Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Bab 65 KMK


__ADS_3

Malam ini saat makan malam, Ahn merasa tidak tenang dipikirannya selalu terlintas kata-kata dari Gao.


"Ada apa Ahn? Kenapa kau makan sangat lama?"pak Zhang melihat piring makan Ahn yang masih penuh.


"Tidak apa, aku hanya tak selera makan." Ahn mengambil sesuap makanan di piring nya.


"Papa, jangan membuang makanan. Jika ada masalah di luar selesaikan di luar jangan bawa ke rumah." Suara kai menasehati sangat bijak.


"Kai, darimana kau belajar mengatakan itu?" Pak Zhang menatap kai yang terus makan.


"Alexsa, Alexsa yang mengatakan itu."


Suasana makan agak kaku karena mereka memikirkan masalah masing-masing.


___di tempat Gao___


Sedang makan malam seperti biasa, Gao melihat wajah Alexsa yang Selalu diam dan terlihat murung.


"Ada apa? Apa kau punya masalah, aku rasa aku tidak menindas mu seharian ini?"Gao menghentikan makannya sebentar.


"Tidak, tidak ada. Aku hanya..." Alexsa diam dan menatap Gao karena takut salah bicara.


"Hanya apa? Apa kau merindukan suami mu?" Gao langsung menebak pikiran Alexsa.


Alexsa hanya diam dan melanjutkan makannya.


"Aku sudah meneleponnya sebentar tadi, dia baik-baik saja." Gao dengan tenang melanjutkan makannya.


"Apa dia mencari ku? Apa dia menanyai ku? Dia bilang apa?" Alexsa langsung antusias.


"Dia tidak membahas mengenai mu, aku ragu apakah dia benar-benar menyayangi mu." Gao tersenyum tipis dan meminum segelas air di sampingnya.


"Apa begitu? Baiklah." Alexsa terlihat sangat patuh karena ia tak ingin mencari masalah dengan Gao.


Mereka melanjut kan makan dan ketika selesai Gao langsung tidur di ruang baca tanpa berkata apapun, Alexsa berpikir bagaimana Ahn akan mencarinya jika tak ada petunjuk begini.


___pagi datang___


Pagi ini Ahn bangun lebih cepat dan langsung mengakses peta kota Dijin karena mengetahui lokasi terakhir Gao dan Alexsa adalah di perbatasan kota ini dengan kota dijin.


"Apa maksud nya kalau kai bukan putra ku? Apa Halen menipuku? Tidak, aku tidak bisa meragukan anak ku sendiri." Ahn terkejut ketika pintu kamar terbuka.


"Papa." Kai langsung berlari ke pangkuan Ahn.


"Ada apa kai, kau mimpi buruk?" Ahn memeluk dan mengangkat putranya ke pangkuannya.


"Papa, kai ingin mama. Kai ingin Alexsa." Anak itu menanyai dan merengek di pangkuan Ahn.


"Ada apa ini kai, kan sudah aku katakan kalau Alexsa bekerja." Ahn menenangkan kai.


"Tapi ini terlalu lama, Alexsa terlalu lama pergi. Tolong jemput Alexsa pas!?" Kai menangis dan Ahn mengusap kepalanya.


"Kai, sudahlah. Jangan begini." Ahn mengusap kening kai dan anak itu demam tinggi.

__ADS_1


"Telepon Alexsa paa, kai ingin Alexsa." Air mata anak itu semakin banyak dan ia hanya menangis di pangkuan Ahn.


"Haah, baiklah aku akan coba telepon Alexsa ya." Ahn mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi nomor Gao semalam.


"Benar ya paa, kai ingin bicara dengan Alexsa." Kai langsung menyeka air matanya.


Ahn mencoba menghubungi nomor Gao.


___di tempat gao___


Pagi ini Gao sudah duduk di teras rumah melihat beberapa surat dengan tanda-tangan seorang pria atas nama Alexsa, dan juga melihat laporan medis atas nama Alexsa.


"Jadi milik Ahn sementara aku yang membelinya, hebat sekali." Gao memperhatikan setiap lembaran kertas itu.


"Tuan Gao, telepon di ruang baca berdering." Seorang bawahan menghampiri Gao.


Gao langsung berdiri dan menjawab telepon itu. Kebetulan itu adalah telepon lama, jadi tidak di ketahui siapa yang menelepon.


"Halo?" Gao menjawab telepon itu.


"Alexsa!" Suara kai langsung memanggil.


"Oh, tuan muda Huang. Apa mencari Alexsa?"


Suara Gao membuat kai takut.


"Papa, ini bukan Alexsa." Kai memberikan ponsel pada Ahn.


"Tunggu, Alexsa masih tertidur. Aku tidak bisa membangun kan nya. Dan satu hal lagi, dia adalah milik ku sekarang jadi jika kau ingin menemui nya atau berbicara dengan nya sediakan uang untuk melakukan itu." Gao malah membahas soal uang.


"Aku tidak ingin memaki mu, berikan panggilan ini pada Alexsa putra ku sedang demam jika kau tidak memberikan nya aku akan langsung menugaskan seluruh kota Dijin untuk mencari mu baik itu hidup atau mati!" Ahn kesal karena Gao masih saja mementingkan uang.


"Percuma saja kau menyuruh seluruh kota Dijin untuk mencari ku, jika kau sampai melakukan itu maka malam ini juga aku akan membawa Alexsa terbang ke luar negri untuk selamanya. Dan satu lagi, aku tidak peduli dengan masalah putra mu itu."


"Dengar, putra ku tidak tergabung dalam masalah ini dan jika dia sampai dalam keadaan darurat karena ulah mu aku jamin kau harus membayar 2 kali lipat."


"Baiklah, baiklah. Aku mengetahui penyakit putra mu Ahn, jadi aku mengasihani nya. Tunggulah sebentar, bawahan ku akan membawa Alexsa kemari." Gao menjauhkan telepon itu. "Tolong bawa Alexsa kesini, katakan ada hal penting menunggunya." Perintah dari Gao langsung di kerjakan oleh bawahan itu.


5 menit kemudia..


"Halo." Terdengar suara Alexsa dari telepon.


"Alexsa! Ini kai.. Alexsa kapan akan kembali?" Suara kai sangat senang bisa menghubungi Alexsa.


"Kai.. apa kai baik-baik saja? Apa sudah makan?" Alexsa berkaca-kaca saat mendengar suara kai.


"Alexsa .. kai rindu, apa Alexsa tidak mau pulang?"


Alexsa tak bisa menahan air matanya, ia langsung berderai air mata menjawab pertanyaan dari kai.


"Iya.. Alexsa juga sangat merindukan kai." Suara Alexsa gemetar menjawab pertanyaan kai.


"Apakah Alexsa baik-baik saja?"

__ADS_1


"Iya, kai bisa bicara dengan pak Ahn sebentar."


"Tunggu, jangan bicara apapun pada nya!" Gao langsung merebut telepon dari Alexsa.


"Tapi kenapa, aku hanya merindukan suaranya." Alexsa beralasan kepada Gao.


"Cih, wanita ini. Kau sangat menjijikan. Aku peringat kan jangan bicara yang lain kepadanya!" Suara Gao terdengar oleh Ahn yang sedang memegang telepon.


"Halo kai?" Suara Alexsa kembali sedih karena tak di izinkan bicara dengan Ahn.


"Halo." Terdengar suara Ahn dari telepon.


"A..apa kau, makan dengan baik." Alexsa kembali menangis karena mendengar suara Ahn.


"Jangan menangis. Aku akan menolong mu, jaga dirimu." Suara Ahn terdengar tenang namun bergetar menahan air mata.


"Apa, tidak. Haha.. dia tidak menyentuhku, dia tidak mempermalukan ku, kai tenang saja. Ia juga tidak mengancam ku dengan benda tajam. Hmm.. tidak, aku tidak di paksa melayaninya, kai tenang saja yaa." Alexsa mengadu dengan cara berbohong.


Ahn mendengar dari balik telepon, ia sangat geram. ia mengerti maksud Alexsa berbicara seperti itu, dan langsung mematikan ponselnya.


"Apa yang kau katakan, apa mungkin anak 6 tahun menanyakan hal itu?" Gao langsung merebut telepon dari Alexsa dan mendorong Alexsa menjauh.


"Aakh.. dia hanya bertanya, anak itu tidak seperti teman sebayanya, dia sangat pintar pantas saja ia menghawatirkan ku." Alexsa mendekat lagi kepada Gao.


"Sudah, jangan bicara lagi. Sekarang kembali ke kamar mu. Dan jangan menangis seperti itu lagi." Gao langsung mengusir Alexsa.


Alexsa dengan patuh kembali kembali ke dalam kamar, ia sudah senang dan bercampur haru karena setelah seminggu baru sekali ini mendengar suara Ahn dan kai.


___di tempat Ahn__


"Papa, bagaimana apakah Alexsa mau kembali pulang?" Kai menarik sedikit kemeja Ahn.


"Tenang saja, aku akan menjemputnya." Ahn terlihat marah.


Kai turun dari pangkuan Ahn dan kembali ke kamar nya.


"Sial, pria itu sudah bertindak terlalu jauh. Berani sekali menyentuh wanita ku!" Ahn memukul meja dengan keras.


___ke esokkan harinya___


"Halo? Ahn. Apakau mau bertemu dengan ku?" Suara Gao kembali menelepon Ahn yang sedang bekerja di kantor.


"Apa yang kau inginkan! Aku tidak ada waktu menemui mu!" Ahn dengan kesal akan menutup telepon.


"Aku akan ceritakan mengenai kai!"


"Dimana, katakan tempat nya." Suara Ahn langsung berubah.


"Gudang tua, perbatasan kota. Jam 3 Sore"


Ahn langsung menutup telepon dan segera menuju parkiran. Ia meninggalkan semua pekerjaan nya dan segera menemui Gao.


Sekarang sudah jam 2 siang. jika ingin ke perbatasan harus melewati 3 jam.

__ADS_1


__ADS_2