Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Perintah Pak Zhang


__ADS_3

"Tidak, memang nya kenapa?" Kalau pun bapak dan aku minum air ini di tempat yang sama, air nya tidak akan menjadi racun. Lagi pula aku tidak pernah merasa jijik dari bekas orang lain, termasuk bapak." Alexsa menutup air itu dan kembali memakan roti nya.


"Apa?" Aku bukan...tapi Aku bukan bekas!" Ahn merasa tersinggung dengan ucapan Alexsa. Namun dia menang sudah bekas Helen, jadi Ahn juga merasa kalau omongan Alexsa benar.


5 menit berlalu setelah kue terakhir dimakan oleh Ahn. Mobil yang mengantri pun mulai berjalan, dan akhirnya mereka bisa pulang dan sampai di rumah pukul 20.45 malam.


Sampai di rumah Alexsa melihat Kai yang sedang duduk di ruang tamu bermain robot-robatan sendiri.


"Alexsa, kenapa terlambat?" Kai melihat Alexsa yang masuk sambil menenteng tas kerja nya.


"Tadi ada kemacetan, jadi Alexsa terlambat." Alexsa menghampiri Kai yang sedang bermain.


Ahn langsung masuk ke kamar nya, lagi pula dia tidak terlalu peduli dengan Kai yang menunggu nya.


"Alexsa, apa sudah makan?" Kai dan kakek baru saja selesai makan. Sekarang kakek sedang menonton tv di kamar nya.


"Sudah, tadi Alexsa sudah makan saat di kemacetan. Lalu kenapa kai masih menunggu bukan kah sebaiknya Kai bersiapridur Kai bersiap tidur?" Alexsa mengusap kepala Kai.


Iya, sebentar lagi Kai akan pergi tidur Kai hanya menuggu Alexsa. Sekarang Alexsa sudah kembali saat nya Kai tidur." Anak itu mengemasi mainan nya sendiri.


"Selamat malam Alexsa." Kai mencium pipi Alexsa dan berjalan menaiki tangga ke kamar nya.


Alexsa tersenyum melihat Kai, dan ia juga ikut menaiki tangga setelah Kai sampai di kamar nya.


Alexsa sampai di kamar dan melihat Ahn sedang berbaring di kasur dengan telungkup.


Alexsa melepaskan sepatu hak tinggi nya dan menaru tas. Alexsa mengambil baju tidur dan menganti nya di kamar itu karena Alexsa pikir Ahn sudah pasti tidur.


Saat sedang mencari celana tidur berwarna ungu panjang, Ahn tiba-tiba menoleh. Alexsa dengan refleks langsung duduk dan bersembunyi di balik kasur.


"Maaf aku tidak melihat." Ahn kembali membaringkan kepala nya.

__ADS_1


"Bapak kenapa, kenapa selalu membuat saya merasa malu. Ingat yah, saya tidak akan pernah memberikan tubuh saya kepada bapak." Alexsa memarahi Ahn yang terus saja coba mengintip nya.


"Kenapa? Aku sudah bilang tidak sengaja. Lagin kenapa berganti pakaian di sini, seharusnya kalau malu di kamar mandi saja." Ahn melihat Alexsa di depan nya dengan pandangan sayup.


Alexsa langsung membaringkan badan nya ke atas kasur yang sama dengan Ahn, namun dia tidur sangat di pinggir untuk menjaga jarak dengan Ahn.


Ahn sadar kalau Alexsa tidak akan mencintai nya dengan mudah, jadi dia membiarkan sikap Alexsa yang seperti itu pada nya.


Tengah malam Ahn terbangun karena badan nya tidak bisa berguling ke kanan. Saat membuka matanya ternyata Alexsa berada di depan tubuh nya Ahn dan menghadap kepada nya. Kelapa Alexsa yang tundukan berada sejarah dada Ahn, dan kedua tangan Alexsa berada di perut Ahn.


"Liat, aku sudah memberikan nya tempat yang luas tapi masih saja dia coba menguasai kasur ku." Tidak mau menyentuh ku tapi sekarang kau sendiri yang datang pada ku. Dasar, " Ahn melihat Alexsa yang tertidur lelap di samping nya.


Ahn menarik badan Alexsa lebih mendekati nya dan memeluk Alexsa dengan erat, Alexsa bahkan terlihat lebih nyaman dan Ahn kembali juga menutup mata nya.


Pagi hari Alexsa terbangun dan melihat kaos abu-abu Ahn. Saat melihat ke lengan nya, ternyata tangan Ahn dengan kuat merangkul nya bahkan kedua tangan Alexsa terlipat di depan dada Ahn.


Alexsa mencoba mengeserkan tubuh nya namun Ahn langsung menarik Alexsa dengan kuat dan posisi Alexsa semakin dekat dengan dada bidang Ahn. Bahkan sekarang Alexsa merasa kan kalau rambut nya di hembus oleh nafas Ahn.


"Pak..pak Ahn, pak Ahn!" Alexsa menepuk dada Ahn beberapa kali, namun Ahn tetap masih tertidur.


"Pak..anda membuat saya tidak bernafas! Pak.." kali ini Alexsa menepuk dada Ahn sedikit kuat dan membuat Ahn terbangun.


Ahn hanya memindahkan tangan dan badan nya, tanpa berbicara lalu menggelit sambil menguap.


Alexsa melihat Ahn yang sudah bangun namun ia masih menatap kosong ke arah lantai di bawah nya.


Alexsa langsung bangkit dari kasur dan mengambil handuk untuk mandi. Setelah Alexsa mandi dan berpakaian Ahn juga mandi dan berpakaian, mereka seakan lupa dengan yang terjadi. Bahkan setiap pagi jika ada hal yang terjadi antara mereka. Mereka akan melupakan nya, seolah tidak terjadi apa-apa.


Pagi ini semua makan bersama di meja makan, Ahn dan Alexsa duduk berseberangan. Saat sedang makan Ahn meminta di ambilkan sayur yang ada di samping Alexsa.


"Alexsa tolong." Ahn hanya menunjuk sayur itu dan Alexsa langsung memberikan nya.

__ADS_1


"Ini pak." Alexsa memberikan sayur itu pada Ahn.


Tak di sangka ucapan Alexsa terdengar oleh pak Zhang.


"Alexsa, kenapa kau memanggil nya dengan kata bapak. Kalian ini bukan bos dan bawahan, kalau di kantor mungkin bisa tapi kalau di rumah setidaknya kalian punya panggil an sayang."


Ahn langsung tersedak mendengar ucapan ayah nya.


Tidak apa-apa pak, aku lebih suka memanggil nya pak Ahn.


"Nah, kau juga memanggil ku 'pak' sekarang ini kau sudah menjadi menantu ku. Kau juga anak ku, panggil saja aku ayah seperti Ahn memanggil ku. Kalau untuk memanggil Ahn pakailah 'kata sayang." Pak Zhang memberikan saran pada Alexsa.


"Baik ayah." Alexsa menganguk.


"Tidak!! Alexsa tidak boleh memanggil papa 'sayang' kata itu hanya boleh Alexsa ucapan kan untuk Kai." Kai merasa tidak terima dengan usulan kakek nya."


"Kai, kau juga tidak boleh memanggil nya Alexsa. Sekarang dia ibu mu panggil mama!" Pak Zhang juga memarahi Kai.


"Ha? Mama? Tapi Kai lebih suka memanggil nya Alexsa."


"Alexsa lebih tua dari mu dan sekarang juga dia istri ayah mu, sekarang panggil dia mama." Pak Zhang memaksa Kai.


"Lhoo..tapi papa boleh memanggil Alexsa bukan mama." Kai melihat Ahn yang minum air karena tersedak.


"Aku lebih tua dari Alexsa, usia Alexsa 21, aku 31 sedangkan kau 5 tahun." Ahn melihat Kai yang terus berbicara dan tidak memakan makanan nya.


Kai merasa bingung dengan ini semua dan memilih diam.


"Ayah, aku akan memikirkan nya bagaimana Alexsa akan memanggil ku dan bagaimana Kai akan memanggil Alexsa. Sekarang kami harus berangkat ke kantor. Ayo Alexsa." Ahn menyelesaikan makan nya.


Alexsa juga berdiri dan mengikuti Ahn. Seperti biasa Kai akan di antar oleh supir pribadi nya ke sekolah karena Ahn tidak sempat mengantar.

__ADS_1


__ADS_2