Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 66 KMK


__ADS_3

Sekarang sudah jam 2 siang. jika ingin ke perbatasan harus melewati 3 jam. Ahn memutuskan naik kereta cepat. Dia berkendara ke stasiun bawah tanah dan langsung menaiki kereta. Di dalam kereta Ahn langsung menelepon orang suruhan untuk menjemputnya di stasiun kereta.


Sedang dalam di kereta, Ahn terpikirkan bagaimana perkerjaan nya yang tertinggal di kantor.


30menit berlalu, Ahn sampai di stasiun perbatasan kota Dijin. Seorang pria dengan mobil hitam sudah menunggu Ahn, segera Ahn menaiki mobil dan melaju ke gudang.


Sampai di gudang, Ahn langsung masuk melalui pintu depan dan di dalam Gao sudah duduk dengan kemeja kuning, tuksedo hitam dan sebuah jas dari kulit macan di bahunya membuat gak terlihat seperti seorang mafia dunia. Sementara Ahn yang tergesa-gesa hanya menggunakan stelan biasa saat dia kekantor.


"Selamat datang tuan Ahn, kau sedikit terlambat. Apa ada masalah di jalan?" Gao mengangkat salah satu kaki nya dan melepas kaca mata hitam nya.


"Apa yang ingin kau katakan, sebaiknya katakan sekarang! Aku tidak punya banyak waktu!" Ahn mendekati Gao dan berdiri di samping kursi yang terletak di hadapan Gao.


"Duduklah dulu, aku akan menceritakan sesuatu mengenai putra mu itu." Gao merapikan rambutnya di sebelah kiri dan itu terlihat sangat tampan.


"Jika putra ku tidak ada hubungan nya dengan penculikan Alexsa aku harap kau tidak mengatakannya. Sekali lagi, jangan menyentuh putra ku karena akibat nya akan buruk untuk mu!" Ahn duduk dan terlihat kesal dengan Gao.


"Tentu saja ini ada hubungannya, keberadaan putra mu adalah hal yang menyebabkan aku seperti ini! Jadi tolong dengarkan dengan baik karna aku tak ingin mengulang kata." Gao mulai menuang sebotol wine ke gelas di hadapan mereka berdua.


"Jika pembicaraan ini hanya untuk minum, aku tidak akan menyentuh apa yang kau sajikan!" Ahn melipat tangannya dan menatap Gao dengan sinis.


"Baiklah, aku akan mulai menceritakan nya. Semuanya keluar! Hanya aku dan Ahn yang ada di sini!" Gao menyuruh beberapa bawahan nya dan seorang rekan dari Ahn untuk meninggalkan mereka berdua. Dan sekarang di dalam gudang hanya ada Gao dan Ahn.

__ADS_1


"Dari mana aku akan mulai cerita ini?(mengambil segelas wine dan meminum nya) baiklah, aku mulai dari Halen yang sedang hamil saja. Saat Halen mengandung putra mu kau sedang di Belanda kan? Dan aku tahu kau sama sekali tidak tahu bagaimana kondisi istri mu saat hamil kan? Sebenarnya Halen tidak hamil saat itu. Kau sudah di bohongi olehnya." Gao dengan santai menyangkan wine ke gelasnya.


"Sudah jelas kau berbohong. Saat aku ke Belanda, ayah ku ada di rumah bersama Halen, dan dia selalu mengirimkan foto tentang Halen pada ku. Jadi itu tidak mungkin." Ahn masih dengan wajah sinis memperhatikan Gao.


"Hahaha.. penipuannya berjalan mulus, apa kau tidak curiga kenapa Halen melahirkan di usia kandungan 8 bulan 9 hari? Putra mu itu prematur, dan itu di karenakan ibunya sering mendapat obat bius. Tapi coba kau lihat Halen waktu hamil putra mu dia sama sekali tidak menderita sakit apapun dan tidak perlu di bius. Apa kau tidak curiga?" Gao dengan senyum licik menatap Ahn.


Ahn terdiam dan mencoba mengingat masa lalu, yang di katakan Gao benar. Kai lahir lebih cepat dan Halen sama sekali tidak menggunakan obat bis.


"Jika dia memang pura-pura hamil, lalu darimana kai datang?"


"Itu yang mau aku jelaskan pada mu. Putra mu itu di lahir kan oleh rahim lain, Halen bukan ibu kandungnya dan kau.. kau sudah menanamkan benih itu pada wanita lain, aku terpaksa mengurusi wanita yang hamil karena ulah mu. Aku tidak mau wanita itu melahirkan.


anak mu namun Halen berusaha agar aku tetap membiarkan wanita itu hidup hingga melahirkan anak dari mu. Jadi dia berpura-pura hamil saat wanita itu juga hamil. Aku tidak mengerti cara merawat seorang wanita hamil, apalagi dia sangat kuat dan selalu memberontak jadi Haarin membayar ku agar aku membius nya dan merawatnya sampai dia melahirkan.


Anak itu lahir dengan bantuan ku, namun karena obat yang terlalu banyak anak dan ibu itu sakit. Dokter mengatakan kalau keduanya memiliki penyakit yang sama, dan aku tahu putra mu tidak bisa larut dalam kesedihan karena akan berdampak pada tubuhnya, sedangkan Halen dia tidak tahu karena dia bukan lah ibu biologis nya." Gao menjelaskan semua yang ia tahu mengenai kelahiran kai. Dan itu membuat Ahn terdiam.


Sejenak Ahn merasa semua nya hening, ia memikirkan kata-kata Gao.


"Tidak, itu tidak benar! Halen adalah ibu dari kai dan aku sendiri adalah ayah kandung nya. Semua yang kau katakan hanyalah kebohongan!" Ahn tidak terima dengan perkataan Gao.


"Aku sudah mengatakan semua dengan jujur, kalau kau tidak percaya silahkan tanyakan pada Halen Ups.. maaf, Halen sudah pergi jauh dari mu dan ia membawa fakta itu sampai mati." Gao tersenyum jahat melihat wajah Ahn yang penuh ke raguan.

__ADS_1


"Lalu apa hubungan kelahiran kai dengan semua ini? Siapa wanita itu?" Ahn menatap Gao yang sudah beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah pintu keluar.


"Aku hanya bisa menceritakan sebanyak itu, jika kau ingin tahu semua nya. Tanyakan saja kepada Halen." Gao berhenti di pintu keluar dan berbalik melihat Ahn.


"Tapi aku.." Ahn terhenti ketika ada panggilan masuk dari pak Zhang.


"Angkat lah dulu, siapa tahu itu bisnis mu. Aku tidak ada waktu, aku harus pergi." Gao memasuki mobil meninggalkan Ahn yang sedang mengangkat teleponnya.


___mengangkat telepon___


"Halo ayah, ada apa?"


"Pulang cepat, aku menghubungi kantor mu. Pegawai bilang kau sudah pergi dari jam 11." Suara pak Zhang terdengar panik.


Ahn melihat keluar dan Gao sudah pergi bersama bawahannya.


"Tapi kenapa..? Apa ada hal yang mendesak?" Ahn berjalan memasuki mobil dengan seorang rekannya tadi.


"Kai terjatuh dari tangga dan harus naik ke meja operasi!"


"Apa?!! A-aku akan segera pulang." Ahn langsung sangat cemas dan mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Cepat tolong antar aku ke stasiun kereta cepat, aku harus segera pulang!!" Ahn mendesak rekan itu dan langsung melaju ke rumah.


__ADS_2