Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Kenyatan Pahit


__ADS_3

Halen tak begitu ambil hati dengan tindakan Ahn ia mengerti kalau Ahn masih tidak menyukainya terutama karena pertemuan terakhir kali. Halen memutuskan kembali ke hotel Luna yang ada di depan Rumah Sakit, ia tak ingin pulang ke kota nya karena ia merasa ingin membantu Ahn.



Ahn masuk ke kamar kai, dan melihat anak itu dengan patuh makan.


"Apa sudah selesai?" Ahn masuk dan menghampiri kai yang sedang makan sendiri.


"Papa, ini tidak enak. Sungguh, kai tidak berbohong." Anak itu menunjuk kan mangkuk sayur yang hanya tersisa sedikit kuah bening.


"Apakah benar begitu? Lalu kenapa ini habis?" Ahn mengusap kepala kai yang di lilit perban dengan lembut.


"Papa jangan mengusap, itu sakit. Kai menghabiskan ini karena tidak mau tinggal di sini. Kai ingin pulang, makanan rumah sakit tidak enak." Dengan mata cerah anak itu menatap Ahn yang hanya tersenyum.


"Nanti aku coba tanya dokter, apakau sudah bisa pulang. Kalau sudah boleh, kita akan makan apapun yang kai inginkan bagaimana?"


Ahn membuat hati putra nya senang dengan memberi harapan.


"Yeeeay.. kai ingin makan pizza, tapi kai juga ingin makan roti lapis. Apa boleh mengajak bibi yang tadi pa?" Raut wajah kai tersenyum pada Ahn.


"Kenapa? Dia tidak ada hubungan nya dengan kita. Kai jangan meminta yang lain-lain, papa tidak suka. Kita makan bersama kakek saja, kakek pasti sangat menghawatirkan mu. Untuk apa memikirkan orang lain?"


"Tapi kai suka dengan wanita itu, dia cantik." Kai meletakan mangkuk sayur ke tangan Ahn.


'tahu apa anak ini soal wanita, sampai menilai Halen cantik' Ahn meletakan mangkuk di atas meja dan memegang pipi lembut kai.


"Papa akan tanya kepada dokter dan pergi untuk bekerja, kai harus istirahat, mengerti?"


"Hmm.." anak itu hanya mengangguk sedikit dan berbaring di kasur nya.


Ahn tidak tega meninggalkan putra nya seperti ini, tapi ia harus berbicara dengan Gao mengenai Alexsa. Ahn mencium kening kai dan meninggalkan kamar itu.


Sebelum pulang, Ahn menyempatkan kembali ke tempat pengujian darah.


"Bagaimana? Apa kau sudah melakukan tes nya?" Ahn menata seorang dokter yang sedang memakai laptop.


"Tuan, saya akan lakukan nanti. Sekarang saya harus mengurus beberapa tugas. Untuk tes DNA akan lebih rumit, paling cepat Siang nanti anda bisa kembali dan mendapatkan hasil tes DNA nya." Dokter muda memakai kacamata itu menjelaskan kepada Ahn.

__ADS_1


"Baiklah, tolong selesai kan dengan cepat. Aku akan kembali nanti siang." Ahn meninggalkan dokter itu setelah berbicara.


__di luar Rumah Sakit___


Ahn masuk ke mobil dan ingin menelepon Gao, ia ingin menjemput Alexsa kembali. Namun pria itu tak mengangkat telepon nya, apa yang terjadi? Ahn hanya bisa kembali ke rumah melihat kondisi ayah nya.


__di tempat Gao__


Alexsa sedang berjalan-jalan di sekitar ruang baca Gao, ia tertarik dengan kertas yang ada di atas meja nya.


Alexsa melihat sekeliling dan tidak melihat Gao, ia masuk dan segera mengambil dan membaca kertas itu.



Hanya beberapa surat undangan bisnis dan beberapa surat kabar. "Apa ini? Aku kira ini penting." Alexsa memasuk kan kertas itu ke dalam laci agar tidak hilang.



Namun saat membuka laci, Alexsa terkejut ada sebuah surat bertuliskan 'kontar manusia' dan ada nama nya di dalam sana.


"Apa ini? Kenapa ada namaku?" Alexsa membaca sebentar dan dia langsung terdiam.


Ia berpikir kalau yang di katakan Halen benar, bahwa Gao adalah orang yang terlibat dalam perdagangan manusia di pasar gelap dunia.


"Apa.. apa dia menjual ku? Tidak, ini tidak benar.. dia mengatakan kalau dia akan menyuruh Ahn menebus ku. Aku akan kembali bukan di jual, ini semua pasti salah." Alexsa merasa tubuhnya gemetar sangking takut nya membaca surat itu.


Yura memutuskan membawa surat itu ke kamar dan menunggu Gao pulang untuk menjelaskan.


__satu jam__


Gao kembali dari perjalanan bisnis nya, Alexsa sendiri tak tahu kemana dia pergi.



Alexsa mendengar pintu utama terbuka, dan memutuskan langsung mengejar Gao.


"Gao..! Jelas kan semua pada ku, apa maksud nya ini!" Alexsa berlari dan melemparkan 3 lembar kertas pada Gao.

__ADS_1


"Apa maksud nya semua ini? Kau mau mendapat hukuman!?" Gao kesal dengan sikap Alexsa dan memungut kertas itu.


Alexsa terlihat marah, Gao hanya memperhatikan kertas itu sebentar dan tersenyum.


"Oh, jadi kau sudah mengetahui nya? Baguslah, apa kau mengerti maksud surat ini?" Gao hanya berjalan santai ke arah sofa dan melihat Alexsa yang masih berdiri dengan marah.


"Maksud mu apa? Bukan kah akan mengembalikan ku pada Ahn? Kenapa menjual ku?" Alexsa kesal dan berteriak kepada Gao.


"Jangan berteriak, aku akan mengatakan kenyatannya. Tapi kau harus duduk dengan tenang disini." Gao menepuk ke samping sofa yang dia duduki.


Alexsa berjalan mendekati Gao, dan duduk di samping nya.


"Jelaskan! Aku tak bisa menerima ini!" Alexsa memperlihatkan wajah marah nya dan itu membuat Gao tertawa.


"Ahaha.. wajah mu sangat marah, apakah benar-benar marah pada ku?" Gao malah menggoda Alexsa, namun Alexsa langsung memalingkan wajah nya karena tidak suka.


"Baiklah, aku akan menjelaskan. Kontrak ini adalah perjanjian kalau aku sudah membeli mu dari ayah mu 6 tahun lalu, dan di kontrak ini tertulis kalau aku bisa melakukan apapun pada mu dan ayah mu tidak berhak ikut campur setelah kedua pihak setuju dan kontrak ini berlaku seumur hidup."


"Apa? Aku di jual kepada mu? Tapi bukankah aku adalah anak yatim-piatu. Mengapa seorang bergelar kan ayah menjual ku dan kenapa kau menerima itu?"


"Sabarlah sayang, aku akan katakan. Kau di jual padaku saat usia 15 tahun oleh ayah mu pada ku, dan itu memang bukan ayah kandung mu. Kau mempunyai keluarga namun kau adalah anak dari pernikahan pertama ibumu setelah ayah kandung mu meninggal ibumu menikahi pria itu dan memiliki 2 orang anak. Ayah mu tidak menyukaimu setelah ibu mu meninggal jadi dia menjual mu kepadaku agar bisa mendapat uang. Aku saat itu memang melakukan transaksi di pasar gelap dan aku membeli mu dari sana, aku tertarik karena kau masih suci saat itu, dan aku membutuhkan seorang wanita. Begitu saja hubungan antara kau dan aku terjadi." Gao menjelaskan sangat ringkas dan seperti menutupi sesuatu.


"Lalu bagaimana bisa aku menjadi milik Ahn jika aku sudah di ikat kontrak dengan mu? Kau membuat ku bingung, jelaskan yang sesungguh nya!" Alexsa mendesak Gao.


"Kau dipakai oleh Ahn, padahal saat itu kau sudah sah menjadi milik ku. Ahn mengambil kesucian mu saat aku meninggalkan mu bersamanya! Apa kau senang?!" Gao menjadi marah terhadap Alexsa.


"Apa, jadi.. jadi aku melakukan nya dengan Ahn? Tapi.. tapi saat itu apa kalian berbaikan? Apa hubungan mu dengan Ahn?" Alexsa sedikit menangis menerima kata-kata Gao.


"Hanya hubungan bisnis, tapi Ahn keterlaluan. Dia mengambil mu dari ku, dan sekarang semuanya akan kembali seperti dulu hanya kau dan aku." Alexsa mendekat ke arah Yura.


"Tidak! Menjauh dasar bajingan. Kau sudah menjual ku kepada Ahn, bagaimana bisa.."


"Diam! Aku tidak menjual mu kepada pria itu. Kau masih milik ku! Dan selama nya akan begitu karena kamu hanya milikku!" Gao mendorong tubuh Alexsa ke sofa dan menekannya.


"Jangan mendekat, bagaimana pun juga aku adalah istri sah dari Ahn dan kau tidak ada hak menjalin hubungan apapun dengan ku!" Alexsa memberontak dari tindihan Gao.


"Jangan mendekat apanya, apa kau mau kembali kepada pria itu? Dia bahkan tak mencari mu setelah 1 Minggu ini, dia hanya mengurus proyek baru nya. Dan aku juga sudah mendapat kabar kalau Halen kembali dan menemui Ahn, apa pria itu pantas kau cintai? Aku sudah merawat mu disini dan bahkan ia tak menanyai mu sedikit pun saat aku menemuinya kemarin, apa pria itu benar-benar mencintaimu atau dia hanya menginginkan tubuh mu!" Gao yang marah tanpa sengaja menampar wajah Alexsa.

__ADS_1


Tamparan itu membuat Alexsa terdiam dan ia merasa sangat sakit hati, kedua pria ini sedang menyusahkan nya.


"Haa.. a-apa? Halen kembali untuk Ahn? Dia benar-benar tidak menanyai ku?" Suara Alexsa gemetar dan ia memegangi wajah nya yang di.


__ADS_2