
Pagi-pagi sekali Alexsa sudah terbangun dan menyadari ada hembusan nafas di lehernya. Saat menoleh ternyata Ahn tidur di samping nya dan posisi kepala Alexsa berada di lengan Ahn.
Alexsa terkejut karena ia melihat wajah Ahn yang tertidur pulas sama persis seperti wajahnya Kai, mata nya yang sangar namun dengan bulu mata yang lentik saat tertidur serta pipi Ahn yang sedikit kemerahan yang membuat nya sangat jauh dari kata tua saat tertidur.
Alexsa tak bisa menahan saat melihat Ahn dengan wajah semanis ini, tangan nya ingin sekali menyentuh wajah Ahn. Alexsa mengangkat tangan nya perlahan ke wajah Ahn baru saja akan mengusap rambut nya Ahn malah mengeleng kan kepala nya dan membuat Alexsa terkejut.
Alexsa membatalkan niat nya menyentuh wajah Ahn, ia langsung beranjak dari samping Ahn dan langsung bersiap untuk pergi ke kantor.
Jam menunjukkan pukul setengah tuju, namun Ahn belum juga bersiap ia masih tidur pulas. Alexsa berinisiatif membangun kan Ahn dari tidur nya.
"Pak Ahn, anda harus berkerja hari ini kan?" Pak!" Alexsa berbisik di telinga Ahn.
"Pak.."tiba-tiba Ahn langsung menarik leher Alexsa dan membuat Alexsa terjatuh di atas dada Ahn.
Ahn tetap tertidur, entah ia berpura-pura atau memang seperti ini. Ahn malah mengeluarkan suara dengkuran, kepala Alexsa yang berada di atas dada Ahn dapat mendengar setiap nafas Ahn dengan jelas.
Alexsa langsung mengangkat tangan Ahn yang melintang di bahunya dan menjatuhkan nya dengan keras di wajah Ahn. Tindakan itu membuat Ahn terkejut dan langsung membuka mata nya.
"Auw.. sudah siang yah?" Ahn langsung duduk dan menatap Alexsa yang sudah mengenakan pakaiannya, namun handuk kecil putih masih ada di kepala nya.
"Pak, anda sudah hampir terlambat. Bergegas lah." Alexsa menatap Ahn sambil melepaskan handuk di kepala nya.
Ahn yang masih menguap karena mengantuk berjalan ke kamar mandi dengan baju tidur hitam.
Saat sedang menyikat gigi, Ahn tiba-tiba ingat kalau pakaian nya belum di siapkan, jadi dia memanggil Alexsa ke kamar mandi.
"Alexsa! Kau bisa mendengar ku?" Suara Ahn berteriak dari kamar mandi. Tidak ada sautan suara Alexsa, hanya suara mesin pengering rambut yang terdengar.
"Alexsa!! Kemari sebentar!" Ahn kembali berteriak dan sekarang mesin pengering rambut itu berhenti mengeluarkan suara dan Alexsa datang pada Ahn.
__ADS_1
"Ada apa pak?" Alexsa berdiri di depan kamar mandi.
"Tolong keluar kan pakaian ku yang berwarna hitam. Aku akan memakai nya nanti." Ahn memberi isyarat dari balik kamar mandi.
"Haah, hanya itu? Anda kan bisa mengeluarkan nya sendiri." Alexsa menghembus nafas kasar.
"Aku sudah mintak tolong pada mu kan, jadi tolong ambilkan!" Ahn masih berteriak dari kamar mandi.
Alexsa tetap tidak mau, lalu Ahn membuka pintu kamar mandi dan langsung meletakkan tangan nya di samping wajah Alexsa yang sedang bersandar di dinding. Sikat gigi yang masih ada di mulut nya, serta pakaian tidur yang masih di kenakan nya membuat Alexsa terkejut.
"Aku mintak tolong, jadi tolong lakukan." Ahn menatap Alexsa dari dekat dengan mata sangar nya.
Alexsa langsung lewat di celah antara dinding dan lengan Ahn, lalu dari jauh berteriak, "iya, kenapa harus menggertak?" Dasar orang kaya!" Alexsa dengan jengkel mengatakan nya dan penuh terpaksa.
Ahn yang belum mandi dan masih menyikat gigi segera mandi dan langsung bersiap ke kantor.
Ahn dan Alexsa berangkat kantor bersama, namun Alexsa lebih memilih duduk di bangku belakang.
Di dalam kantor masih banyak yang tidak tahu tentang pernikahan Ahn dan Alexsa karena walaupun Ahn mengundang itu hanya sebatas ucapan bukan berupa kartu undangan.
Saat sampai di ruang kerja Alexsa yang biasa. Seorang mantan sekertaris kepercayaan pak Zhang menghampiri Alexsa.
"Jadi, bagaimana pernikahan mu?" Wanita itu bertanya dan langsung memberikan setumpuk kertas dengan raut wajah kesal.
"Semua nya normal, tidak ada yang istimewa." Alexsa menatap wanita yang lebih tinggi dari nya itu.
"Baguslah. Aku pikir setelah kau menikahi pak Ahn posisi mu akan berubah di kantor ini. Ternyata sama aja." Wanita itu menatap Alexsa dengan pandangan remeh.
Alexsa tidak menanggapi wanita yang duduk di atas meja kerjanya itu, Alexsa langsung memeriksa kertas yang di meja nya.
__ADS_1
Wanita itu sesekali menarik rok merah nya ke bawah karena saat dia duduk di meja rok nya sedikit terangkat.
Ahn masuk ke ruangan itu, dan melihat mantan sekertaris itu duduk di atas meja Alexsa. Ahn menghampiri meja Alexsa dan wanita yang duduk di atas meja Alexsa itu langsung turun.
"Kenapa kau duduk di sini." Ahn menarik lengan Alexsa dan membuat Alexsa langsung berdiri.
"Loh, kenapa pak?" Alexsa bertanya heran dengan Ahn.
"Semua nya dengar!! Mulai hari ini posisi Alexsa akan naik, dia akan menjadi tangan kanan saya. Dan mulai sekarang Alexsa yang akan berada di sisi saya kemanapun saya pergi." Kata-kata Ahn membuat seluruh yang ada di ruangan itu tercengang.
Bagaimana bisa dia naik jabatan tinggi hanya dengan menjadi isteri CEO? Itu semua seakan tidak adil.
Tiada ada yang berani menolak perkataan Ahn. Semuanya hanya mengiyakan keadan ini.
"Ada apa pak?" Kenapa tiba-tiba posisi ku dipindahkan?" Alexsa menatap Ahn saat mereka sudah memasuki ruangan Ahn.
"Kau tahu kan semua orang di sini akan selalu menindas mu karena kau menikah dengan ku. Jadi mulai sekarang kau jangan berkerja lagi. Tingga lah di rumah dan cukup urusi keluarga Huang, tidak usah berkerja." Ahn membisikkan hal ini pada Alexsa.
Alexsa merasa tidak terima
dengan yang dikatakan Ahn. "Tidak, aku tidak akan mendengar kan mu. Aku tidak ingin mengurus rumah. Aku hanya ingin berkerja di sini, lagi pula perkerjaan disini tidak terlalu susah." Alexsa menepis tangan Ahn yang dari tadi menggenggam pergelangan tangan nya.
"Aku akan tetap mengajihmu asalkan kau tetap dirumah. Bagimana jika orang-orang kembali merendung mu?"
"Itu tidak akan terjadi lagi. Aku tidak lemah, aku bisa melawan mereka."
"Kau itu sangat keras kepala. Kalau kau ingin tetap berkerja tolong berkerja saja di ruangan ini. Karena kau wakilku sekarang." Ahn berbicara lebih tenang dari sebelumnya.
"Teserah, yang penting aku tetap berkerja dari pada harus menunggu seharian di rumah besar itu " Alexsa berjalan menjauhi Ahn dengan tatapan cuek.
__ADS_1
Ahn menarik nafas panjang dan menghembuskan nya. Dia berjalan ke meja kerjaa nya dan bertugas seperti biasanya.
Ahn terlihat sangat sibuk karena sedang kan Alexsa hanya santai melihat dan mencoret hasil kerja karyawan yang salah.