
Alexsa tidak tahu kalau mata Ahn masih buram jika melihat sesuatu. Alexsa segara menuruti nya walau dia tidak suka.
Alexsa mengangkat celana panjang hitam itu hingga di atas mata kaki dan menyiram dengan air perlahan mengunakan tangan nya.
Selesai membersihkan kaki, Ahn juga meminta hal lain pada Alexsa.
"Buang air itu lalu kembali kesini."
"Tapi pak, hari sudah siang saya harus berkerja." Alexsa mengeluh saat Ahn menyuruh nya lagi.
"Kau ini kenapa, cepat lakukan atau aku akan memecat mu." Ahn berkata dengan nada suara yang tinggi lagi seperti ia biasanya."
Alexsa hanya menuruti dan kembali ke kamar Ahn.
"Apa lagi yang harus saya lakukan pak?" Alexsa berdiri disamping kasur Ahn.
"Begini, kepala ku sakit sekali. Tolong kau pijat." Ahn memukul kepala nya dengan halus.
"Apa? Kepala anda?" Alexsa merasa keberatan dengan hal itu."
"Kau ini kenapa? Apa ada masalah dengan otak mu? Kenapa selalu menyuruh ku mengulang ucapan nya dan bertanya? Lakukan saja!" Ahn kesel dengan Alexsa yang selalu bertanya dengan perintah nya.
Alexsa naik ke atas kasur dimana Ahn sedang duduk di pinggir kasur itu. Tiba-tiba Ahn memberikan sebotol minyak kepada Alexsa.
"Pakai ini, biasanya aku memakai nya untuk memijit kepala." Ahn mengangkat botol itu.
"Baiklah." Alexsa membuka botol minyak itu dan menuangkan nya sedikit demi sedikit ke atas kepala Ahn, lalu memijat kepala Ahn. Alexsa yang kesal karena di suruh-suruh menarik rambut Ahn sedikit kuat dan membuat Ahn terkejut.
"Sstt..arghh..kau ini kenapa, kenapa kasar sekali."
"Anda bilang, kalau kepala anda sakit jadi ini bisa mengurangi rasa sakit itu. Tenang saja aku sudah bisa dalam hal ini." Alexsa menarikrambut Ahn dengan kasar lagi."
Setelah memijat kepala Ahn sebentar tiba-tiba Ahn bertanya kepada Alexsa.
"Berapa banyak aku minum semalam?"
__ADS_1
"Memang nya kenapa anda bertanya seperti itu?" Alexsa tetap memijat kepala Ahn."
"Aku tidak bisa melihat semuanya dengan jelas, apakah anggur bisa membuat ku buta?" Ahn berbicara dengan seseksli memiringkan kepala nya."
"Tentu saja, anggur yang kau minum terlalu banyak bahkan aku tidak bisa menghitung nya. Jangan kan buta mungkin saja kau akan di rawat karena minum anggur sebanyak itu." Alexsa mengusap kening Ahn dengan telapak tangan nya.
"Kau tidak bisa menghitung nya karena terlalu bodoh, bukan nya terlalu banyak." Ahn meledek.
"Eh, sembarang." Alexsa langsung menepuk jidat Ahn dan itu membuat Ahn terkejut.
"He..kau kenapa memukul ku ha?" Ahn membalikkan badan nya ke arah Alexsa.
Aku tidak memukul mu pak, ini salah satu pemijatan nya. Bapak tenang saja." Alexsa membalik bahu Ahn agar tetep membelakangi nya.
Ahn menggerutu entah itu karena kepala nya yang dipukul Alexsa atau karena mata nya yang buram.
15 menit memijat kepala Ahn Alexsa merasa lelah.
"Pak saya akan pergi kalau mata anda masih buram coba pakai obat tetes mata." Alexsa menggerakkan lengan nya karena lelah.
Alexsa tidak mendengarkan Ahn, dan meninggalkan obat mata ke tangan nya lalu keluar dari kamar.
Saat sampai di pintu luar Alexsa melihat pak Zhang sudah turun dari mobil.
"Pak Zhang, anda sudah kembali?" Alexsa berhenti di hadapan Zhang.
"Bagaimana Ahn, apa dia masih minum?" Pak Zhang bertanya sambil melepaskan kacamatanya.
"Sudah pak dia sudah berhenti minum sejak semalam dan juga sudah tertidur, mungkin nanti dia akan merasa lapar. Saya juga sudah meletakkan buah dilamar nya." Alexsa berbicara halus pada pria tua itu.
"Baik terimakasih, kalau kamu sudah mengurus nya dengan baik." Pak Zhang tersenyum mendengar ucapan Alexsa.
"Ow iya pak, Kai dimana?" Alexsa melihat ke sisi pak Zhang dan tidak menemukan Kai.
"Dia sudah aku antar sekolah. Ini sedikit untuk membeli makan diluar nanti." Pak Zhang menyilapkan beberapa uang ke tangan Alexsa.
__ADS_1
"Eh tidak usah pak. Kenapa bapak membayar saya." Alexsa menolak uang itu.
"Kau telah mengurus pria yang menyusahkan itu dan itu pasti mengeluarkan banyak tenaga. Ini ambil untuk membeli makan." Zhang memaksa Alexsa mengambil uang itu.
Alexsa mengambil uang itu dengan malu-malu dan izin pulang pada pak Zhang.
Saat pak Zhang sampai di kamar Ahn, ia melihat Ahn yang sedang meneteskan obat mata pada mata nya. Pak Zhang masuk berniat untuk membantu.
"Sini biar aku yang bantu." Pak Zhang mengambil obat mata itu dan meneteskan perlahan pada mata Ahn.
" Kau itu sudah dewasa, masih saja bertingkah seperti anak kecil." Pak Zhang mengomel sambil meneteskan obat mata itu.
Ahn hanya diam lalu mengedipkan mata nya beberapa kali. Saat pak ingin keluar kamar nya dari kamar Ahn, mata nya tak sengaja melihat ke arah seperi putih Ahn yang terkena bercak darah. Pak Zhang langsung marah dan menarik seperi itu.
"Ahn!" Apa ini?" Jawab!!" Pak Zhang langsung sangat marah dan menampar Ahn.
"Apa ini ayah?" Kenapa?" Ahn tidak mengerti dan memegang wajah nya.
"Bukak mata mu itu!" Lihat kau apakan wanita itu jelaskan! Kau memang anak yang tidak berguna. Lihatlah dengan baik!!" Pak Zhang menarik leher Ahn ke arah seperi dengan bercak darah itu.
Mata Ahn terbelalak dan kaget dengan itu." A-aku..apa aku melakukan itu? A-ayah aku tidak berbuat seperti itu." Ahn mencoba membela dirinya.
"Tahu apa kau, Kau sudah mabuk selama 4 hari memang kau ingat kapan dia datang?" Siapa lagi yang akan melakukan ini kalau bukan kau. Pantas saja aku melihat leher gadis itu terdapat berkas merah dan sedikit goresan. Kau anak kurang ajar." Tangan pak Zhang kembali menampar Ahn.
"Aku tidak melakukan nya ayah!" Ahn masih mencoba meyakinkan ayah nya walau dia sendiri merasa bersalah.
"Lalu darah ini milik siapa?" Apa yang kau lakukan pada Alexsa haa?" Pak Zhang sangat marah dan membuang seperi itu kelantai lalu keluar membanting pintu kamar Ahn dengan kuat.
Ahn bingung dengan kejadian ini dia berlutut dan mengambil seperi putih dengan bercak darah itu.
"Apakah aku melakukan nya?" Tapi kenapa? Apa aku benar-benar mengambil kep**aw**an nya?" MataAhn tidak bisa berkedip
melihat bercak darah itu.
Sampai dirumah, Alexsa menatap leher nya yang memiliki bekas merah dan sedikit sayatan kecil. Alexsa mengusap bekas merah dari genggaman tangan Ahn dengan air hangat namun warna merah itu malah semakin jelas. Karena malu Alexsa memutuskan untuk tidak berkerja hari ini.
__ADS_1