
Ahn merasa sangat senang dan menyayangi Alexsa karena ia tak pernah melalui masa kehamilan Alexsa saat mengandung kai, dan sekarang ia sudah bisa bersama Alexsa saat mengandung anak nya yang kedua.
Sayangnya, Ahn tidak tahu kalau anak itu bukan anak nya melainkan anak murni dari Gao.
"Sudah terlalu siang, cahaya matahari nya akan sangat terik. Mari aku bantu masuk ke dalam." Ahn menggandeng Alexsa untuk kembali ke dalam rumah.
Sudah saat nya untuk memberitahukan kalau BEI akan kembali ke departemen. Jadi BEI meminta semua nya berkumpul di ruang utama.
Semua sudah duduk dan menunggu apa yang ingin di sampaikan BEI.
"Ada apa BEI, kenapa tiba-tiba mengumpulkan kami? Apa ada sesuatu yang penting?" Pak Zhang melihat BEI yang sudah memakai pakaian jas putih tapi sepanjang lutut seperti seorang ilmuan.
"Aku mengumpulkan kalian semua karena aku ingin memberitahukan kalau aku akan kembali ke departemen kesehatan."
"Kenapa tiba-tiba sekali? Apa ada sesuatu yang mendesak?" Ahn memandang dengan mengerutkan keningnya.
"Seperti yang aku katakan di awal kakak pertama, aku hanya seorang bawahan di sana. Jadi aku tidak bisa mengambil cuti yang banyak, ini sudah terlalu banyak dan aku sudah di panggil lagi untuk bertugas."
"Kau tinggalkan disini dan buat rumah sakit sendiri, biar aku yang membiayai."
"Ahaha, tidak ayah Ini tidak bisa. Lagi pula aku melakukan tugas ini karena hobi bukan karena keharusan mencari uang."
"Baiklah, jika kau memang sudah di panggil untuk bertugas, lalu kapan kau akan berangkat?"
"Aku akan berangkat sore ini. Sekarang sudah jam 3 mungkin setelah makan malam akan langsung pergi, Aku juga sudah mengemas barang-barang ku."
"Apa kami bisa mengantar mu?" Pak Zhang terlihat berat melepaskan BEI.
"Tidak usah repot-repot ayah, aku akan pergi dengan kakak karena nanti kakak juga harus melakukan pembagian gaji untuk pegawainya."
"Baiklah, Gao tolong jaga adik mu ya. Antarkan dia dengan selamat dan harus pulang dengan selamat lagi." Pak Zhang melihat ke arah Gao yang berdiri di samping BEI.
"Aku akan mengantar nya nanti, kenapa menasehati ku sekarang. Lagipula aku bisa menjaga diri, kau tenang saja." Gao membuat senyuman palsu yang sangat jelas.
__makan malam__
__ADS_1
Sekarang adalah saat makan malam, mereka semua makan di meja makan dengan baik. Kai selalu memperhatikan BEI yang terlihat berbeda hari ini. Sebelum nya BEI terlihat santai dan manis, tapi sekarang ia terlihat serius dan dingin.
"Paman BEI, apakah paman memang seperti ini?" Kai bertanya saat melihat BEI memotong daging di depannya dengan kecil dan makan dengan anggun.
"Seperti ini, seperti ini apa maksud mu? Memangnya aku seperti apa?"
BEI anak dengan postur tegak dan bahkan hanya kepalanya yang menunduk.
"Kai, jangan menanyakan pertanyaan aneh saat makan.. sat.." Alexsa menasehati kai.
"Maksud ku.. paman hati ini terlihat lebih seperti paman Gao, dulu paman sangat manis, sering tersenyum dan banyak bicara sekarang terlihat seperti paman Gao."
"Aku terlihat manis? Apa seperti ini (tersenyum memejamkan mata dan memperlihatkan taringnya), kau alah kai.. aku sebenarnya seperti ini, seorang ilmuan kesehatan harus bersifat perfeksionis, bersih, dan tenang. Jika sebelum nya kau melihat ku manis itu hanya sebuah sampul, sekarang aku akan kembali ke pekerjaan ku. Jadi aku juga harus kembali pada diriku sendiri." BEI mengakhiri pembicaraan dengan tersenyum manis.
"Baiklah kai mengerti. Paman BEI memang seperti ini, tapi tetap manis. Hehe.."
"Apa luka di mataku mengurangi kadar manis di wajah ku?"BEI masih tersenyum mengangkat sebelah rambutnya memperlihatkan mata kirinya.
"Tidak, walaupun tanda itu ada paman BEI tetap terlihat manis."
"Aku tidak bilang begitu." Kai cemberut dan terlihat malu.
Semua tertawa dengan ekspresi wajah kai.
Selesai makan malam, semuanya berdiri di depan pintu utama untuk mengucapkan salam perpisahan pada BEI.
"Ayah, aku pamit. Mungkin aku tak akan berkunjung dulu untuk waktu yang lama." BEI memeluk pak Zhang.
"Kakak pertama, terimakasih sudah menerimaku dengan baik. Aku pergi dulu." BEI memeluk Ahn.
"Tidak masalah adik, datanglah lagi disaat kau rindu dengan rumah." Ahn berbicara saat memeluk BEI.
"Kakak ipar Alexsa, maaf aku tak bisa menemani sampai proses kelahiran mu. Tapi aku sudah sangat senang mengetahui anggota keluarga baru akan datang." BEI tidak memeluk Alexsa tapi menyentuh dan mengusap perut besar Alexsa.
"Tidak apa BEI, kau sangat baik beberapa waktu ini. Karena persetujuan mu keluarga ini lengkap Kembali, aku pasti akan sangat merindukan mu." Alexsa mengusap tangan Ahn sebentar.
__ADS_1
"Selanjutnya anak nakal ini, wajah mengerikan ini akan pergi tolong jaga ibu dan adik mu nanti. Tidak usah menjaga papamu, dia sangat kuat dan akan melindungi kalian." BEI mencubit hidung kai dan membuat kai kesal.
"Kai bukan anak nakal! Tentu saja kai akan menjaga mama dan adik,.paman hati-hati dan jangan terlalu sok bersih, nanti tidak ada wanita yang dekat dengan paman." Kai malah mengejek BEI dan tertawa.
"Lihat kan, kau memang sangat nakal. Baiklah aku akan pergi sekarang, jika terlambat pesawat akan lepas landas. Cepat cium aku." BEI membungkuk kan badannya dan menunjuk pipi kanannya pada kai.
"Hmmmuaah...!" Kai mencium pipi kanan BEI 2 kali dan membuat semua tertawa.
"Terimakasih, lihat aku sudah tidak sok bersih lagi kan." BEI tersenyum dan mengangkat tas tangan di lantai .
"Hati-hati BEI, semoga selamat sampai tujuan!" Ucapan doa mengiringi BEI dan Gao yang mulai berangkat serta lambaian tangan mereka yang melepas kepergian BEI.
Di perjalanan, semua sangat lancar. BEI melihat buku-buku kesehatan dan membacanya sepanjang jalan ke bandara.
"Kau sangat hebat, kau membuat ruang di hati mereka." Gao memperhatikan Bei yang sedang membaca.
"Tidak juga, aku melakukan itu agar saat kau melakukan kesalahan mereka ingat tentang ku dan kebaikan ku. Kau juga lakukan hal itu, agar saat kau ingin meminta sebuah kesepakatan atau memerintah maka mereka akan langsung menyetujui nya. Itu namanya manipulasi otak aku sering melakukan nya pada orang baru agar mereka mau membantuku."
"Baik aku juga akan melakukan nya kapan-kapan."
Sampai di bandara BEI langsung menuju ke pengecekan barang karena ia sudah memesan tiket online sebelumnya.
"Kak, sampai disini saja mengantar ku, aku akan langsung ke pesawat, terimakasih sudah membantu dan untuk uang ku. Jaga dirimu baik-baik, aku akan mengunjungimu lagi jika ada waktu suatu hari nanti. Jangan lupa kirimkan foto-foto anak mu jika sudah lahir pada ku dan beritahu aku siapa namanya." BEI terlihat buru-buru.
"Tentu saja, kau juga adik kecil ku. Dunia sana sangat keras, aku tak ada lagi untuk melindungi mu. Jaga dirimu baik-baik." Ahn menepuk pundak BEI dengan lembut dan tersenyum tulus.
BEI tetap lah adik kecil bagi Gao senyuman dari Gao membuat BEI terharu dan ia langsung memeluk kakak nya itu.
"Hei, kenapa ini. Bukan kah kau sudah dewasa, apa kau menangis di pangkuanku lagi?" Gao juga memeluk BEI dan mengusap kepalanya.
"Kau selalu membuatku menangis, tertawa, dan marah. Tapi kau benar aku selalu adalah adik kecil mu." BEI memeluk Gao beberapa saat dan melepaskan pelukannya.
"Pergilah, pesawat mu akan pergi. Aku juga harus pulang sebelum larut."
Lambaian tangan dari Gao melepas BEI kembali untuk tugas nya.
__ADS_1
Gao menunggu di luar bandara di dalam mobilnya sampai ia melihat pesawat yang di tumpangi BEI lepas landas, setelah itu barulah ia pulang.