
Alexsa terdiam saat Gao tiba-tiba mengelus lengan nya.
"M-maksud mu apa? Kenapa menanyai itu?" Alexsa gugup karena Gao terlihat aneh.
"Aku pikir daging manusia lebih enak dari hewan, bagaimana menurut mu?" Gao terus mengusap lengan Alexsa dengan jemarinya.
"Aku-aku tidak tahu, aku tidak pernah mencoba." Alexsa mencoba menyingkirkan tangan nya dari Gao.
Gao langsung menarik tangan Alexsa dengan keras dan menggigit nya. Tindakan itu sontak membuat Alexsa berteriak karena kesakitan.
"Aaaaak! Sakiit, lepaskan!" Alexsa menekan kepala Gao agar tidak menggigit nya.
Gao melepas gigitannya dan melihat tangan Alexsa dengan bekas gigitan yang di hasilkan nya.
"Hahaha.. ternyata daging mu tidak enak, bagaimana kalau kita tambahkan garam?" Omongan Gao semakin aneh.
"Tidak, jangan lakukan itu. Apa anda seorang kanibal?" Alexsa mengusap lengan nya dengan bekas gigitan Gao.
"Tidak juga, tapi mungkin iya." Gao mengerutkan keningnya menatap Alexsa.
Gao bangun dari pangkuan Alexsa dan duduk di hadapan Alexsa.
"Apa kau tertarik dengan kekerasan?" Pertanyaan Gao sangat aneh membuat Alexsa merinding memandang wajah nya.
"Tidak... Tidak... Saya tidak suka dengan semua pembahasan anda! Tolong jangan bahas hal seperti itu lagi!" Alexsa menutup telinga dan matanya.
"Apa ini, kau bahkan sangat tidak menarik. Bagaimana bisa Ahn memilih mu?"hai mengangkat dagu Alexsa dan memperhatikan wajah nya.
"Tuan, aku.." Alexsa kembali berhenti bicara karena salah mengucapkan kata.
"Tuan? Kau memanggilku tuan lagi ya, kedengaran nya bagus. Tapi aku tidak suka di panggil seperti itu. Tolong panggil aku 'tuan ku'" suara berat Gao berbisik di telinga Alexsa.
Alexsa gemetar dengan suara itu. "Ti..tidak, saya tidak mau!" Alexsa mendorong Gao agar menjauhinya.
"Oh, tidak mau ya? Kalau begitu mari kita bicarakan konsekuensi nya." Gao mendorong tubuh Alexsa dan langsung menindih nya.
"Aku rasa kau masih bisa berpikir?" Gao menyandarkan kepalanya pada dada Alexsa dan membuat Alexsa semakin ketakutan.
"Baik.. baiklah! Aku akan menuruti mu tuan ku, tolong lepaskan aku!" Alexsa dengan sedikit air mata di sudut matanya mendorong pundak Gao.
"Baiklah, kau sudah memutuskan. Sekarang cepat ganti pakaian itu!" Gao menjauh dari Alexsa dan bergeser ke pinggir ranjang.
"Kenapa?" Alexsa juga berusaha duduk dari baringan.
"Kenapa? Apa kau tidak akan turun untuk sarapan? Atau kau sudah kenyang dengan sarapan tadi?" Gao melepas ikat pinggang nya.
"Tidak, baiklah saya akan ganti pakaian." Alexsa segera beranjak dari kasur setelah melihat Gao yang membuka ikat pinggang nya, dia takut kalau Gao akan memukul nya dengan sabuk itu.
"Hei..hei.. mau kemana?" Gao memanggil Alexsa yang mengambil kemeja secara acak di lemarinya.
Alexsa berhenti dan berbalik menatap Gao.
"Siapa yang menyuruh mu memakai kemeja pendek itu? Apa kau mau menjadi makanan bagi bawahan ku yang lapar?" Gao melihat ke paha Alexsa yang putih bersih.
"Apa yang harus saya gunakan tuan ku?"
"Hahaha.. aku senang setiap kau memanggil ku begitu, ini tadi malam aku menyuruh bawahan ku membeli ini." Gao melempar sebuah paper bag ke atas kasur.
__ADS_1
Alexsa menghampiri itu dan mengeluarkan isinya, terlihat sebuah gaun merah muda selutut namun cukup terbuka di bagian bahu nya.
"Tuan ku, ini terlalu terbuka. Aku tidak bisa menggunakan pakaian dalam ku jika ini terlalu terbuka." Alexsa menaruh gaun itu dan menunjuk bagian bahunya.
"Kalau begitu jangan pakai pakaian dalam mu." Suara datar Gao membuat Alexsa bingung.
"Aku tidak bisa, itu tidak nyaman."
"Lalu bagaimana, aku tidak membelinya untuk mu. Jika kau tetap ingin memakai nya itu terserah pada mu, tapi tetaplah cantik saat turun kebawah." Gao mengambil handuk di samping kursi kayu dan pergi ke kamar mandi.
"Tuan, saya harus mandi juga kan?" Alexsa menghentikan Gao yang akan menutup pintu kamar mandi.
"Selalu saja bertanya dan menolak, kau mau mandi bersama ku? Aku tidak keberatan, bagaimana dengan mu." Gao membuka pintu kamar mandi mempersilahkan Alexsa masuk.
"Tidak, aku akan mencari kamar mandi di bawah." Alexsa membawa gaun merah muda dan menutup pintu.
***Maaf ya, untuk adegan Ahn tidak akan di bahas beberapa hari kedepan. Kenapa? Karena itu hanya perjalanan dan membahas kontrak pariwisata nya^^ jadi untuk beberapa bagian kedepan hanya akan di bahas bagiamana Gao dan Alexsa.***
Alexsa menuruni tangga rumah besar itu, setiap sudut rumah selalu saja ada seorang pria tinggi besar berdiri memakai jas hitam.
"Nona, mau kemana? Apa mau kabur?" Seorang penjaga di bawah tangga menanyai Alexsa.
"Begini, aku ingin mandi dan sedang mencari kamar mandi." Alexsa gugup menjawab pria yang diam membatu itu.
"Silahkan disana," penjaga itu menunjuk pintu marmer putih di bawah tangga.
Alexsa mengangguk dan berjalan ke arah yang di tunjuk, dia membuka pintu dan mandi.
Beberapa menit dia disana dan menyadari kalau tidak ada handuk di kamar mandi itu, apalagi handuk di kamar nya sudah di bawa oleh Gao.
"Permisi, tuan apakah ada yang bisa mendengar ku?" Alexsa membuka pintu dengan sangat kecil hanya cukup untuk matanya.
Seorang penjaga mendatangi Alexsa, "ada apa nona? Apa yang bisa saya lakukan?" Penjaga itu tidak melihat ke arah mata Alexsa namun di membelakanginya.
"Begini, aku lupa membawa handuk ku jadi bisakah kau mengambilnya di kamar Gao? Tolong ya." Alexsa bersuara manis meminta pada penjaga itu.
Penjaga itu mengangguk dan meninggalkan Alexsa, Alexsa terlalu kedinginan jadi memakai kembali kemeja itu walau dalam ke adaan basah.
Beberapa menit setelah Alexsa memakai kemeja itu, pintu di ketuk. Alexsa pikir si penjaga pasti sudah datang membawakan handuk.
Tok..tok..tok..
"Sebentar aku buka kan." Alexsa
membuka kunci kamar mandi.
Tiba-tiba pintu itu di dorong dan membuat pintu terbuka lebar, untungnya Alexsa sudah mengenakan kemeja merah tadi.
"Kenapa meminta bantuan kepada bawahan ku? Di rumah ini semuanya atas nama ku jadi jika kau ingin meminta sesuatu maka mintalah pada ku." Gao menahan pintu dengan tangan nya dan menatap Alexsa dengan kemeja basah di badannya.
"Aku tidak bisa berteriak memanggil anda bukan? Lagipula anda sedang mandi tadi?" Alexsa mencoba beralasan melihat Gao yang marah.
"Baiklah, alasan mu aku terima. Tapi.." Gao menatap Alexsa dari atas sampai ke ujung kaki nya dan tersenyum.
__ADS_1
"Apa? Jangan melihat saya seperti itu!" Alexsa menutupi pahanya yang terbuka.
"Aku pikir kau tidak usah memakai handuk, cepat sekarang keluar!" Gao menarik tangan Alexsa yang menutupi dadanya dan memaksa nya keluar dari kamar mandi.
"Tap.. tapi ini tidak pantas!" Alexsa menolak namun tenaga Gao lebih besar darinya dan berhasil menariknya keluar dari kamar mandi.
Alexsa terkejut saat melihat sekeliling, sekeliling nya sudah di lingkari oleh bawahan Gao yang menatap nya.
"Tuan, ini.. kenapa begini...?" Alexsa berdiri di belakang Gao untuk menutupi tubuhnya.
"Itu hukuman mu, kau meminta bantuan pada bawahan ku kan? Sekarang mereka ingin bayaran dari suruhan mu."
"Bayaran? Tapi aku tidak punya apapun" Alexsa mengintip sedikit dari lengan Ahn.
"Bukan dengan uang, tapi dengan tubuh mu." Gao menarik Alexsa yang bersembunyi di balik nya.
"Tidak, saya tidak mau." Alexsa tetap berlari ke belakang Gao untuk bersembunyi.
Gao tertawa dengan sikap Alexsa yang seperti itu. "Hahaha.. sikap mu sangat manja ya, pantas Ahn menginginkan mu. Begini saja, untuk membayarnya coba bersikap manja pada ku." Gao melihat Alexsa yang bersembunyi di belakang nya.
"Apa? Kau mencoba mempermalukan ku di hadapan semua pria ini?"
"Lalu apa, kau mau melayani mereka satu persatu."
"Tidak, itu sangat mengerikan. Tapi bagaimana cara ku berperilaku manja?"
"Baiklah coba sekarang kau menggoda ku dengan suara mu!" Gao bergeser ke samping dan mensejajarkan posisi nya dengan Alexsa.
"Aku tidak bisa, aku bukan wanita seperti itu." Alexsa melihat sekelilingnya.
"Sekarang lakukan atau pergi ke semua pria lapar ini."
Alexsa memejamkan matanya, pria ini keterlaluan.
"Tuan ku tolong biarkan aku pergi ke kamar." Alexsa bersuara lembut meminta pada Gao.
"Tidak. Ulangi!" Gao memejamkan matanya tak mau melihat Alexsa.
"Apa? Baiklah. Tuan ku bisakah kau membiarkan ku pergi?" Alexsa memohon dengan tangannya.
"Tidak, ulangi!"
'bagaimana ini? Apa aku harus meminta seperti seorang penggoda?'
"Tuan ku, bisa antar aku kemar mu. Aku harus mengganti pakaian ku." Alexsa menyentuh dada Gao dan menyandarkan kepalanya.
"Ahahaha.. baiklah, aku memaafkan mu dan permintaan mu akan ku turuti." Gao memecah suasana hening dengan tawanya.
"Baiklah, aku ingin..." Belum selesai Alexsa berbicara Gao langsung mengangkat tubuh Alexsa
"Tuan, anda sedang apa?" Alexsa berusaha menutupi pahanya yang semakin terlihat jelas jika di angkat oleh Gao.
"Kau bilang ingin aku mengantar mu ke kamar kan? Sekarang akan ku antar." Gao memandang wajah Alexsa.
"Tapi tuan, aku.. aku" Alexsa menutupi paha dengan tangan nya.
"Aku mengerti, semua nya berbalik! Jangan ada yang berani melihat wanita ku. Jika ada yang ketahuan langsung ku tembak mati. Mengerti!" Gao meninggikan suaranya dan semua bawahan itu serentak berbalik badan dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sekarang kau sudah bisa melepaskan tangan mu sayang, tidak perlu khawatir." Gao berjalan melewati para bawahan dan menaiki tangga ke kamar nya.