
Di kantor Ahn tidak bisa bekerja dengan tenang, ia memikirkan Alexsa dan bagaimana cara menjemput nya. Apakah Gao akan menepati janji nya mengembalikan Alexsa besok?.
"Ahn, ada apa. Kenapa wajah mu terlihat murung?" Helen yang sedang memakai ponsel nya menyadari kalau wajah Ahn banyak pikiran.
"Tidak, aku hanya memikirkan Alexsa. Bagaimana dia sekarang? Aku sangat ingin melihat nya."
"HM..maafkan aku, mungkin ini semua salah ku."
"Apa maksud mu. Bukankah aku sudah bilang kalau aku sudah melupakan semua kesalahan mu. Sudah jangan bahas yang itu lagi." Ahn makin terlihat kesal.
Siang ini sudah saat nya pulang kerja, Ahn ingin pulang lebih cepat ia tak mau membuat kai menunggunya terlalu lama.
"Kai, kita akan pulang. Sebelum pulang apa kau ingin membeli sesuatu?" Ahn menggandeng tangan kai sambil berjalan.
"Tidak ada, tapi kai ingin mengunjungi sebuah tempat. Apakah boleh?"
"Tempat apa, apakah Jauh?" Ahn melihat Helen yang juga berjalan di belakang mereka.
"Kai ingin ke rumah bibi itu, kai ingin melihat rumah nya sebentar saja." Kai berhenti menunjuk Helen.
"Tidak bisa, bibi sedang sibuk. Kai tidak bisa mengganggunya."Ahn berlutut memberi pengertian pada anak nya
"Tidak, kai hanya ingin melihat saja. Tidak mau berkunjung."
"Baiklah, hanya melihat dari luar."Ahn menyetujui nya.
"Yeeeay.. bibi ayo biar papa yang antar pulang."
Kai meraih tangan Helen.
"Apa? Tidak usah, aku akan pulang sendiri." Helen sedikit tersenyum melihat Ahn.
"Tidak apa, kai ingin aku mengantar mu. Dia ingin melihat hotel mu sebentar." Ahn berdiri dan memegang tangan kai.
Anak itu menjadi penghubung tangan Helen dan Ahn. Orang-orang di kantor melihat kejadian ini.
__ADS_1
"Lihat siapa yang tuan Ahn bawa? Apa itu simpanan nya?"
"Sst.. dia sudah menikah dengan Alexsa, jadi tidak mungkin."
"Aku rasa aku pernah melihat wanita itu, tapi aku lupa."
"Mereka seperti keluarga, apa mungkin itu nona Helen?"
Banyak bisikan yang melewati Ahn, namun Ahn tetap tak menghiraukan semua itu bahkan ia tak memandang ke arah seorang pun pegawai yang berbisik.
Sampai di mobil Ahn langsung mengantar Helen untuk pulang ke hotel, sesampainya di hotel seperti yang di katakan, kai hanya melihat dari luar walaupun ia sangat ingin mengunjungi Helen.
"Bibi sudah sampai, apakah bibi mau kai antar kedalam?" Kai melihat Helen yang membuka pintu.
"Kai, tidak usah. Ingat perkataan mu." Ahn mengusap kepala kai.
"Tidak apa kai, aku bisa jalan sendiri." Helen tersenyum meninggalkan mobil Ahn.
"Halo? Ada apa?" Ahn tahu itu adalah Gao.
"Kau masih ingat, besok aku akan kembalikan Alexsa pada mu. Tapi sebagai gantinya bawakan aku uang sebesar 4 miliar. Atau aku tak akan melepaskan nya." Suara Gao terdengar mengancam.
"Apa? Kau mau memeras ku! Bagaimana bisa kau meminta uang sebanyak itu!" Ahn langsung marah.
"Apakah itu banyak? Aku rasa tidak. Pengusaha besar seperti mu harusnya tidak mempermasalahkan ini, jika kau memang menyayangi nya bawa uang itu besok."
"Aku tak akan membayar, aku akan melaporkan mu pada polisi!"
"Ahahaha.. santai saja, aku bisa mengurangi harga nya tapi kau harus rela wanita mu aku bagi dengan 20 orang bawahan ku. Mereka sangat menginginkan Alexsa. Aku tak bisa lagi mencegah mereka, jika kau masih membutuhkan waktu aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan wanita mu itu! Jadi pikirkan dengan baik!"suara ancaman dari Gao membuat Ahn sangat marah.
"Aku peringatkan jangan menyentuhnya! Baik aku akan bawa uang itu besok. Dimana lokasi mu?!"
"Hahaha.. kau pintar, silahkan bawa uang itu ke gedung bekas di sebelah selatan kota. Oh iya, aku lihat kau sedang bersama Helen tadi, kalau kau tidak tahu lokasi nya bawa saja Helen sekalian untuk membantu mu dan ingat jangan sampai membawa polisi atau siapapun! Jika kau melanggar nya aku akan langsung memenggal Alexsa. Apa kau bisa mengerti?"
__ADS_1
"Baik aku setuju, tapi aku tak akan membayar mu jika pada tubuh Alexsa terdapat sedikit saja goresan karena ulah mu. Aku benar-benar akan membuat mu membayar kalau berani melukai nya sedikit saja." Ahn balik mengancam karena menghawatirkan Alexsa.
"Tenang saja, aku tidak menyentuhnya sama sekali. Aku bahkan merawatnya lebih baik dari mu. Pokok nya sebelum jam 12 siang besok jika kau tidak sampai ke gedung bekas itu maka aku akan langsung menjualnya pada orang di pasar gelap ku, apa kau mengerti!" Gao langsung mematikan ponsel tak menunggu jawaban dari Ahn.
"Haaaggh..! Dasar pria busuk itu!" Ahn sangat marah dan memukul setir mobilnya.
"Papa, ada apa? Semua baik-baik saja?" Kai melihat dari bangku belakang kemarahan Ahn.
"Kai, maaf tadi aku terlalu marah. Apa kai takut?" Ahn tersenyum melihat ke belakang.
"Tidak apa, kai baik-baik saja. Papa bisa kita pulang sekarang? Kai sangat mengantuk."kai terlihat mengusap matanya karena sudah mengantuk.
"Baiklah, kita akan pulang." Ahn langsung menjalankan mobil dan mereka pulang.
__di tempat gao__
"Bagaimana? Apa dia bersedia membayar tebusan?" BEI melihat Gao yang tersenyum.
"Tentu saja, aku sudah mengancam nya. Besok kau akan mendapatkan uang mu." Gao berbalik dan duduk di samping BEI.
"Aku pikir dia tak akan membayar, kenapa wanita itu yang kau culik. Bisa saja kau membawa anak nya kan, itu bahkan lebih berharga." BEI yang terlihat tak peduli ternyata punya jiwa yang kejam.
"Untuk apa aku membawa anak kecil, menyusahkan saja. Lagi pula pasti Ahn sudah mengetahui rahasia anak nya bukan anak Helen. Aku sudah memberi tahu kalau Ahn melakukan hubungan itu kepada Alexsa dan dia terlihat sangat sedih, di tambah aku sudah mempengaruhi otak nya mengenai Ahn, sudah pasti dia akan sangat membenci orang itu." Gao tersenyum jahat menceritakannya.
"Apa kau memberitahu bagaimana ia bisa melahirkan anak itu?"
"Tentu saja, aku mengatakan kalau Haarin membius nya selama dia hamil. Dan pasti dia jika akan marah pada wanita itu. Salah nya mengapa meninggalkan ku dan memilih membawa anak itu pada Ahn, dia memang hanya mementingkan diri sendiri, setelah apa yang aku lakukan untuk nya. Dan ia masih memiliki hutang atas bius itu dengan mu."
"Wajar saja ia sudah tak mau membayar, kau yang memberi bius itu untuk Alexsa. Aku bekerja di laboratorium sepanjang malam untuk menemukan bius itu, kau memang harus membayar kerena sudah bersepakat dengan wanita itu." BEI mengusap rambut nya saat berbicara.
"Kita akan selesaikan besok. Malam ini aku akan mengurung wanita itu di ruang baca, kita akan membahas bagaimana rencana penyanderaan itu agar drama kita berjalan lancar."
"Terserah pada mu bagaimana kau akan merancangnya, aku hanya ingin uang ku." BEI benar-benar hanya mementingkan uang.
Ternyata BEI terlibat dalam masa lalu Alexsa, dan dia juga ikut andil dalam kejahatan ini. Ahn yang tanpa sengaja melakukan hubungan dengan Yura dan Helen memanfaatkan anak dari hubungan tersebut untuk nya sendiri. Ia meminta bantuan dari Gao agar merawat Alexsa.
__ADS_1