
"Alexsa kenapa tidak mandi? Kan sudah malam? Kai tetap menyiram Alexsa.
Kai terus menyiram Alexsa dan tertawa. Alexsa berusaha menghentikan nya namun baju nya sudah basah dan membuat pakaian dalam di bagian atas Alexsa yang berwarna hitam terlihat jelas.
"Alexsa ayo mandi, Alexsa sangat bau." Kai terus menyiram Alexsa.
Kai yang hanya seorang anak kecil yang polos tidak memperhatikan dalaman Alexsa yang terlihat jelas dia tetap saja menjentikan air ke wajah dan badan Alexsa dengan tangan kecil nya.
Saat sedang asik bermain air tiba-tiba bel rumah berdering. Alexsa langsung mengambil handuk untuk mengeringkan tangan dan kaki nya.
"Kai, disini saja yah ada tamu. Alexsa harus membuka pintu." Alexsa meniggalkan Kai di kamar mandi sendiri dengan keadaan air yang menyala.
Saat sampai di depan pintu Alexsa mengusap wajah nya dan membuka pintu. Alexsa kaget saat melihat di depan pintu adalah pak Ahn.
"Pak, anda kemari?" Alexsa menutup dada nya yang basah.
"A-apakau sibuk?" Aku mencari.." belum selesai Ahn berbicara tiba-tiba Kai keluar berlari memegang gayung kecil berwarna biru.
"Alexsa air nya penuh..eh, papa." Kai kaget saat melihat ayah nya di depan pintu dengan sepontan menarik handuk di dada Alexsa untuk menutupi tubuh nya.
Alexsa kaget karena baju nya yang transparan di lihat pak Ahn.
"A-a aku.." Alexsa mencoba menutup dengan tangan nya namun tetap terlihat.
Seketika suasana canggung karena hal itu. Alexsa langsung memasukkan tangan nya ke bawah baju sehingga memberi ruang pada kulit nya agar tidak mencetak tubuh nya.
"Papa kenapa kesini, mengangu saja." Kai menatap papa nya marah.
"Kau kenapa menyusahkan terus haa? Tadi menyusahkan ku sekarang Alexsa, kau ini kenapa?" Ahn kesel dengan anak nya.
"Papa bilang uang berhaga kan jadi jangan liat Kai."
__ADS_1
"Tapi kakek mu mencari, aku juga tidak ingin mencari mu tapi kakek mu, dia memaksa ku." Ahn mencoba menarik tangan Kai namun Kai mundur kebelakang Alexsa sehingga wajah Ahn tepat berada di depan Alexsa.
"Maaf, Ahn memundurkan badan nya dan merapikan jas.
Alexsa kaget dengan tindakan Ahn dan menatap Ahn dengan canggung.
"Aku tidak mau pulang dengan papa, aku dengan Alexsa saja." Kai memegang celana Alexsa dari belakang.
"Aku akan tunggu di mobil jadi cepat." Ahn menatap Kai dengan sinis.
Kai merasa tak terima dan mencoba memukul Papa nya, namun karena kaki nya basah dia hampir terjatuh dan dengan refleks Alexsa menangkap Kai dan Ahn hanya berdiri. Jadi bisa di bayangkan pakaian Alexsa yang masih basah kembali melekat ke badan nya dan membuat itu jelas dan sekarang Ahn melihat nya dari atas karena Alexsa membungkuk saat menangkap Kai.
"Hati-hati Kai, ini bahaya." Alexsa memakai kan handuk Kai dengan benar dalam keadan masi berlutut.
Ahn yang lama di tinggal istri nya tetap melihat kejadian ini tanpa merasa malu dan tak berkedip ke arah Alexsa.
"Alexsa baju mu basah." Alexsa langsung sadar dan segera memasukkan tangan nya ke baju nya lagi untuk memberi cela.
"Papa liat apa tadi? Kenapa menatap Alexsa bukan aku." Pertanyaan Kai membuat Ahn sangat canggung karena ia tak sadar sudah melihat nya lama.
"Alexsa, papa melihat mu. Seperti nya dia akan mengambil mu dari ku. Tenang saja aku akan mengalahkan papa yang jahat itu. Kai menari tangan Alexsa untuk ke kamar mandi.
"Astaga, aku malu sekali. Pak Ahn keterlaluan sekali atau aku yang terlau bodoh. Astaga" wajah Alexsa sedikit memerah dan ia tetap berjalan ke kamar mandi bersama Kai.
Selesai mandi dan berganti baju Alexsa menyusul Ahn ke mobil sendirian.
"Dimana Kai?" Ahn bertanya antusias seolah lupa kejadian tadi.
"Pak Ahn, Kai tidak ingin pulang apa sebaiknya bapak menemuinya di dalam? Alexsa yang sudah berpakaian baju tidur lengan panjang berbicara dari jarak sedikit jauh dari Ahn.
"Tentu, saya akan berbicara dengan nya." Ahn berjalan mengikuti Alexsa dari belakang..
__ADS_1
Sampai di kamar Alexsa, mereka terkejut saat melihat Kai telah berbari di atas kasur dengan hanya celana pendek nya.
"Dia tertidur. Aku akan mengakat nya saja. Permisi." Ahn masuk ke kamar Alexsa.
Di dalam kamar itu Ahn mencium aroma hangat yang membuat nya nyaman." Ahn diam sebentar saat melihat Kai tidur, ia merasa tidak tega membangunkan nya.
"Hmm (suara tarikan nafas dalam), tempat ini nyaman pantas saja di tertidur." Ahn mendekati Kai ke atas kasur Alexsa.
Saat mengangkat Kai, Ahn melihat di tangan anak nya ada pita ping yang mirip dengan pita ping yang ada di rumah nya. Dan apa yang di katakan putra nya memang benar, Alexsa punya pita yang sama persis dengan ibu Kai.
"Papa, aku suka di sini. ini seperti dekat dengan mama." Kai mengigau lalu menjatuhkan pita di tangan nya itu.
Setelah mengangkat Kai Ahn kembali ke dalam rumah Alexsa untuk mengambil baju dan tas sekolah Kai.
"Terimakasih sudah mengurus nya, jangan manja kan dia. Dan jangan pernah mencoba mengasuh nya untuk menjadikan mu ibu nya." Ahn berbicara serius.
Alexsa hanya menganguk dan tersenyum lalu Ahn pergi melaju kerumah nya.
Alexsa tidak mengerti ucapan Ahn." Mungkin maksud pak Ahn, jangan mengantikan posisi ibu untuk Kai. Pasti dia dan Kai sangat sayang dengan wanita itu." Alexsa masih mencoba berpikir positif karena dia juga tak ingin merusak rumah tangga orang.
Saat di rumah setelah mengantar Kai ke kamar Ahn merasa lapar karena belum makan dari siang. Dia mengecek dapur seperti biasa makanan instan banyak tersedia namun Ahn merasa makan itu tidak enak. Saat melihat kulkas, Ahn melihat nasi goreng.
"Siapa yang memasak?" Ah sudalah aku lapar." Ahn mengambil nasi goreng itu dan di masukkan ke Microwave. Setelah 3 menit Ahn mencium aroma harum dari nasi itu.
"Apa masih bisa di makan?" Tapi dari aroma nya masih enak." Ahn mencoba sedikit ternyata masih enak dan langsung menghabiskan nya.
Saat hampir selesai makan ayah nya pak Zhang menuju dapur untuk mengambil segelas air.
"Ayah, kenapa terbangun malam-malam begini?" Ahn bertanya malu-malu sambil meminum air putih.
"Tidak apa, aku hanya haus. Kau makan apa Ayah nya bertanya sambil melirik sedikit kepiring Ahn.
__ADS_1
"Aku pikir tadi pelayan menyisakan ini untuk ku."
"Yang di kulkas? Itu karyawan mu yang kemarin membuatnya." Pak Zhang berjalan meninggalkan dapur dan Ahn.