
"Jangan membentak ku!!! Kau hanyalah orang tidak tau apa-apa." Gao berbisik pada Helen."
Wajah Helen sangat kesel saat pria itu berbisik pada nya.
"Aku tahu semuanya Gao, aku tahu ke busukan mu itu. Jadi tolong jangan membentak ku! Aku tidak akan berkerja dengan mu jika tujuan ku tidak sama dengan mu!" Helen menunjuk Gao tepat di depan hidung nya."
"Jangan buat aku marah, kau yang membujuk ku untuk bergabung dengan ku dan sekarang kau yang mulai berkuasa atas rencana ku?" Wanita bekas seperti mu tidak pantas melakukan itu!" Gao tertawa setelah mengatakan itu, tawa nya yang membuat Alexsa yang mendengar dari luar merasa merinding."
"Apa aku harus menasehati mu lagi?" Kau sudah tidak waras makan nya berbicara seperti ini, sekarang apa yang kau lakukan?" Helen berhusaha tenang dengan semua perlakuan Gao."
"Iya..aku lupa aku sudah tidak waras( menukul kepalanya beberapa kali.) Aku pikir kita akan melanjutkan pengajuan ini dengan proposal curian itu." Sikap Gao langsung tenang membahas bisnisnya.
"Iya kau benar, tapi sebaiknya kita bicara di tempat lain saja." Di gedung ini tidak aman." Helen melirik ke arah luar pintu yang terbuka.
Alexsa menyadari langkah kaki Helen dari dalam mulai mendekati nya." Alexsa segera berdiri dan beranjak dari tempat itu, Helen melihat ke arah luar dan tidak ada siapa-siapa dan ia langsung menutup pintu.
Alexsa segera mematikan perekam di ponselnya dan menelpon Ahn untuk menjeputnya.
___'Di telpon.'___
"Pak Ahn, saya sudah selesai tolong jemput saya." Alexsa berjalan keluar sambil menelpon Ahh."
"Baik, aku sudah di tengah perjalanan." Ahn menekan earphone di telinga nya.
Alexsa keluar dari gedung dengan tergesa-gesa, ia takut keberadaan nya di sadari Helen."
Alexsa berhenti di parkiran dan menunggu Ahn, tiba-tiba Gao datang dan langsung memegang pundak Alexsa.
"Nona Alexsa," Gao menepuk pundak Alexsa yang sedang duduk di sebuah bangku di parkiran.
Alexsa terkejut dan tubuh nya tersentak karena tiba-tiba ada yang menepuk nya. Alexsa menoleh dan melihat Gao di belakang nya.
"T-tuan Gao, ada apa? " Alexsa berhusaha tetap tenang agar tidak menimbulkan ke curigaan."
__ADS_1
"Anda sendirian, di mana tuan Ahn?" Gao berjalan ke depan Alexsa.
"Aku sedang menunggu nya, dia harus membelikan sesuatu untuk ku." Alexsa tersenyum agar dia tidak terlihat ketakutan."
"Menunggu?" Tapi aku tadi melihat mu dengan pakaian biru, kenapa sekarang hitam?" Gao menyentuh kerah jubah panjang yang Alexsa kenakan."
"Tuan, tolong jaga sikap anda. Saya adalah wanita terhormat, jadi apapun yang saya kenakan itu adalah sesuatu keharusan. Saya memakai jubah ini untuk menutupi tubuh saya, hanya suami saya yang bisa melihat keindahan saya." Alexsa menutupi bagian kerah yang terbuka dan memperlihatkan sedikit dada nya."
"Hahaha, saya tahu. Wanita terhormat seperti Anda pasti harus di jaga dengan baik kan?" Gao masih mencoba menyentuh Alexsa."
"Tuan, saya sudah memperingatkan! Jaga sikap anda. Saya sudah menjadi isteri seorang CEO anda tidak bisa berbuat seperti itu kepada saya!" Alexsa menepis tangan Gao yang mencoba mengelus pipi nya.
"Jangan berteriak, aku tidak akan menyakiti mu. Seingat ku kau masih bisa disentuh!" Gao kembali mencoba mengelus rambut Alexsa."
Tiba-tiba Ahn datang dan menarik tangan Gao, Ahn langsung memukul Gao tepat di wajah nya dan membuat Gao terjatuh.
"Jauhkan tangan kotor mu dari isteriku!!!, Kau tidak punya masalah dengan nya. Jangan mendekati isteri ku pria kotor!!" Ahn sangat marah langsung memaki Gao yang baru berdiri setelah jatuh."
"Haha-hahahaha...!!!" Tawa Gao sangat aneh, mata nya langsung berubah menatap Ahn dengan marah."
Tiba-tiba Gao langsung memukul Ahn tepat di dada nya, Ahn yang terkena pukulan tubuhnya mundur beberapa langkah. Perkelahian pun terjadi, Alexsa berhusaha melerai mereka namun kedua pria dengan berbadan besar ini bukan tandingannya."
Tiba-tiba Helen langsung datang dan meneriaki Gao dari jauh."
"Gao Daijin!!!" Suara Helen yang lantang mebuat Gao menghentikan pukulan nya, ia melepaskan tangan Ahn dan Ahn juga langsung melepaskan cengkeraman nya pada leher Gao."
Apa-apaan ini, kenapa kau berkelahi!!" Tuan Ahn, tolong jaga sikap mu! Kau tidak bisa membunuh pesaing mu, itu merupakan tindakan kotor!" Helen sengaja berbicara dengan keras dan bener saja beberapa pengusaha di sana memperhatikan mereka.
Ahn hanya diam memperbaiki pakaian nya.
Alexsa meras tidak terima dengan yang di kata kan Helen, dan dia langsung bertingkah
seperti orang yang sangat tersakiti.
__ADS_1
"Nona Helen, seharusnya anda menyalakan suami anda. Apakah pantas bagi seorang pria
yang sudah punya isteri menyentuh wanita lain? Dia sedang mencoba menyentuh saya
dan itu sudah seperti pelecehan!" Alexsa menutupi dada nya dengan tangan dan nada suara nya yang seperti akan menangis. Alexsa juga berpura-pura menghapus air mata nya dan membuat suara terisak."
Orang-orang yang memperlihatkan disana juga mulai berpihak pada Alexsa.
"Tuan Gao, anda berlebihan seksli. Kenapa merayu isteri orang?" Beberapa pengusaha berbicara dan tertawa dengan licik ke arah Helen.
"Tuan Gao, anda sungguh sangat hina. Mengapa menyentuh isteri saya?" Ahn tersenyum licik pada Gao yang masih menatap nya dengan mata yang marah.
"Kalian sangat kurang ajar, setelah memukuli suami ku kalian juga memburuk kan dia di hadapan pengusaha lain. " Helen juga berlaga seperti seorang wanita lemah."
"Sudahlah Helen, aku tidak ingin membicarakan hal tidak penting dengan mu. Ayo Alexsa kita pergi, tempat ini terlalu kotor untuk mu yang masih bersih." Ahn langsung menarik tangan Alexsa meninggalkan kerumunan itu."
Didalam mobil sikap mereka berdua langsung berubah, Alexsa langsung melepaskan jubah panjang nya dan mengeluarkan handphone nya.
"Pak saya sudah cukup punya bukti." Alexsa tersenyum memperlihatkan ponselnya.
"Bagus, Ahn langsung melajukan mobilnya dan segera menuju hotel.
Sesampainya di hotel ternyata hari sudah sore dan Ahn harus masih membuat proposal nya.
Sambil mengetik proposal nya, Alexsa mendengar kan rekaman suara yang di rekaman nya.
"Pak, ini sudah cukup bukan? Alexsa menghapiri Ahn dan memperdengarkan rekaman suara nya.
Ahn mendengar kan rakaman suara antara Helen dan Gao." Ahn langsung terkejut setelah mendengarkan rekaman suara itu, ternyata selama ini Gao tidak membangun sebuah sekolahan.
"Apa, dia tidak menbangun sekolah dari dana yang sudah di berikan?" Ahn langsung berbicara setelah mendengar separu dari rekaman itu.
"Tunggu dulu pak, anda akan lebih terkejut saat mendengarkan siapa dia sebenarnya." Alexsa duduk di hadapan Ahn dan melanjutkan pemutar rekaman.
__ADS_1