Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 48 KMK


__ADS_3

"Aku tidak ingin kembali kepadamu! Aku tidak menginginkan anak itu, bahkan aku tidak peduli bagaimana dia sekarang. Tujuan ku memang dari awal hanya untuk uang mu! Dan sekarang aku menginginkan ganti rugi atas semua yang telah aku berikan untuk keluargamu Ahn! Kembalikan!"


"Helen seperti meminta sesuatu pada Ahn, tidak ada yang tahu apa yang diminta Helen bahkan Ahn sekali pun."


"Apa, apa lagi yang kau inginkan!!" Ahn meninggikan suara nya saat wanita licik itu masih ingin memeresnya."


"Apa, kau lupa aku adalah seorang wanita kaya. Karena menikahi mu yang tidak mempunyai apapun aku rela memberikan hartaku, kau memang dari keluarga kaya namun kau tidak di anggap.


"Kau bukan satu-satu nya putra di keluarga itu! Kau hanya beruntung karena ayah mu menikahi janda kaya di rumah itu."


Sebelum kau menjadi penerus keluarga itu kau bersama ku dan menghabiskan uangku. Sekarang kembalikan semua nya!" Helen membuat misteri baru yang membuat Ahn ragu apakah dia benar-benar putra dari keluarga Huang.


"Kau menginginkan uangku bukan, ini dikartu ini adalah seluruh uang tabunganku dan biaya putramu. Jika kau memang bukan seorang ibu dan isteri kau boleh mengambil kartu ini tapi ingat setelah kau mengambilnya jangan pernah kembali menampakkan wajahmu dihadapkan ku!!" Ahn melempar 2 buah black card dari dompet nya ke arah Helen dengan marah."


"Aku bukan seorang ibu, tapi memang aku pernah menjadi mantan isterimu. Aku bukan menginginkan uangmu Ahn, aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya diteken oleh pikiraan mu sendiri."


Kau membuatku terusir dari kota dan aku terpaksa hidup sebagai orang biasa dari orang kaya menjadi orang miskin. Aku akan selalu menghancurkan hidup mu! Selama kau belum memberikan hartamu padaku."


"Helen menapakkan sikap aslinya yang serakah dengan kekayan. Semua yang di sana langsung menatap Helen dengan pandangan aneh."


Wanita ini haus akan harta jadi dia tidak segan melakukan apapun agar semua milik Ahn menjadi miliknya, bahkan ia tidak merasa malu sedikitpun tehadap semua orang disana.


"Kalian lihat! Lihatlah wanita ini! Dia sangat busuk, apakah kalian akan memihak kepadanya jika sudah mengetahui kalau diri nya yang asli adalah seekor monster!"


"Dia bahkan tidak menanyai kabar putra nya setelah 6 tahun berlalu, dia bahkan tidak menyusui nya sekalipun! Namun dia malah meminta uang kepada ku! Kau sangat licik Helen." Ahn langsung menampar wajah Helen, keinginan nya selama 5 tahun berpisah akhirnya dilampiaskan."

__ADS_1


Tamparan Ahn sangat kuat, bahkan dia tidak peduli kalau yang dihadapan nya seorang wanita. Pukulan Ahn yang sangat kuat membuat tubuh jangkung Helen terlempar kebawah mimbar dan kepala nya langsung membentur lantai dengan keras."


Tidak ada yang berani ikut campur saat Ahn sudah melayangkan tamparan. Beberapa detik orang-orang hanya diam hening tanpa suara menatap tubuh Helen yang tidak bergerak."


"Gao menghampiri Helen dan membalikkan badan Helen, sebuah robekan cukup besar di kepala Helen karena terbentur sudut meja


Sebelum menghampas lantai.


Darah menguncur dilengan Gao, dan sontak menimbulkan kepanikan. Alexsa melihat Helen yang sudah berlumuran darah langsung gemetar, dan lutut nya lemes. Semua yang ada disana berhamburan keluar karena tidak ingin menjadi saksi dari kasus baru ini."


"Ahn tidak menyangka kalau pukulannya terlalu kuat pada Helen, dia tudak menyangka wanita itu akan berakhir seperti saat ini. Ahn malah berbalik menatap Alexsa yang terduduk dilantai sambil gemeter, para penyelenggara langsung segera menghubungi pihak medis karena lantai sudah dialiri dengan darah."


Gao yang memegang Helen dia meras sangat panik, mungkin karena isterinya atau juga karena proyek nya. Ahn menghampiri Helen dan menatap nya dengan pandangan dingin."


Ahn langsung menepis nya dan kedua mata Gao dan Ahn saling menatap. Ahn dengan wajah dingin tidak peduli sedangkan Gao dengan senyuman aneh itu terlihat menikmati kecelakaan ini.


Pemandangan wajah mereka berdua sangat mengerikan dengan tubuh Helen yang tak bergerak berlumuran darah.


Suasana di gedung itu sangat rusuh, para pengusaha keluar berhamburan karena tak ingin nama mereka di cemari karena tindakan Ahn, di dalam ruangan beberapa penyelenggaraan sudah menelpon pihak rumah sakit untuk segera datang."


Mata Ahn menatap tubuh Helen yang tidak bergerak, hanya nafas yang membuat perutnya bergerak.


Gao membuat senyuman aneh pada Ahn, Ahn tidak peduli dengan wajah dingin ia meninggalkan Helen dan menghampiri Alexsa yang duduk di lantai dan badan nya gemeter.


"Tidak apa-apa, semua nya tidak apa-apa." Ahn mengusapkan kepala Alexsa yang duduk di lantai untuk menenangkan nya.

__ADS_1


Tangan Alexsa gemeter saat lengan baju Ahn yang berdarah mengusap kepalanya, sangking takut nya Alexsa tidak bisa mengendalikan tubuh nya yang gemetar. Ahn melepas jas nya dan memasangkan kepada Alexsa karena baju Alexsa yang cukup terbuka."


"Tidak apa-apa, tenang lah." Ahn membantu Alexsa berdiri.


"Beberapa menit kemudian, datang tandu dan beberapa perawat mengangkat tubuh Alexsa ke ambulan. Semua yang masih ada digedung melihat tubuh Helen yang berdarah masuk ke ambulan. Saat ambulan pergi datang sebuah mobil polisi dan para polis itu menangkap Gao dan Ahn."


"Tuan ikut kami ke kantor polisi, kasus ini akan dikatakan sebagai pembunuh jika tuan menolak." Polisi memborgol Gao yang memang memegang tubuh Helen."


"Baik..baik..saya akan ikut dengan senang hati. Diwajah Gao tetap terpasang senyuman aneh yang tidak bisa dijelaskan dan sebelum pergi Gao malah memberontak dan menyentuh wajah Alexsa dengan tangan nya yang berlumuran darah."


"Wanita manis seperti mu jangan menangis yah." Gao mengusap wajah Alexsa yang masih gemetar dan meninggalkan bekas darah di separuh wajah Alexsa."


"Jangan menyentuh isteriku Gao!!" Ahn berlari ke arah Gao dan langsung mendorong nya dari Alexsa."


Tindakan Ahn membuat polisi juga membrogol nya, dan Ahn selalu memberontak sebelum tangan nya diborgol."


"Saya tidak bersalah dan saya tidak akan mengikuti kalian." Ahn mengerakan badan nya agar tidak di tahan polisi.


"Tuan, jika anda menolak kami akan melumpuhkan anda dengan tembakan. Tolong kerja sama nya!" Polisi mengancam dan langsung membrogol tangan Ahn.


"Sebentar, saya ingin berbicara dengan istri saya!" Ahn memberontak dan mendekati Alexsa dengan tubuhnya yang di tahan polisi.


"Alexsa, Alexsa. Dengarkan aku, semua akan baik-baik saja." Kau jangan panik, kembalilah kehotel dan tunggu aku disana, mengerti." Ahn berhusaha berbicara dengan Alexsa sebelum diri nya dibawa oleh polisi.


"Tidak, jangan membawa suami saya. Pak Ahn tolong jangan tinggalkan saya! Paaak, tolong jangan bawak suami saya!!" Alexsa bederai air melihat Ahn di bawak ke kantor polisi.

__ADS_1


__ADS_2