Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Rencana Kepergian BEI


__ADS_3

"Eh, kenapa tiba-tiba begini. Sejak kapan kakak memiliki kasih sayang?" BEI mencoba menggoda Gao.


"Apa maksud mu, jadi selama ini aku membesarkan mu dengan kebencian dan kebusukan, asal kau tahu tindakan ku memarahi dan menasehati mu waktu kecil adalah agar kau tidak kekurangan kasih sayang dan aku tidak mau kau menjadi keras seperti ku. Aku ingin kau tetap memiliki sifat lembut seperti sekarang." Gao mengusap dan mengacak-acak rambut BEI.


"Kau , aku tak mendapat kan seorang ibu dan ayah dalam mendidik ku namun aku mendapat seorang kakak yang keras, kau mengharapkan kelembutan dalam diriku namun yang tumbuh adalah kelembutan lumpur hisap. Merasa baik dengan ku aku akan jebak dan menenggelamkan mu secara perlahan dan kau akan sadar saat kekalahan mu datang sampai kepala mu benar-benar di telan oleh lumpur itu." Senyuman dingin di bibir BEI membuat Gao senang.


"Memang itu yang aku harapkan, kedepannya aku akan terus mempercayaimu dan kau jangan mencoba menghianati ku. Mengerti?" Gak menepuk pundak BEI dan ia merasa sangat senang memiliki adik seperti BEI dan juga akan segera memiliki keturunan.


Pak Zhang dan Alexsa pergi mengantar kai ke sekolah asrama dan hanya ada BEI serta Gao di rumah juga beberapa pelayan.


Kehidupan seperti ini terus berjalan tanpa ada hal yang istimewa, BEI dan Gao hanya tinggal di rumah tanpa melakukan hal penting namun mereka tetap menjalankan tugas nya masing-masing dalam bisnis yang di jalani.


*Oke di percepat aja..*


Bulan ini sudah bulan ke 8 kehamilan Alexsa, perutnya juga sudah membesar, saat ini sudah menjadi hari libur besar bagi perusahaan DG yang sudah berlangsung dari 2 bulan lalu. Yang awal nya ingin di percepat namun malah terlambat karena tugas-tugas dari Ahn belum selesai.


Siang ini Alexsa sedang duduk di taman belakang rumah, Gao memperhatikan dari jendela kamar nya.


'bagus, sudah sejauh ini. Aku harus bersabar sedikit lagi sampai anak itu benar-benar lahir dengan selamat dan aku akan memberitahukan semuanya kepada Alexsak, aku tidak tahu dia akan menerima atau tidak.'


Gao terus memperhatikan dan sangat menantikan kelahiran anaknya.


Tiba-tiba BEI datang membawa sebuah kertas di tangan nya.


"Kak, apa sedang memperhatikan wanita itu?"


"Ada apa?" BEI berbalik dan dan melihat kertas di tangan BEI.

__ADS_1


"Mengenai pembayaran anastesi beberapa bulan lalu, kau sudah melunasi sisa nya dan tugas ku sudah selesai disini, aku akan kembali ke kementrian kesehatan."


BEI meletakan sebuah kertas dengan stempel keemasan di atas meja baca Gao.


"Baiklah, sisa uang juga sudah kau transfer pada ku kan?"


"Sudah, aku berencana pergi nanti sore. Apa ada yang akan kau katakan?" BEI memasukan tangan ke saku celananya dan berwajah dingin pada Gao.


"Ada apa? Kenapa kau terlihat memiliki masalah?" Gao duduk di kursi dan memperhatikan perjanjian di tangannya.


"Hah.. aku merasa sudah cukup banyak membantu mu dalam masalah besar, aku akan pergi dari sini aku tak ingin terkena masalah hanya karena kepentingan mu."


"Apa maksud mu, bicara yang jelas! Apa tentang obat bius ini? Bukan kah kita sudah menyelesaikan nya?"


"Bukan itu, kau tahu kan wanita itu milik kakak pertama sekarang? Tapi kau masih menyuruh ku membantu mu untuk melahirkan anak dari wanita itu hasil hubungan gelap mu. Aku sudah membantu mu sejauh ini dan sekarang aku tak ingin terlibat lagi, sebagai bayaran usahaku yang ini kau harus melindungi nama baik ku. Jangan sampai siapapun tahu kalau aku ikut campur tangan dalam akal jahat mu kak."


"Kau ini bicara apa, tentu saja aku akan selalu melindungi mu apapun yang tejadi karena kau adik ku. Dan untuk masalah campur tangan itu aku tak akan mengatakan kalau kau juga ambil peran semuanya mutlak karena ulahku. Apa masih ada yang membebani mu?"


"Permintaan kecil ini aku akan melakukan nya untuk mu, tapi jika kau benar-benar di pecat datang pada ku dan aku akan langsung mengangkat mu menjadi wakil di pabrik senjata ku."


"Tidak, kau tahu kan aku bekerja di dinas kesehatan itu karena aku hobi dalam hal seperti itu, sedangkan dalam hal senjata aku sangat tidak tertarik. Aku kesini hanya membahas itu, nanti aku akan memberitahu keluarga ini." BEI berjalan keluar dari kamar Gao.


Setelah BEI menutup pintu kamar, Gao kembali memperhatikan Alexsa dari jendela kamar nya.


"Adik ku akan pergi, sekarang anak itu hanya tergantung bagaimana kau menjaganya dan keberuntungan pada diri mu."


__taman belakang__

__ADS_1


Alexsa sedang duduk di kursi taman memperhatikan kai sedang bermain. Kai bahkan sudah besar sekarang tak seperti awal bertemu.


"Ma, bunga ini cantik tidak? Apa bisa aku pakaikan untuk adik?" Kai memperlihat kan sebuah bunga yang di petik nya di taman itu.


"Cantik sekali, sini biar mama yang pakai." Alexsa mengambil bunga dari tangan kai dan menyelipkan di telinga nya.


"Ma, apakah adik ku cantik seperti bunga ini?"


Tiba-tiba Ahn datang dan langsung menghampiri mereka.


"Adik mu bisa saja cantik ataupun tampan, lalu apa bedanya?"


"Tapi kai ingin adik yang cantik, tidak ingin adik laki-laki."


"Memangnya kenapa harus adik perempuan, kalau kita dapat adik laki-laki bagaimana?" Alexsa tersenyum pada kai yang terlihat manis saat merengek.


"Tidak apa-apa, tapi lebih baik adik perempuan yang cantik, kai ingin membelikan nya sebuah gaun yang cantik nanti."


"Kalau adik mu laki-laki?" Ahn duduk di samping Alexsa dan juga memperhatikan kai.


"Laki-laki tidak masalah, tapi adik laki-laki akan sangat nakal, kai tidak suka adik yang nakal."


"Eh.. kenapa begitu, memangnya kau pikir kau anak yang baik? Kau sendiri juga anak nakal." Ahn mengejek kai dan tertawa.


"Papa! Kai sudah jadi anak baik, kai harus menjadi anak yang baik karena kai akan memiliki adik dan kai akan menjadi seorang kakak jadi kai harus menjadi contoh yang baik untuk adik." Kai menunjuk perut Alexsa yang membesar.


"Hahaha.. tentu kau bisa menjadi kakak yang baik dan anak yang baik." Ahn dan Alexsa tertawa mendengar ucapan kai.

__ADS_1


Ahn merasa sangat senang dan menyayangi Alexsa karena ia tak pernah melalui masa kehamilan Alexsa saat mengandung kai, dan sekarang ia sudah bisa bersama Alexsa saat mengandung anak nya yang kedua.


Sayangnya, Ahn tidak tahu kalau anak itu bukan anak nya melainkan anak murni dari Gao.


__ADS_2