
"Kau kenal dia..?" Apa dia seperti ayah?" Wanita berkacamata itu mengikuti Alexsa dari belakang.
"Kemarin aku menemani nya saat kerumah pak zhang. Dan seperti yang kau lihat di lebih arogan di bandingkan ayah nya, dia suka memerintah seperti kakek nya. Tapi wajah yang manis itu membuat ku melupakan kalau di putra Ahn." Alexsa berjalan hingga sampai ke kursi nya lagi.
"Lalu kenapa dia ingin melamar mu. Lebih baik kau memikat hati pak Ahn biar bisa menjadi ibu dari anak itu." wanita berkacamata memberi saran sambil berbisik.
..."Apa? Itu tidak mungkin. Pak Ahn sudah beristeri dan istri nya sedang pergi, bagaimana aku merusak rumah tangga mereka....
"Tapi anak itu menyukai mu lo.
"Kau tidak dengar kata anak itu tadi? Dia ingin melamar ku. Jadi dia ingin aku jadi istri nya bukan mama nya." Alexsa berbicara dengan alis berkerut mencoba memastikan.
"Haah, iya-iya..teserah kamu saja." Wanita berkacamata itu tersenyum kecil.
Diluar saat di parkiran. Papa, lepas..haa! Aku akan melamar Alexsa dan papa...papa menghancurkan nyaaa...Haaa." Anak itu berbicara dengan tersedu-sedu dan langsung menangis keras.
"Diam!!! Kau jangan keterlaluan, berapa kali aku bilang. Jangan datang ke kantor tampa pengawasan, kalau kau di culik saat perjalanan kesini bagaimana haa?" Kamu mau aku membayar tebusan nanti. Aku tidak mau membuang uang ku paham!" Ahn membentak anak itu sampai dia terdiam dari tangisan nya.
"Baik, papa pikir uang lebih berharga? Baik aku akan mengikuti kata papa. Aku tidak akan kesini dan kemana-kemana lagi jika sendirian." Kai menghapus air mata di pipi chubby nya.
"Nah begitu. Itu baru anak keluarga Huang, sekarang pulang dengan supir yang mengantar mu tadi." Ahn mengusap kepala anak itu.
"Baik" anak itu memegang kedua saku celananya lalu berjalan ke arah mobil yang mengantar kan nya tadi.
"Ahn yang melihat itu merasa lega dan kembali masuk ke dalam kantor. Mendengar ayah nya pergi karena suara pintu kantor tertutup. Kai membalikkan badan nya dan berlari kesamping kantor di kafe kecil menunggu Alexsa Pulang.
Sekitar jam 3 siang Alexsa baru keluar dari kantor dan melihat Kai menunggu di depan kefe kantor itu.
"Kai, kenapa belum pulang?" Alexsa berjalan menghampiri Kai.
Alexsa, aku menunggu mu dari jam 2 yang lalu ayo kita pulang." Kai mengandeng tangan Alexsa.
"Kemana?" Alexsa menarik tangan Kai untuk tetap diam di tempat.
"Kerumah Alexsa, Kai mau maen kerumah Alexsa." Kai menatap Alexsa dengan senyuman.
"Baik, tapi apakah pak Ahn tidak akan mencari mu." Alexsa bertanya sambil berjalan.
"Tidak apa-apa, tadi saat marah papa bilang kalau uang lebih berharga dari Kai." Jadi kalau Kai hilang juga tidak masalah." Alexsa dan Kai berjalan memasuki taksi yang di sewa Kai saat mengantar nya kesini.
Alexsa hanya menurut dan sampai kerumah nya.
__ADS_1
"Ini pak bayaran nya." Alexsa mencoba memberikan ongkos kepada taksi yang di tumpangi nya tadi.
"Jangan Alexsa, biar aku yang bayar." Kai mengeluarkan Black Cart dari sakunya.
Setelah membayar mereka masuk kedalam Rumah.
"Kai mau minum apa, biar Alexsa buatkan." Alexsa berbicara sambil menyekap kain pintu yang menutup jendela beras di ruangan itu.
"Alexsa memberikan apa pun pada Kai, Kai minum." Kai langsung berlari ke arah sofa dan duduk di atas nya.
"Baik-baik, Alexsa ambilkan susu dulu yah." Alexsa meletakkan tas nya dan menuju dapur.
Saat Alexsa mengambil gelas, Kai berlari mengejar Alexsa kedapur.
"Kai, kenapa tidak menunggu di depan? Alexsa melihat kebawah menatap Kai.
Kai mengambil gelas dari tangan Alexsa." Tuang kesini Alexsa" Kai mengangkat gelasnya.
Setelah menuangkan produk susu dingin kedalam gelas Kai, Kai langsung meminum nya dan meminta nya lagi.
"Lagi, Kai mengangkat gelasnya lagi."
"Kenapa Kai, ingin ke rumah Alexsa?" Alexsa bertanya saat baru duduk di sofa.
"Kai tidak suka papa, orang bilang kalau sudah menikah akan tinggal bersama. Jadi Kai ingin tinggal bersama Alexsa.
"Apa, dimana Kai belajar semua hal itu..?" Alexsa bertanya karena bingung dengan perkatan Kai.
"Kai melihat di tv."
"Apa pak Ahn tidak marah saat melihat Kai menonton yang seperti itu."
"Tidak, papa tidak di rumah."
Kai berbicara terus terang tentang hal yang dia ketahui.
Alexsa melihat jam dan menyadari sudah setengah empat. Ia bergegas masak dan saat Kai melihat Alexsa di dapur kai juga ikut kedapur.
"Alexsa mau dibantu?" Kai menawarkan diri nya.
"Kai, memang kai bisa bantu apa?"
__ADS_1
"Kai bisa membantu mengupas bawang." Kai mengambil pisau daging di dekat nya.
"Eh, jangan. Itu berbahaya Kai, pakai ini." Alexsa meberikan pengupas kentang pada Kai.
"Apa ini, Kai kan mau mengupas bawang. Kalau ini mana bisa." Kai memperlihatkan wajah tidak suka nya."
"Kai jangan kupas bawang, Kai bantu kupas kentang saja yah." Alexsa memberikan sepiring kentang pada Kai.
"Baiklah" Kai langsung melakukan perkerjaan nya.
Selesai memasak Kai dan Alexsa makan dan tak terasa hari sudah senja.
Ahn pulang dari kantor. Saat di Ahn tidak melihat Kai, dimana pun itu dia tidak bisa menemukan nya. Tetapi Ahn tetap tenang mungkin Kai pergi bersama kakek nya.
Saat hampir malam, Kai minta dimandikan Alexsa.
"Alexsa, badan Kai terasa tidak nyaman. Tolong mandikan Kai." Kai sudah melepaskan kancing baju nya.
"Kai tidak bisa mandi sendiri?" Alexsa sedikit bingung dengan permintaan Kai.
"Tidak, kalau Kai di rumah biasanya pelayanan yang memandikan." Kai sudah melepaskan seragam sekolah nya.
"Baiklah, Alexsa akan ganti baju dulu ya." Alexsa melihat baju nya yang masih memakai baju saat di kantor.
"Alexsa mandi dengan Kai juga?"
"Ti-tidak, aku hanya menganti baju ku karena ini sedikit sempit." Alexsa langsung ke kamar nya.
Selesai ganti baju Alexsa langsung kembali ke ruangan tamu membawa handuk." Saat di sana Alexsa melihat Kai yang sudah tidak memakai baju berdiri di belakang vas bunga.
"Kai, kemari pakai handuk." Alexsa menghampiri Kai.
"Iya, ayo mandi." Kai langsung memakai handuk dari tangan Alexsa dan tersenyum melihat Alexsa yang memakai kaus putih lengan pendek dan celana hitam selutut.
Saat sedang memandikan Kai. Semuanya normal, Saat hampir selesai mandi Kai dengan sengaja menyiram Alexsa. Dan kaus putih itu menjadi transparan.
Kai, kenapa menyiram ku?" Alexsa terkejut dan langsung mengibas baju nya yang basah.
"Alexsa kenapa tidak mandi? Kan sudah malam?" Kai tetap menyiram Alexsa.
^^^ ^^^
__ADS_1