Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Di Dalam Lift


__ADS_3

"Sampai di kantor, Alexsa berjalan terlebih dulu dari Ahn. Seperti biasa ia mengambil daftar kehadiran pegawai, dan semua normal.


Saat berjalan menaiki lift untuk ke ruangan Ahn, tiba-tiba Ahn datang menyuruh Alexsa tetap membuka lift. Alexsa langsung menjulur kan tangan nya agar pintu lift tidak tertutup, Ahn berlari ke arah pintu dengan cepat.


Saat masuk ke dalam lift, tubuh Ahn berkeringat. Kenapa anda ceroboh sekali. Lihat dahi anda berkeringat." Alexsa melihat ke arah Ahn yang sedang bernafas dengan cepat.


"Tadi..aku lupa kalau hari ini..hari ini akan ada rapat..jadi..haah..jadi aku harus cepat." Ahn berbicara tersendat-sendat karena ia habis berlari dari parkiran dengan cepat karena lupa sebentar lagi ada rapat.


Alexsa melihat Ahn yang kelelahan dan dahi nya yang di basahi keringat. Alexsa mengarah tangan nya dengan kemeja biru panjang ke arah dahi Ahn yang sedang berjongkok.


"Anda ini bagaimana. Sudah terbiasa lari, badan kekar berotot. Masak lari dari luar ke dalam seperti ini." Alexsa mengelap keringat Ahn dengan lengan baju nya.


Ahn merasa Alexsa memperlihatkan nya jadi dia sedikit membungkuk kan badan nya agar Alexsa tak perlu berjinjit.


"Itu karena tadi saat mengembudi aku duduk dengan tenang dan sampai di sini harus tiba-tiba lari tanpa pemanasan. Jadi nya ini sangat melelahkan." Ahn tersenyum pada Alexsa yang menarik tangan nya setelah menghapus keringat Ahn.


Terlihat jelas di lengan baju biru muda yang di kenakan Alexsa ada bekas basah tanda keringat Ahn. Lift berhenti di lantai 2, empat orang karyawan masuk kedalam lift yang sama dengan Alexsa dan Ahn." Ahn berisinatif mundur kesamping Alexsa.


Saat sampai di lantai 3 lift kembali berhenti. 3 orang karyawan pria masuk kedalam lift. Suasana lift jadi cukup penuh sehingga mereka tidak bisa bergerak.


Sedikit info, lantai perusahaan milik Ahn terdiri dari 15 lantai. Sedangkan ruang kerja Ahn berada di lantai 6.


Saat di lantai 4 lift kembali berhenti dan 3 orang karyawan masuk lift. Suasana lift benar-benar penuh. 3 orang pria tadi berdiri tepat di depan Alexsa, jadi saat karyawan di lantai 4 masuk tiga orang pria tersebut mundur. Ahn dengan siap siaga langsung berdiri di depan Alexsa dan meletakkan kedua tangan di samping kiri kanan Alexsa, karyawan di lantai 4 itu masuk dan benar saja para karyawan pria tadi mundur dan membuat Ahn yang tadi memberi ruang pada Alexsa juga di dorong lebih dekat dengan Alexsa.


Ahn tidak menyalahkan siapa pun, mungkin karena ada rapat hari ini jadi mereka harus bergegas. Posisi Ahn sekarang sangat dekat dengan Alexsa, hanya berjarak 2 kapal tangan Ahn dari dada Alexsa.


Para karyawan itu juga merasa sesak dan salah seorang dari mereka malah menggeser dan membuat Ahn yang tadi nya berhusaha menjauhi Alexsa tiba-tiba badan nya yang di dorong langsung menekan Alexsa.

__ADS_1


Alexsa yang dari tadi malu dengan posisi ini menghadapkan wajah nya kesamping. Dan sekarang jarak antara mereka sudah tidak ada, benar-benar tidak ada.


Ahn hanya diam, bahkan kepala nya sekarang ada disamping telinga kanan Alexsa.


Setiap manusia bernafas pasti dada nya akan terangkat dan naik turun. Ukuran da*a Alexsa


memang tidak besar, namun karena jarak antara mereka sudah tidak ada jadi Ahn bisa merasakan gerakan nafas Alexsa.


"Ada apa ini? Kenapa aku merasa malu, tidak ini tidak benar aku pria yang baik tidak akan menyentuh nya." Ahn berbicara sendiri pada diri nya."


4 menit berlalu dari lantai 3 ke lantai 6, cukup singkat namun bagi kedua pasangan ini 4 menit terlalu lama.


Satu per satu karyawan mulai keluar, dan hanya tersisa mereka berdua di dalam lift. Ahn masih belum menyadari kalau semua nya telah keluar.


"Pak, anda menindih saya." Alexsa berbicara pelan pada Ahn.


"Hei ada apa di wajah mu?" Ahn mendekat melihat Alexsa.


"Ada apa? Alexsa langsung mengangkat wajah nya melihat Ahn.


"Apa make up mu terlalu tebal, wajah mu terlalu merah di bagian pipi." Ahn menjelaskan dan mengelus pipi Alexsa.


"Apa benarkah?" Alexsa langsung menatap ponselnya.


"Tidak, aku bercanda. Kau pasti merasa malu saat di posisi tadi kan?" Ahn tertawa kecil dan berjalan ke pintu lift.


Alexsa menundukkan kepala nya karena Ahn benar dia merasa sangat malu. "Ayo cepat, atau pintu nya akan menutup lagi.

__ADS_1


Alexsa langsung keluar dari lift, namun masih merasa malu untuk menatap Ahn.


"Aku ada rapat, jadi kau deluan saja ke ruangan kerja ku. Aku akan langsung ke ruangan rapat." Ahn menjelaskan dengan gerakan tangan.


"Baik, semoga rapat mu lancar." Alexsa tersenyum pada Ahn. Mata Alexsa yang bersinar menatap Ahn dengan senyuman yang teduh membuat Ahn merasa tenang dan juga tersenyum lalu berjalan cepat ke arah yang berlawanan dengan Alexsa.


Alexsa berjalan santai dan memperlihatkan


bekas keringat Ahn yang di lap nya dengan lengan baju tadi masih basah. Alexsa diam-diam tersenyum melihat lengan baju nya.


"Astaga, aku kenapa?" Tidak..jangan sampai aku ada rasa dengan bos mesum itu." Alexsa langsung tersadar saat seorang karyawan melewati nya. Alexsa langsung berubah seperti biasanya, seseorang dengan wajah tegas.


Alexsa memasuki ruangan kerja Ahn, biasnya Ahn ada di ruangan ini. Bahkan sebelum nya dia tidak berani memasuki ruangan ini tanpa izin Ahn, sekarang dia bisa memasuki nya sesuka hati.


Alexsa duduk di kursi kerja Ahn lalu bersandar di kursi putar itu. Alexsa merasa kursi ini lebih nyaman dari kursi kerja nya yang lama Alexsa memutar kursi itu kebelakang dan langsung mengadap pada pandangan kota sibuk.


Beberapa menit Alexsa duduk di kursi itu dan hanya menatap keluar jendela kaca besar.


Alexsa beranjak dan pergi ke meja kerja nya yang baru dan itu dan berada di sudut kanan depan ruangan itu.


Alexsa melihat beberapa laporan tentang penjualan minggu ini, dia melihat dengan santai dan membalik-balik kan kertas itu. Karena seperti biasa kertas itu hanya butuh tanda tangan Ahn.


Sudah satu jam berlalu, Ahn belum juga kembali dari rapat nya. Alexsa bosen dan berjalan ke arah penyediaan makanan di dalam kantor itu, Alexsa mengambil segelas kopi susu.


Di sana juga ada seseorang wanita paru baya


yang sedang membuat kan beberapa gelas minuman. "Untuk siapa itu Bu, banyak sekali?" Alexsa menghapiri wanita yang sedang mengaduk teh di beberapa cangkir.

__ADS_1


__ADS_2