
BEI tidak menyangka kalau kakak nya seperti itu, tapi ini alami bagaimana bisa sepasang wanita dan pria di tempat yang sama tak melakukan itu.
"Lalu apa sekarang, wanita itu telah hamil dan itu adalah anak mu!" BEI mendorong Gao.
"Benarkah.. hahaha biarkan saja, mungkin ini bisa jadi permainan yang seru." Gao malah tidak peduli dengan perbuatannya.
"Kau sudah gila kak, bagaimana kalau Ahn curiga kau yang melakukan nya. Dan mereka mengusir kita untuk yang kedua, bagaimana ha.. bagaimana!?" BEI sangat khawatir kalau rencana mengambil warisan ini gagal.
"Tenang saja BEI, aku punya ide. Lakukan seperti dulu, maka semua akan selesai." Gao hanya tersenyum memikirkan sebuah rencana.
"Iya, kau benar. Sebaiknya kita lakukan nanti malam, jangan sampai masalah ini ada yang tahu. Wanita itu cukup bodoh maka dia tidak mengerti dengan tanda kehamilan, aku akan membuat sebuah anastesi untuk membius mereka berdua seolah-olah mereka sudah melakukan nya."
"Iya.. kau pintar, aku akan mempersiapkan semua nya. Sekarang bersikap lah biasa dulu. Hari masih pagi, jangan sampai orang lain tahu." Gao bangga dia memiliki BEI yang pintar jadi mereka bisa keluar dari masalah dengan mudah.
__siang__
Siang ini sudah seharus nya mereka semua makan siang bersama, namun karena kesibukan masing-masing mereka tidak makan siang bersama melainkan sendiri-sendiri.
Gao membawa BEI makan di luar dan membeli beberapa botol anggur untuk nanti malam, mereka membeli anggur dengan alkohol yang kuat.
Sampai di rumah BEI langsung meracik anggur itu dengan di tambah sedikit obat.
"Sudah, ini sudah selesai. Tinggal di sajikan untuk mereka berdua. Kita akan lihat hasil nya." BEI tersenyum melihat sebotol anggur yang sudah di racik nya.
"Apa ini akan berhasil? Ingat, aku tak ingin anak di perutnya itu lirih. Aku ingin anak itu tetap di sana." Gao ternyata sangat menginginkan anak nya.
"Tenang saja kak, obat yang aku masukan tadi hanya membuat mereka merasa kepanasan sehingga tanpa sadar melepas pakaian mereka. Namun tak akan terjadi hubungan antara mereka jadi anak itu akan murni menjadi darah daging mu."
"Baiklah, aku percaya pada mu."
__ADS_1
"Nanti saat makan malam aku akan menyajikan ini dengan tangan ku sendiri sehingga tak ada kesalahan."
__makan malam__
Semua sudah berkumpul di meja makan, tapi pak Zhang tidak ada di meja makan.
"Tuan Ahn, kenapa ayah tidak ikut makan? Alexsa menyadari kalau pak Zhang terlalu lama.
"Tadi ayah memberitahuku kalau dia ada acara dengan teman nya, jadi saat makan siang sudah pergi. Kemungkinan ayah akan kembali besok siang. Kita makan saja dulu." Ahn memberitahukan keadaan kalau pak Zhang tidak di rumah.
'bagus, rencana ku akan berjalan lancar' Gao tersenyum melirik BEI.
BEI mengangguk dan tersenyum kepada Gao karena tahu rencana mereka akan mudah.
Selesai makan malam, BEI langsung menjalan kan rencana nya. Ia mengambil minuman yang sudah di campur dan yang belum di campur.
"BEI, bukankah terlalu berlebihan." Ahn menatap ke arah kai yang masih makan.
"Oh, aku lupa. Tuan muda harus tidur baru kita bisa bermain kan." BEI meletakan 2 botol bir di hadapan Gao.
"Kenapa, kai ingin ikut bermain."
"Kai, sebaiknya cepat tidur. Jika anak kecil tidur larut malam maka kai tidak akan tampan lagi. Jadi kai tidur cepat ya." Alexsa membujuk kai karena anak ini selalu ingin ikut.
"Baiklah, Kai tidak ingin tidak tampan. Kai akan tidur cepat. Selamat malam." Setelah berbicara Kai langsung berlari ke kamarnya segera tidur.
"Baiklah, sekarang apa yang akan kita mainkan?"
"Mudah saja kakak pertama, aku dan kak Gao sering memainkan permainan ini ketika bosan. Peraturan nya di sini kita punya 2 bir yang artinya kita akan di bagi menjadi 2 tim. Permainan di mulai dengan lemparan koin selanjutnya kita akan saling menanyakan tentang pertanyaan umum jika tim yang di tanya salah atau tidak bisa menjawab maka tim yang memberi pertanyaan akan menuang bir ke gelas yang kalah lalu yang kalah meminum nya. Begitu seterus nya sampai bir ini habis. Bagaimana, setuju?" Bei menjelaskan apa yang akan di lakukan.
__ADS_1
"Baik, aku setuju. Kalau pertanyaan nya umum maka aku pintar." Alexsa merasa bangga dengan dirinya.
"Baik, ini anggur untuk kakak pertama dan Kaka ipar ku." BEI tersenyum jahat di bibir nya dan memberikan anggur dengan kadar alkohol rendan pada Yura. Karena kalaupun Gao salah maka mereka tidak akan mabuk.
Sebalik nya BEI memegang bir yang sudah di racik nya yang kalau Yura atau Ahn salah maka bir ini akan di tuang ke gelas Yura atau Ahn dan mereka akan berada di bawah pengaruh obat.
"Baiklah, pertandingan di mulai. Kakak pertama silahkan pilih koin nya." BEI memperlihatkan sebuah koin perak di tangannya.
"Aku pilih yang di sebelah atas." Ahn dengan bangga memilih.
'cih, mau di pilih atau tidak hasil nya sama saja.' Gao masih sinis saat menatap Ahn.
"Baiklah, dan ini hasil nya. Tim kami akan mulai." BEI memperlihatkan koin yang menghadap ke bawah.
"Untuk kakak, tebak berapa usiaku" BEI bertanya terlebih dulu.
"27." Ahn menjawabnya
"Salah, usiaku 24. Kak Gao tuangkan untuk mereka."
Gao menuangkan bir dengan racikan pada gelas Ahn dan Alexsa.
"Baiklah, selanjut nya kami. Berapa usia ayah? Ahn mengajukan pertanyaan, BEI terlihat sedikit bingung.
"68" Gao langsung menjawab.
"Wah, kau benar." Ahn terkejut Gao berhasil menjawab.
"Bagus, kami tidak akan minum. Pertanyaan selanjut nya.."
__ADS_1