Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Ke Salah Pahaman 2


__ADS_3

Sampai di rumah, Alexsa menatap leher nya yang memiliki bekas merah dan sedikit sayatan kecil. Alexsa mengusap bekas merah dari genggaman tangan Ahn dengan air hangat namun warna merah itu malah semakin jelas. Karena malu Alexsa memutuskan untuk tidak berkerja hari ini.


Keesokan paginya Alexsa berangkat berkerja seperti biasa dan mengunakan syal di leher nya untuk menutupi bekas merah itu.


Sampai di kantor Alexsa melihat Ahn berdiri di pintu masuk ruang kerja nya. Nanti siang temui aku di ruangan ku." Ahn langsung pergi setelah mengatakan itu.


"Baik pak." Alexsa hanya menganguk dan masuk keruangan nya.


Saat duduk di tempat kerja nya, seseorang rekannya bertanya.


"Alexsa, kenapa memaki syal?" Bukankah cuacanya tidak dingin?" Wanita itu menatap ke arah syal merah di leher Alexsa.


"Ini bukan karena aku dingin. Aku mengalami elergi jadi aku menutupi nya" Alexsa berbohong dan tertawa kecil dan mengusap syal nya."


Ia berkerja seperti biasa dan siang hari saat jam pulang, Alexsa menemui Ahn ke ruangannya.


"Permisi pak, boleh saya masuk?" Alexsa mengetuk pintu ruangan Ahn.


Ahn yang sedang menanda tangani berkas melihat Alexsa yang berdiri di pintu.


"Ya, silakan." Ahn menaru pena nya dan menyusun semua kertas dengan rapih.


"Ada apa pak?" Alexsa berdiri di depan meja Ahn.


Duduklah dulu ada hal yang harus saya tanya kan.


"Mengenai apa pak?" Alexsa kembali bertanya sambil merapikan rok nya.


"Begini, soal yang kemarin malam. Aku kau tahu kan bagaimana situasi nya?" Ahn merasa canggung dan beberapa kali mengetikan jari telunjuk nya kemeja.


"Semalam? Memang nya kenapa? Saya tahu anda sedang mabuk jadi semua yang anda lakukan pasti tidak di sengaja." Alexsa masih tersenyum kecil saat menjelaskan.

__ADS_1


"Iya, itu memang tidak disengaja. Tapi..., begini saja berapa uang yang kau minta untuk ganti rugi?" Ahn yang bingung langsung menanyakan harga.


"Untu apa bapak membayar saya seharusnya bapak bertanggung jawab bukan nya membayar." Alexsa berbicara soal tanda merah bekas cekikan Ahn dan badan nya yang sakit karena terhempas.


"A-aku? Tapi kau tahu kan itu tidak disengaja bagaimana bisa aku bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan tak sadar melakukan nya?" Ahn gugup saat Alexsa berbicara soal tanggung jawab.


"Ya, walaupun anda tidak sadar saya dalam kondisi sadar dan saya sangat tersiksa dengan apa yang anda lakukan." Alexsa mengaruk sedikit lehernya.


"Tapi itu tidak mungkin, ini hanya ke tidak sengajaan. Kenapa kau memakai syal di saat seperti ini?" Ahn coba mengalihkan topik.


"Oh ini, ini juga karena ulah anda." Alexsa melepaskan syal merah itu dihadapan Ahn dan mengangkat rambut panjang nya. Dan nampaklah bekas cengkeraman merah di leher itu serta goresan kecil di dekat telinga.


Mata Ahn tak percaya dengan yang diliat nya." Itu, apakah itu aku juga yang melakukan nya?" Ahn mrnujuk kearah bekas luka itu.


"Tentu saja, bahkan tanda merah ini karena anda membanting saya ke kasur malam itu dan anda juga.." Alexsa terhenti karena Ahn yang tiba-tiba berteriak."


"Aaaaa! Tidak jangan katakan lagi itu sangat memalukan." Baiklah aku akan bertanggung jawab atas hal semalam itu tapi aku butuh waktu." Ahn menutupi telinga nya karena sangat malu."


"Waktu?" Sebaiknya anda cepat atau orang lain tahu hal ini." Alexsa memasang lagi syal merah itu keleher nya."


"Huh, saat akan melakukan nya kau sangat cepat, tapi saat akan bertanggung jawab anda menyuruh saya menunggu." Alexsa berdiri dan memasang tas selempang nya di bahunya."


"Jangan bicara lagi, kau tunggu saja aku akan segera melakukan kompensasi terhadap apa yang aku perbuat."


Alexsa yang mendengar itu langsung keluar dari ruangan Ahn karena Ahn sangat tidak menghargai nya.


"Apa-apaan pria itu, masak membayar uang rumah sakit atau perawatan untuk bekas ini saja harus berpikir?" Lagian aku juga bisa merawat nya sendiri." Alexsa mengerutuk setelah beberapa langkah dari ruangan Ahn.


Sementara Ahn yang ada di ruangan nya sangat bingung, bagaimana ia bertanggung jawab atas yang ia lakukan. Apakah harus menikahi wanita itu?


Saat di rumah Alexsa melihat di kaca bekas cekikan itu, terlihat bekas kebiruan di leher nya dan itu terasa sakit. Malam hari Alexsa meras lehernya semakin sakit dan ia langsung mengirim surat izin tidak masuk kerja langsung pada Ahn.

__ADS_1


3 hari sudah berlalu, Alexsa juga belum masuk kerja. Ahn khawatir karena terakhir kali dia membicarakan soal tanggung jawab kepada Alexsa.


Sepulang kerja Ahn memutuskan menjenguk Alexsa kerumah nya dia membawa sebuah kue susu dan seikat bunga Krisan.


"Permisi, Alexsa aku Ahn." Ahn mengetuk pintu rumah Alexsa beberapa kali.


"Pak Ahn anda datang?" Alexsa membuka pintu. Tiba-tiba Alexsa langsung mual dan segera berlari kesamping rumah lalu muntah.


Alexsa sebenarnya elergi terhadap serbuk bunga Krisan, saat Alexsa membuka pintu bunga tersebut tepat berada dihidung nya."


Ahn kaget dan langsung mengikuti Alexsa ke samping rumah, ia melihat Alexsa sedang muntah dan pikiran Ahn langsung tertuju pada mual di saat hamil." Dia langsung lemes dan mendongak kan kepala nya dengan putus asa."


"Maaf pak, saya tidak sengaja" Alexsa tertawa kecil dan mempersilakan Ahn untuk duduk di dalam.


"Kenapa anda kemari pak, ada keperluan apa?" Alexsa berbicara sambil menjauhkan bunga Krisan yang diberikan Ahn.


"Kau sudah tak berkerja selama 3 hari kenapa?" Ahn bertanya dangan nada lembut.


"Kan saya sedang sakit pak, jadi saya tidak masuk kerja dan beberapa hari ini saya juga mual mungkin karena.." Alexsa belum selesai berbicara Ahn langsung bertanya lagi.


"Iya, iya aku tahu itu karena aku kan?" Dan apa kau sudah periksa ke dokter?" Ahn langsung berbicara dengan suara keras.


"Bukan, tapi aku sudah periksa ke dokter dan dokter itu bilang normal karena aku.." Kata-kata Alexsa kembali di sela oleh Ahn.


"Jadi, jadi sudah, sudah berapa lama ini terjadi?" Ahn sedikit gugup saat bertanya?"


"Ya, setelah saya menemui bapak di ruang kerja waktu itu." Alexsa sedikit heran dengan tingkah Ahn.


Ahn langsung menunduk dan menopang dahinya dengan tangan.


"Astaga, aku harus apa? Apa yang harus aku katakan pada ayah?" Bagaimana ini?" Ahn merasa sangat tertekan dengan situasi ini.

__ADS_1


Tiba-tiba Alexsa bertanya tentang pemberian Ahn tadi yaitu kue susu yang di bawak nya.


"Wah, bapak membawa kue susu yah, saya akan ambil piring dulu." Alexsa segera berdiri dan mengambil piring kecil di dapur.


__ADS_2