
Gao pantas sangat menghawatirkan BEI, sepanjang perjalanan pulang ia terus mendengarkan berita dari ponsel nya mengenai penerbangan.
..sampai di rumah keluarga Huang..
Terlalu larut malam, semua juga sudah tidur. Gao langsung kekamar nya dan tidur.
__pagi__
Setelah sarapan Ahn dan Alexsa berangkat ke rumah sakit untuk memperiksa apakah anak nya laki-laki atau perempuan.
"Tuan Ahn, nanti jika sudah mendapat hasilnya apakah kita akan membuat kejutan untuk yang ada di rumah?" Alexsa melihat Ahn yang sedang mengendarai mobil.
"Tentu saja, tapi sebelum itu kita langsung membeli perlengkapan bayi saja. Dan aku yang akan memberi ide mengenai kejutan nya." Ahn terlihat bersemangat dalam membahas ini.
"Baiklah, aku ikuti saja." Alexsa tersenyum dan mengelus perut nya.
Sesampai nya di rumah sakit, Ahn dan Alexsa pergi ke dokter kandungan dan melakukan USG 4D untuk melihat jenis kelamin anaknya.
Dokter melakukan pemeriksaan, dan hasil USG dapat di lihat langsung oleh Ahn dan Alexsa di layar milik dokter.
Ahn ingin gambar USG tersebut dan meminta dokter membuat nya menjadi sebuah foto, beberapa foto USG sudah di dapat dan hasil nya pun mereka sudah melihat.
Alexsa langsung menangis melihat anak di perut nya, Ahn terlihat sangat senang dan berkaca-kaca, mereka ingin anak itu segera datang ke dunia.
Setelah melakukan USG dari hasil itu, Ahn dan Alexsa langsung membeli perlengkapan bayi mereka sesuai jenis kelamin.
"Tuan apa ini bagus?" Alexsa menunjukan sebuah baju tidur mungil.
"Tentu saja, apapun yang kau inginkan silahkan beli." Ahn tersenyum melihat Alexsa yang menyukai pakaian kecil itu.
Ahn tidak tahu banyak tentang pakaian, saat melihat-lihat di sekitar tak kebutuhan bayi, Ahn melihat sebotol minyak bayi berwarna hijau. Ahn mengambil dan mencium aroma minyak bayi itu sama persis dengan aroma BEI, ternyata ibunya tak salah pilih.
"Ibu pasti menyukai aroma ini karena selalu menyuruh BEI memakai minyak ini, jadi aku juga akan memakaikan nya kepada anak ku." Ahn mengambil beberapa botol dan kembali kepada Alexsa.
"Apa semuanya sudah?" Alexsa melihat Ahn dengan keranjang berisi minyak bayi.
"Tentu saja, kita akan mengejutkan mereka." Ahn Terlihat sangat senang.
__rumah__
__ADS_1
semua nya sedang keluar, ketika makan siang keluarga ini tak memutuskan untuk makan bersama, jadi Ahn memutuskan memberi kejutan ini saat makan malam saja.
Yang ada di rumah hanya pak Zhang tapi dia sedang makan di luar, Gao yang sudah pasti dia juga sedang di luar, sementara kai dia sedang ikut dengan pak Zhang.
Setelah mereka pulang, Alexsa dan Ahn masih menyembunyikan kejutannya.
__sore__
2 jam lagi adalah makan malam, Alexsa memutuskan untuk membantu menyiapkan makanan. Kebetulan Gao ada di dapur dan melihat Alexsa sedang mencuci sayuran, walaupun bukan Alexsa yang memasak dia yang memasak dia tetap ingin membantu padahal di rumah itu banyak pelayan yang akan mengurus pekerjaan rumah.
"Alexsa, apa yang kau lakukan? Sudah biar aku saja." Gao langsung mengambil alih pekerjaan Alexsa.
"Tuan Gao, kenapa tiba-tiba sekali?" Alexsa mundur dan duduk di kursi meja makan.
"Jangan memanggil ku 'tuan' lagi, aku adik ipar mu sekarang kan. Lagi pula dengan perut sebesar itu apa yang kau pikirkan, kau duduk saja jika ada yang ingin kau lakukan suruh aku saja." Gao tersenyum sambil mencuci sayuran.
'tak biasanya Gao seperti ini. Apa yang terjadi dengan nya? Apa mungkin ia sudah tahu kejutan dari Ahn?' Alexsa melihat gak yang tiba-tiba baik setelah berbulan-bulan di sini.
"Baiklah, bi..tolong buat kan aku segelas kopi ya." Alexsa meminta salah satu pelayan di sana memberinya kopi.
Tepat sekali pak zhang dan Ahn juga sedang berjalan ke arah meja makan.
"Gao, kau ada apa seperti ini?" Pak Zhang juga heran dengan perubahan sikap Gao.
''seperti apa, aku hanya membantunya. BEI mengatakan kalau wanita hamil jangan meminum kopi, apalagi Alexsa sedang hamil tua sekarang." Gao tersenyum dan mengelap tangannya yang basah.
"Kau benar, tapi sikap mu yang ceria dan hangat seperti ini kami belum pernah melihat nya." Ahn duduk di samping Alexsa
dan tersenyum menatap Ahn.
"Tidak pernah ya, tapi Alexsa sudah melihat nya waktu itu. Dan lagi pula aku bersikap seperti ini agar kalian tidak merasa kehilangan BEI yang sedang pergi." Gao membantu meletakan makanan di atas meja.
"Bagus lah, aku senang dengan sikap mu seperti ini. Senyuman mu ternyata lebih baik dari yang ku pikirkan. Hahaha.." pak Zhang juga tertawa melihat wajah Gao yang tersenyum.
"Benar, paman Gao terlihat tidak pemarah lagi. Tapi tetap seperti serigala." Kai memberikan jempol kepada Gao.
Gao hanya tersenyum dan melanjutkan meletakan makanan di atas meja.
Mereka makan malam bersama, setelah makan malam Ahn memberikan kado kepada mereka bertiga.
__ADS_1
"Apa ini Ahn, siapa yang berulang tahun?" Pak Zhang heran dengan hadiah itu.
"Bukan ulang tahun, hanya sebuah hadiah untuk kita semua. Buka lah"
Gao membuka terlebih dahulu dan mengeluarkan pakaian bayi berwarna pink.
"Apa ini? Kalian sudah membeli baju bayi ya."
Gao melihat bentuk baju itu.
"Ayah, baju adik berwarna pink ya?"kai menyadari tujuan Ahn.
"Apa kita akan kedatangan seorang tuan putri?"
Pak Zhang tersenyum ceria mendengar hal itu.
"Benar, anak kita adalah perempuan. Ini hasil USG nya." Ah. Membagikan beberapa foto USG.
'seorang putri ya? Tidak buruk, aku akan memanjakan nya.' Gao memperhatikan USG bayi itu.
"Aku senang sekali saat melihat nya, dia sangat cantik. Apa kita akan memikirkan nama untuk nya?" Ahn bersemangat dan mengusap kepala Alexsa.
"Kalian pikirkan saja dulu, aku harus ke kamar ku." Gao langsung selesai makan pergi ke kamarnya.
"Aku akan beritahu ini pada BEI." Gao langsung memotret baju dan hasil USG yang di bawanya dan mengirim pada BEI.
"Seorang putri ya, apa yang harus aku namai? Seorang yang cantik dan berwibawa.."
Gao duduk di kasur memandang hasil USG.
"Apa boleh Huang Ryiu-Daijin? Baiklah itu adalah putri ku Ryu." Gao tersenyum mengucapkan nama itu.
Hari-hari berlalu, semua orang sangat menantikan kelahiran anak perempuan itu terutama Gao. Ia sudah tak sabar ingin membawa putrinya pergi dari lingkungan ini.
Sudah bulan ke-9 hari kelahiran sudah semakin dekat, sayang nya Ahn harus kembali bekerja. Ia sudah melewati masa libur nya.
"Alexsa, tolong jangan banyak bergerak, perut mu ini sudah semakin besar. Aku takut jika terjadi sesuatu pada tuan putri kita." Pak zhang membantu Alexsa duduk di sofa.
"Tidak apa-apa ayah, aku memang harus banyak bergerak. Agar mudah saat persalinan."
__ADS_1