Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Di Sangka Hamil


__ADS_3

"Kakek!.." Kai berteriak mencari kakek nya pak Zhang tapi tidak menemukan siapa pun. Saat masuk ke dapur Kai melihat Ahn sedang memasak.


"Eh, papa? Kenapa sudah di rumah?" Kai menghampiri Ahn yang sedang menyajikan spaghetti.


"Kai, kau pergi kemana? Kan aku sudah bilang jangan pergi jauh-jauh. Kan aku hanya ke kantor sebentar." Ahn duduk untuk menuangkan air ke gelas Kai.


Kai, menarik kursi dan duduk di samping Ahn.


Kai lupa dengan tujuannya mencari kakek nya dan langsung menyantap spaghetti buatan Ahn.


Saat sedang makan, Kai membahas tentang Alexsa.


"Papa, papa tahu tidak tadi waktu kai kerumah Alexsa. Kai melihat badan Alexsa sedikit besar dan perut nya juga." Kai bercerita sambil mengunyah.


"Hkuaaak!!.."Spaghetti yang sudah di kerongkongan dikeluarkan"


"A-apa?" Perut nya besar?" Mata Ahn memerah sehabis tersedak.


"Iya pa, perutnya seperti ini." Kai membuat setengah lingkaran dengan gerak-gerik tangan nya.


..."Mata sebelah kiri Ahn tanpa sadar berkedip saat melihat Kai menirukan perut Alexsa....


"Astaga aku lupa, dia mintak pertanggungan jawaban. Apakah, apakah dia sudah memiliki bayi di perut itu?" Ahn berkeringat dingin saat memikirkan hal itu.


"Papa, kenapa diam? Kakek bilang jangan membuang makanan." Kai terus menghabiskan makanannya.


Ahn menganguk dan segera menghabiskan makanannya juga." Selesai makan Kai tidur siang, Ahn khawatir dengan Alexsa dan bergegas menemui Alexsa.


^^^Di rumah Alexsa, Ahn mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada yang membuka. Saat berbalik untuk pulang, Ahn melihat Alexsa dengan dress putih selutut dan kardigan oranye.^^^


Dengan rambut yang Di ikat tinggi. Awalnya Ahn melihat Alexsa biasa saja tapi saat angin berhembus, angin meniup pakaian Alexsa dan tercetak jelas perut Alexsa yang sedikit membuncit.


Ahn yang tadi senang melihat Alexsa langsung terkejut, ternyata memang perutnya membesar. Dipikiran Ahn itu adalah janin dari kesalahan nya.


"Alexsa, kau kenapa..apa ini sungguhan?" Ahn langsung berlari menghampiri Alexsa.


"Pak, anda jangan mendekati saya. Saya sudah lelah dengan sikap anda!" Alexsa menghindari Ahn dan terus berjalan dengan 2 kantong besar belanjaan nya.

__ADS_1


Ahn langsung mengambil bawan Alexsa dan berjalan disamping nya. "Sini ku saja."


"Yaudah kalau anda mau membantu." Alexsa berjalan terlebih dulu dari Ahn.


Ternyata belanjaan Alexsa memang berat, Ahn merasa kasihan dengan Alexsa yang dipikiran nya sedang hamil malah membawa barang-barang berat.


"Silakan masuk pak." Alexsa membuka pintu rumah dan mempersilakan Ahn masuk.


Ahn meletakkan belanjaan di atas meja dapur dan Alexsa menyusunnya ke lemari es. Ahn juga membantu menyusun bumbu dapur.


Saat Ahn selesai menaru bumbu, dia menatap Alexsa yang membungkuk di kulkas menaru buah. Apa yang Ahn liat? Tentu saja belahan indah yang terlihat jelas saat seseorang wanita membungkuk, dada Alexsa terlihat saat tangan nya menjulur menaru buah.


Ahn menatapnya cukup lama dan berpikir bagaimana cara mengatakan nya pada ayah nya kalau dia akan menikahi Alexsa.


Alexsa menyadari kalau Ahn melihat ke arah dada nya dan segera berdiri menutup dada nya dengan tangan.


"Pak anda ada keperluan apa? Kalau hanya untuk menatap tubuh saya sebaiknya anda pergi. Saya bukan penghibur." Alexsa berbalik dan membuang pelasti belanjaan ke tong sampah.


"Alexsa, bukan begitu. Aku kesini untuk.." Ahn langsung mendekati Alexsa dan meraba perut nya.


"Pak, anda kenapa? Anda sangat keterlaluan!" Alexsa memundur beberapa langkah dari Ahn.


"Itu..tunggu aku akan mengatakan ini pada ayah ku. Ayo ikut kerumah, pak Zhang akan menanyai sesuatu pada mu." Ahn membujuk Alexsa.


"Tidak, aku tidak akan ikut!" Alexsa menggeleng kan kepala nya.


"Ayah ini menanyakan hal kerja untuk mu." Ahn berbohong agar Alexsa mau ikut.


Mendengar soal perkerjaan Alexsa terdiam sebentar dan menatap Ahn lama. Ahn menganguk kecil saat Alexsa menatap nya.


"Baiklah kalau ini keinginan pak Zhang. Saya akan ikut, tapi saya harus menganti pakaian." Alexsa menunduk melihat pakaian nya.


"Baiklah aku akan tunggu di luar." Ahn berjalan keluar rumah menunggu Alexsa.


20 menit menunggu, Alexsa keluar dengan dress hitam dibawah lutut. Dia mengunakan pakaian ini untuk menutupi perut buncit nya karena terlalu banyak makan.


"Kenapa memakai baju hitam?" Ahn menatap Alexsa.

__ADS_1


"Kenapa? Apakah tidak cocok?" Alexsa menatap Ahn dan merapihkan baju nya.


"Tidak, bukan begitu. Kau tetap cantik dengan dress apapun." Ahn tersenyum dan membuka pintu mobil untuk Alexsa masuk.


Setelah mereka duduk di mobil. Mereka melaju kerumah Ahn. Sesampai di rumah Ahn Alexsa dan Ahn langsung masuk.


Ahn menyuruh Alexsa menunggu di ruang tamu, sementara Ahn kerumah ayah nya ingin membahas kehamilan Alexsa. Ahn tidak tahu kalau yang perut Alexsa hanyalah lemak, tapi dia mengira kalau itu bayi dari kesalahan nya.


"Ayah boleh aku masuk?" Ahn membuka pintu kamar pak Zhang.


"Ada apa?" Pak Zhang menaru rokok nya.


"HM..Begini..aku- aku ingin.." Ahn terbata-bata saat berbicara di hadapan pak Zhang.


"Kau ingin bicarakan apa?" Bicara yang jelas!" Pak Zhang menatap Ahn dengan mengerutkan keningnya.


"Aku aku...aku akan menikah lagi." Ahn langsung menuduk setelah mengatakan itu.


Pak Zhang yang dari tadi bersandar santai langsung duduk dengan benar.


"Apa? Apa kau sudah gila? Di keluarga kita tidak ada yang menikah 2 kali! Saat ibu meninggal apa aku menikahi wanita lain haa?" Pak Zhang meneriaki Ahn.


"Bukan begitu ayah, situasi nya berbeda harus menikahi nya."


"Kenapa? Apa karena nafsu mu atau hartanya? Dengar yah, kau itu bukan anak kecil jika kau ingin menikah untuk yang kedua seharusnya kau sadar bagaimana rasa pernikahan pertama.


"Ayah, wanita ini tidak kaya, aku bukan menikahi nya karena nafsu saja tapi.." kata-kata Ahn terhenti saat tiba-tiba pak Zhang berdiri.


"Tapi, apa? Kau malu karena datang sendiri ke pertemuan pengusaha? Atau karena kau kalah dalam taruhan yang kau buat sendiri jawab!" Pak Zhang menarik kerah baju Ahn.


"Dia hamil ayah!!!" Ahn meninggikan suara nya karena pak Zhang terus menggoyang kerah baju nya.


"Apa? Kau menghamili nya?" Tangan pak Zhang langsung melepaskan kerah baju Ahn. Dasar laki-laki bejat!" Pak Zhang langsung menampar Ahn.


"Ayah ini kesalahan, aku tidak sengaja. Aku juga tidak berniat melakukan nya."


"Tidak berniat apanya?" Sekarang hasil kesalahan mu sudah terjadi, kau mau membuat malu keluarga ini? Siapa wanita-wanita itu?" Pak Zhang membesarkan mata nya saat tahu hal itu.

__ADS_1


__ADS_2