
Melaju beberapa puluh kilometer dari kota, Ahn mulai ragu apakah itu benar adalah mobil Gao yang membawa Alexsa . Bahkan mereka tidak melihat mobil hitam dengan bercak merah pada pintunya. Mobil Gao tidak di pasangi plat mobil, jadi sangat sulit bagi polisi melacaknya.
Sudah 4 jam mereka berkendara namun tak ada tanda-tanda keberadaan mobil Gao padahal mereka melaju di jalan yang sama.
Ahn memutuskan berhenti di pinggir jalan di perbatasan kota.
"Ayah, aku bingung. Apakah kita sudah mengikuti mobil yang benar?" Ahn menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Aku tidak tahu, sebaiknya kau terus berusaha mencari. Jangan langsung menyerah, siapa yang harus di harapkan Alexsa jika kau sendiri menyerah." Pak Zhang menatap Ahn yang terlihat putus asa.
"Sebaiknya kita kembali ayah, aku tidak bisa meninggalkan kai terlalu lama." Ahn memutar mobilnya dan melaju kembali ke kota. Padahal sedikit lagi mereka akan menjumpai gedung tua yang di singgahi Gao.
Kembali ke kota, Ahn memutuskan tinggal di Hera Gold bersama kai. Di rumah itu sudah tidak tersisa barang berharga karena semua sudah di sembunyikan pada berangkas bank di kota.
__di Hera Gold__
"Papa, kenapa tidak membawa Alexsa?" Kai menghampiri Ahn yang baru membuka pintu.
"Alexsa sedang sibuk kai." Ahn tidak mengacuhkan kai dengan wajah yang tersenyum.
"Kakek, apa Alexsa benar-benar sibuk? Apa Alexsa tidak ada waktu menemui kai?" Kai langsung menghampiri pak Zhang yang membawa sisa pakaian ahn dari mobil.
"Kai, dengar yang papamu katakan? Alexsa sedang sibuk jadi dia tidak bisa kembali sekarang. Kai tidur siang ya, sudah lewat tengah hari." Pak Zhang mengusap kepala Ahn dan meninggalkan nya.
"Apa Alexsa benar-benar sibuk? Apa papa dan kakek membohongi kai?." Kai berjalan menaiki tangga dan berbicara dengan boneka di tangan nya.
___di tempat Gao___
Akhirnya mobil sampai di luar kota
Gao langsung melaju ke sebuah rumah yang berada di atas bukit dengan para bawahannya.
Sampai di atas perbukitan, rumah yang di tuju Gao sangat mewah. Namun kemewahan itu tidak terlihat dari luar karena di tutupi pagar beton setinggi 3 meter di setiap sisinya.
"Kita sudah sampai sayang, lihatlah rumah barumu."Gao menggendong Alexsa keluar dari mobil.
Alexsa melihat rumah besar itu, terlihat biasa saja tapi dengan pagar setinggi itu membuat rumah ini terlihat seperti kastil di tengah hutan.
" Ayo masuk, kita lihat dimana kamar mu." Gao menggendong Alexsa dengan lembut dan membawanya ke dalam rumah.
Saat Gao masuk ke rumah itu terdapat pengamanan ganda dimana hanya dengan kartu di tangannya pintu rumah itu dapat terbuka.
Gao memasuki rumah besar itu dan di dalam rumah terlihat sangat megah, para bawahan mengamankan lokasi dari luar.
__ADS_1
Gao meletakan Alexsa di sebuah sofa kuli, dan di lantai terlihat karpet berbulu hitam.
Alexsa menatap karpet itu cukup lama, Gao menyadarinya dan dia membuka sepatu Alexsa agar Alexsa bisa Merakan karpet itu.
"Sini, biar aku bantu." Gao melepas sepatu Alexsa.
"Rasakan lah, ini kulit beruang asli." Gao tersenyum saat mengatakan itu.
Alexsa langsung merasa tidak tenang, dan melihat setiap pajangan di dinding. Banyak pajangan tanduk dan Gao juga mengatakan bahwa semua itu asli.
"Kau suka ini? Semua nya asli. Di sana adalah kepala singa yang di awetkan dan itu baru aku tangkap 7 bulan yang lalu." Gao menunjuk ke pajangan kepala singa di samping tv.
"Kenapa kau tidak menjual saja semua barang-barang ini dan kau akan bisa melunasi hutang mu." Alexsa berbicara dengan tenang pada Gao.
"Karena mereka semua berharga bagi ku. Sama seperti mu sekarang, kalau kau berharga bagi Ahn maka dia tidak akan membiarkan mu disini tanpa membayar dengan saham nya." Hai menyentuh wajah Alexsa dengan punggung tangannya.
"Tolong jangan menyentuh saya, atau saya akan melukai diri saya!" Alexsa langsung mengancam Gao.
"Apa? AHahaha... Hai mau melukai diri sendiri? Bagaimana, katakan padaku!"
"Seperti ini!" Alexsa membenturkan kepalanya pada meja marmer putih di hadapannya.
Langsung timbul lebam di kening Alexsa dan membuat Gao panik.
"Anda tidak mau saya terluka, tapi kenapa mengikat saya dengan sangat kuat! Lepaskan saya!" Alexsa meronta-ronta dengan menggerakkan badannya.
"Diam!! Kau jangan melawan dari apa yang aku lakukan! Aku tidak akan melepaskan mu, aku akan menaruh mu di sebuah kandang dan barulah aku melepaskan mu." Gao kembali membuat senyum mengerikan kepada Alexsa.
Gao meninggalkan Alexsa yang terbaring di sofa dengan ke adaan masih Ter ikat.
Beberapa menit kemudian dia kembali membawa seutas tali dari kulit dan langsung mengikatnya pada leher Alexsa.
"Apa ini, jangan lakukan ini pada saya!" Alexsa berusaha melepaskan diri namun usahanya sia-sia.
"Sudah aku hilangkan, aku akan meletakan mu dalam kandang. Dan yang biasanya di dalam kandang itu adalah.. binatang! Hahaha..!" Pria itu tertawa dengan keras melihat Alexsa yang terikat.
Alexsa melepaskan ikatan di kaki Yura dan membuang sepatu nya agar tidak beralaskaki.
Gao menarik tali yang Ter ikat di lehernya Alexsa dengan paksa dan membuat Alexsa terpaksa mengikuti tali itu jika tidak dia akan tercekik.
"Ayo ikut aku, aku akan membawamu ke kamar ku." Gao terus menarik tali itu dengan keras.
Alexsa terpaksa mengikuti karena tangan nya masih Ter ikat dan dia tidak bisa melawan.
__ADS_1
Sampai di kamar Gao, Gao mendorong Alexsa pada sangkar besi yang menempel langsung pada dinding kamar itu.
'apa ini, dia benar-benar memelihara manusia?' Alexsa terkejut saat memasuki sel seperti penjara itu.
"Lihat, kau sudah punya rumah baru. Kau akan tinggal disini selama Ahn belum menjemput mu." Gao masih memegang tali dari leher Alexsa dan menatap nya dengan pandangan angkuh.
Gao langsung membalik badan Alexsa dengan kasar dan menarik tali yang mengikat tangan Alexsa. Dan langsung mengunci sel tersebut.
"Anda benar-benar jahat, bagaimana bisa anda memperlakukan saya seperti binatang?" Alexsa memegang besi sel dan berteriak pada Gao.
"Hahaha.. santai saja. Kau bukan yang pertama disini, kau sudah menjadi yang ke-empat setelah peliharaan terakhir ku mati. Dan satu lagi jangan berteriak, itu sangat menjelaskan pada ku kalau kau benar-benar seperti an**Ng" Gao memiringkan kepalanya dan tersenyum pada Alexsa.
Alexsa gemetar saat mendengar kata mati dari Gao, bagaimana bisa seorang manusia mati di dalam kandang ini.
Gao mengikatkan tali dan menggembok tali itu di sangkar versi tadi sehingga Alexsa bisa bergerak benar di dalam sangkar.
Gao duduk di atas kasur nya dan melihat ke arah Alexsa yang berusaha memutuskan tali itu.
"Tunggu, kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang? Coba aku lihat, kau sudah di kandang, di ikat di leher, tidak memakai alas kaki, dan..? Apa lagi yang kurang?" Gao memegang dagunya dan melihat Alexsa dari atas sampai bawah.
"Aa, aku ingat. Seharusnya binatang tidak menggunakan pakaian bukan?"
"Apa? Tidak-tidak jangan lakukan itu pada saya! J-jangan mengambil pakaian saya." Yura mundur dan menutupi dadanya dengan tangan.
"HM.. binatang tidak menggunakan pakaian, dan sekarang kau adalah peliharaan ku dan kau milik ku selama Ahn belum datang. Jadi aku akan melakukan apapun pada mu." Ahn menghampiri Alexsa dan mengambil pisau dari saku belakang nya.
"Tidaak, jangan saya mohon jangan. Saya akan mengikuti perintah anda, tolong jangan mengambil pakaian saya." Alexsa menangis ketakutan saat Gao menghampirinya dengan pisau.
"Ouw, pilihan yang bagus. Jadi, selama kau mematuhi ku aku juga tidak akan mengambil pakaian mu. Tapi jika kau melakukan perlawanan satu persatu pakaian di tubuhmu akan ku singkirkan dan aku akan menyajikan mu pada bawahan ku yang sedari tadi seperti ingin memakan mu." Gao mundur dan kembali memasukan pisau lipat itu dalam saku jas nya.
"I-iya saya mengerti, saya akan mendengarkan Anda." Alexsa gemetar mengatakan itu.
"Anak pintar. Aku akan turun ke bawah, kau tidurlah dulu. Aku akan suruh pelayan mengantarkan makanan untuk mu." Gao berjalan menjauhi Alexsa dan menutup pintu kamar.
Alexsa sangat tertekan dan langsung menangis, ia tidak tahu bagaimana nasib nya kedepan dan ia tidak tahu apakah Ahn sudah berusaha menyelamatkan nya.
_oke, untuk hari ini sampai di sini dulu ya,
_tinggalkan jejak sebagai pembaca yang baik^^
_maafkan kesalahan dalam pengetikan kata yang tidak di mengerti 🙏
_sampai jumpa di bagian selanjutnya ⏳🤗
__ADS_1