
"Tidak, setelah dia mempermalukan ku di rapat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan nya. Bahkan aku tidak tahu apakah dia lebih bahagia atau tidak, aku heran apakah pria itu membayar Helen untuk menjatuhkan ku atau mereka berkerja sama." Ahn kembali melanjutkan makan nya.
Alexsa terdiam saat mendengar ucapan Ahn, jadi saat dia sampai di kota ini pertama kali mungkinkah keluarga Ahn dalam situasi yang keras ini.
...Mereka selesai makan malam, Ahn tidur lebih...
^^^cepet, sementara Alexsa masih terbangun.^^^
Alexsa masih berpikir bagaimana dia menjatuhkan orang yang bahkan dia belum kenal, tiba-tiba notifikasi di ponsel Alexsa mengenai berita tentang Gao masuk.
*Sesorang pengusaha yang mengalahkan keluarga Huang tiga tahun lalu kembali membuat semua tercengang dengan keputusan nya untuk membangun sebuah bandara, proyek besar ini apakah akan menjadi puncak kemenangan keduanya?-
Alexsa terkejut bahkan keinginan pria ini lebih besar dari Ahn yang ingin membangun hotel.
Alexsa heran dengan pria ini bagaimana bisa ia mengajukan proyek yang sangat besar, bukankah pendanaan terbatas.
__ADS_1
Alexsa mencari berita yang mengenai Gao, hanya beberapa kesuksesan yang yang ia raih namun kenapa ia langsung bisa mengajukan permintaan yang besar.
Dari pencarian selama 2 jam di ponsel nya Alexsa mengetahui dua hal penting, pertama tuan Gao bukan seseorang pengusaha yang dipimpin atau atas nama nya, yang kedua pria itu meminta pembangunan sekolah namun sekolah itu tidak di bangun hingga sekarang. Lalu dimana biya yang telah di berikan penyelenggaraan."
Semakin Alexsa mencari dia semakin bingung, informasi tentang pria ini sangat sedikit. Saat Alexsa ingin mencari fakta lain tiba-tiba Ahn menjakau ponsel Alexsa.
"Sudahlah tidur dulu. Besok hari masih panjang, jangan paksakan dirimu." Ahn mengenggam ponsel Alexsa dan kembali tertidur.
Alexsa tidak bisa mencari di handphone, dia memutuskan untuk membuka laptop Ahn untuk mencari fakta lain, namun Ahn malah menarik baju Alexsa dan tetap memaksa nya untuk tidur."
"Kenapa kau tidak mendengar, semua masih bisa dilakukan besok!" Ahn berbicara tapi mata nya tetap tertutup.
Sebenarnya Ahn tahu kalau Alexsa mencari informasi tentang Gao, namun Alexsa yang baru sembuh dari demam membuat Ahn khawatir kalau dia akan demam lagi.
Sekitar 10 jam Alexsa sudah selesai mengurus diri nya dan memilih untuk segera
__ADS_1
mencari fakta lain mengenai Gao." Bagi Alexsa sekarang yang penting adalah bagaimana cara menepati janji nya pada Ahn. Ahn yang baru bangun melihat Alexsa yang sedang duduk di depan laptop dengan pandangan yang serius.
Ahn bangkit dari kasur dan berjalan menuju sofa yang diduduki Alexsa.
"Apa ada hal yang baru kau temukan?" Ahn melihat ke arah layar laptop.
"Bukan hal yang penting namun hal yang membingungkan, apa bapak tahu tentang perkerjaan Gao?" Alexsa melirik Ahn sejenak.
"Tidak, tapi tidak semua mereka dalam perkumpulan ini adalah pengusaha, ada yang terlibat industri per
filaman dan pasar ekspor, hanya itu yang aku tahu tapi yang jelas tidak semua mereka pengusaha." Ahn mengusapkan beberapa helai rambut nya yang menutupi mata nya."
..."Begitu yah, dari yang aku cari semalam tentang tuan Gao, dia itu bukanlah seorang pengusaha karena tidak ada perusahaan atas nama nya dan dia....
...Dia juga pernah meminta proyek sekolah namun sekolah itu sampai sekarang belum di bangun....
__ADS_1
Apakah mereka semua ada hubungan dengan ajuan proyek tuan Gao tahun ini?" Alexsa menggigit kuku nya merana ini sangat membingungkan.
"Dia tidak membangun sekolah? Tapi dia sudah mendapatkan biayanya, dan untuk proyek tahun ini memang apa yang di minta pria itu?' Ahn bingung dengan apa yang di katakan Alexsa."