tak akan beranjak dari sini." BEI tetap dengan santai memasukan satu persatu potongan buah semangka ke mulut nya.

__ADS_1


Alexsa tak bisa diam lagi, dia menghampiri BEI dan terlihat kesal.


"Kenapa? Mau menarik ku? Aku peringatkan jangan sentuh aku! Aku tak pernah menyentuh kulit manusia lain selain kakak ku." BEI menunjuk Alexsa.


__ADS_2