
Sampai di kantor, para pegawai melihat Ahn membawa seorang anak kecil. Seperti biasa saat memasuki kantor akan ada beberapa pengawal yang memberi hormat pada Ahn.
Memasuki ruangan kantor, banyak para wanita di kantor menatap kai.
"Astaga, tidak disangka tuan Ahn membawa putra nya ke sini, dia ternyata memang sudah memiliki anak."
"Apa putra tuan Ahn mirip dengan nona Helen? Mereka berdua sangat manis." Para pegawai berbisik melihat Ahn menggendong kai.
Kai juga menyapa dengan melambaikan tangannya, banyak mata melihat mereka. Seorang CEO besar membawa putra nya.
__di tempat Gao__
pagi ini Gao melihat Alexsa tertidur di atas sofa, ia tak mau membangunkan nya dan tetap berangkat ke tempat kerja (kebetulan Gao memiliki perhotelan besar di pusat kota).
"Jika dia sudah terbangun, berikan dia makanan dan jangan biarkan dia kabur." Gao memberi perintah sebelum menaiki mobil
Pagi ini jam 8 hanya Alexsa di rumah bersama beberapa bawahan Gao. Yura tidur terlalu malam jadi dia sangat lelah dan membuat nya tak bisa bangun pagi.
Sekitar jam 10, seorang pria datang dan membuka pintu rumah Gao, dia melihat Alexsa yang tertidur di atas sofa tanpa selimut. Selimut itu terjatuh ke lantai, pria itu menghampiri Alexsa dan mengambil selimut di lantai.
"Siapa wanita ini, kenapa Gao mau memberinya tempat?" Wajah dingin pucat melihat Alexsa yang tertidur, wajah Alexsa tertutup rambut dan pria itu gak mengenalinya.
Ia memasangkan selimut kembali ke tubuh Alexsa, tindakan itu membuat Alexsa terbangun dari tidur nya.
"Haah, siapa?" Alexsa langsung duduk dan menjauhi pria itu.
Pria itu melihat Alexsa ketakutan tapi wajah nya tetap dingin dan ia menghampiri Alexsa.
"Kau, wanita itu." Pria dengan jas biru itu menghampiri Alexsa.
"Tidak, jangan mendekat!" Alexsa mundur semakin menjauhi pria itu.
__ADS_1
"Tuan, dia wanita tuan Gao." Seorang
bawahan mencegah pria itu maju.
"Aku tahu, aku sudah tahu kalau itu dia." Pria itu berhenti dan melihat ke arah Alexsa dari atas hingga bawah.
Pintu terbuka, Gao pulang bersama 2 orang bawahannya.
"BEI- lian, kapan kau datang!" Gao memanggil sebuah nama dan memeluk pria itu.
"Sudah lah kak, jangan membuat ku malu. Aku baru saja sampai disini." Pria itu melepaskan pelukan Gao.
"Sangat istimewa sekali kau datang kesini, ada apa?" Gao menepuk pundak pria muda itu
Tak sengaja Gao melihat Alexsa yang kebingungan "Alexsa, dia adik kecil ku. Jangan takut, perkenalkan dirimu." Gao mendorong Alexsa agar lebih dekat dengan pria yang di katakan adiknya itu.
"Aku sudah tahu dia, aku Bei-lian. Adik tuan Gao." Pria itu memasukan tangannya ke saku celana tak ingin menjabat Alexsa.
"Maksud mu apa? Apa kau sedang menghina ku?" Pria itu nampak marah.
"Ti-tidak, maksud ku kau terlihat cantik." Alexsa langsung mundur melihat pria itu marah.
"Cih, semua sama saja"pria itu menggeram dan memperlihat kan taring di gigi sebelah kanan nya.
"Ahahah.. begini Alexsa, dia memang adik kecil ku tapi dia adalah seorang pria, dia terlihat cantik itu karena kebiasaannya merawat diri dan satu lagi dia seorang albino." Gao berbisik saat mengatakan Albino
"Kak, aku pria dewasa berusia 25 tahun sekarang. Jangan mengusap kepalaku lagi." Wajah dingin BEI terlihat sangat manis.
Pria bernama BEI-LIAN adalah adik dari gao-daijin. Perawakan nya dia tinggi kira-kira 1,88cm kulit nya seputih susu rambut nya berwarna abu-abu sampai di bawah telinga dan memakai anting di salah satu telinganya, mata cokelat hazel yang sama dengan gao dan ada sebuah tanda lahir seperti bintik kecil di sebelah bawah mata kirinya. Ke empat gigi taring yang akan terlihat jelas ketika ia tertawa menambah keindahan pria itu.
"Ada apa kau datang? Apa ada masalah?" Gao merangkul adik nya ke sofa.
__ADS_1
"Tidak ada, aku hanya ingin mengunjungimu." BEI melihat ke arah Alexsa yang masih berdiri menatap mereka berdua.
"Aku mengerti, Alexsa kembali kekamar dan bersihkan dirimu ya." Gao tersenyum pada Alexsa.
Alexsa hanya mengangguk dan meninggalkan mereka berdua.
"Sekarang katakan ada apa?" Waja Gao langsung serius.
"Aku ingin meminta sisa uang ku."
"Masalah itu, Helen tak memberiku uang lagi. Wanita itu yang bertanggung jawab atas bayaran mu. Aku tak ada hubungan lagi dengannya."
"Maksud mu apa! Aku sudah membantu mu. Sekarang bayar!" BEI langsung marah dan me nepuk meja.
"Apa kau pantas seperti itu pada ku. Helen yang berhutang padamu kenapa kau malah menuntut ku?"wajah Gao masih terlihat tenang.
"Jangan bicara seperti itu! Kau dan wanita itu yang membuat kesepakatan , kau tidak bisa lari dari perjanjian itu sekarang!" BEI menunjuk Gao dengan marah.
"Jangan menunjuk ku! Aku tidak mendapatkan apapun dari perjanjian ini, Helen membawa semua nya dan ia juga sudah meninggalkan ku beberapa bulan lalu, jika kau ingin uang mu aku kembalikan tunggulah hingga besok. Aku akan membawa wanita itu pada Ahn dan meminta tebusan atas nya dan dengan uang itu aku akan melunasi hutan Helen pada mu." Gao menangkap tangan Besi dan melempar tangan itu ke bawah.
"Baiklah, aku akan tunggu hingga besok. Tapi jika kau berbohong maka wanita ini akan aku bawa. Ingat hutangmu masih tersisa 1,5 miliar." BEI langsung duduk dan merapikan lengan baju nya.
"Sebenar nya uang segitu aku bisa membayar nya sekarang tapi karena itu adalah kesalahan Helen maka ia atau Ahn yang harus membayar nya."
"Terserah, yang penting uang ku kembali. Dan untuk hari ini aku akan tinggal disini." BEI dengan santai merentang kan tangan nya ke sofa.
"Tidak bisa, hanya ada dua kamar sini. Kau carilah hotel biar aku yang bayar."
"Tidak usah, aku akan di sini saja bersama kakakku untuk satu malam saja."
"Baiklah aku akan memikirkannya nanti." Gao terlihat dingin memandang BEI yang tersenyum.
__ADS_1