
"Ahn, Gao, BEI, kalian tidak mengerti situasi ku saat itu! Aku terpaksa!" Pak Zhang baru membuka mulutnya setelah mendengar kenyataan ini.
"Terpaksa? Terpaksa apa maksud mu? Apa terpaksa membunuh ibu ku karena ingin menikahi wanita lain?! Itu yang kau bilang terpaksa?!" Gao semakin marah setelah mendengar ucapan pak Zhang.
"Gao, kau hanya tidak mengerti situasi ku. Kau selalu saja membuat masalah, ibu mu tak bisa melihat mu seperti ini terus jadi dia memasukkan mu kerumah rehabilitasi anak, tapi sikap mu malah semakin parah. Keuangan keluarga kami juga menurun, ibumu berkata kalau dia ingin mati saja. Ia menderita saat melihatmu di asik di rumah sakit jiwa, ia tak tega melihat mu. Jadi malam itu dia membawa adik mu tanpa sepengetahuan ku, dan dengan sengaja menjatuhkan mobil itu ke jurang. Kau benar BEI sangat pintar, ia menyelamatkan dirinya sendiri dan memilih tinggal di tempat rehabilitas bersamamu. Aku terpaksa tak mengusut masalah ini karena ibumu meneleponku sesaat sebelum kecelakaan dan aku mendengar suara tangis BEI lalu suara mobil hancur dan suara itu hilang setelah sebuah ledakan terjadi. Itu semua adalah keinginan ibumu, kenapa malah menyalahkan ku?" Pak Zhang berderai air mata menjelaskan kematian ibu mereka.
"Kau berbohong, aku tak percaya pada mu lagi. Bei mendengar kau dan ibu bertengkar sebelum mobil terjun ke jurang. Kau jangan mengelak, kau adalah pelaku dari kejadian ini!"
"Gao percayalah padaku, aku tidak seburuk itu. Ibumu sendiri yang memutuskan ini." Pak Zhang tersungkur dan berlutut karena ia sangat tersiksa mengingat kenangan itu.
"Ayah, aku tidak menyalahkan mu. Tapi akibat dari kecelakaan itu, kau lebih menyayangi Ahn dibandingkan kami. Dan tindakan itu sangat salah setelah kau mengatakan kalau Ahn adalah putra tunggal, yang dalam artian lain kau telah membuang kami." BEI yang dari tadi diam juga mengeluarkan isi pikirannya.
"BEI, sayang dengarkan ayah. Ayah sama sekali tak tahu bagaimana kondisi kalian saat itu, ayah pikir...ayah pikir kalian sudah tiada." Pak Zhang berbicara sangat lembut pada BEI.
"Tidak tahu bagaimana! Aku dan kakak menjalani kerasnya hidup di jalanan, jika kau ingin tahu seberapa keras itu lihatlah betapa banyak bekas jahitan yang di dapat nya hanya untuk mendapatkan makanan. Aku tak bisa mempercayaimu lagi, kakak ku sudah memberikan semua nya untuk ku. Jadi aku akan berpihak padanya." BEI melempar sebuah batu ke hadapan pak Zhang dan batu itu mengenai sesuatu lalu meledak.
Semua terkejut dan menjauhi lokasi ledakan, untung pak Zhang tidak terkena ledakan itu.
"BEI, tindakan mu sangat berlebihan! Bukankah dia masih ayah mu!?" Ahn memegang tubuh lemas pak Zhang.
"Kakak pertama, dia memang ayah ku tapi dia ingin membunuhku, apa kau tidak bisa melihat tanda luka bakar di wajah ku ini." BEI tak menurunkan egonya sedikit pun.
Ahn merasa sedikit aneh ketika di panggil kakak, tapi itu adalah kenyataanya.
__ADS_1
"Apa, jadi selama ini tuan Zhang menyembunyikan ini? Bagaimana bisa tuan Zhang sangat jahat, menyembunyikan dua putra nya yang lain?" Bisikan antar awak media tak dapat di hindarkan.
"Ahn, aku serahkan semua pada mu. Selamatkan Alexsa, Gao dan BEI tak akan mendengar ucapan ku lagi." Pak Zhang berdiri dengan lemah lalu Helen membantunya berjalan memasuki mobil.
"Gao, aku sudah memberimu uang. Lepaskan Alexsa sekarang, hentikan omong kosong mu!" Ahn mencoba menenangkan emosi Gao yang meluap-luap.
"Oh iya, aku lupa memberitahu mu, kau membuat Alexsa hamil dan kau tahu siapa anak yang dilahirkan nya?" Gao mengarahkan pisau palsu itu ke leher Alexsa, Alexsa langsung yang awalnya tahu itu hanya properti juga merasa agak takut setelah melihat wajah Gao.
"Aku tahu, itu putra ku kai. Jangan melukai Alexsa, atau aku benar-benar akan menembak mu sekarang!" Ahn takut dengan pisau yang ada di leher Alexsa ia kembali mengarahkan senapan itu ke arah Gao.
"Bagus, bagaimana kalau aku juga membuat anak mu tak memiliki ibu?" Gao lepas kendali dari kata-kata nya. BEI menyadari ini sudah di luar rencana. Jadi ia segera membawa uang masuk ke dalam mobil tanpa sepengetahuan mereka.
"Gao! Aku akan memberimu peringatan yang terakhir! Jika kau sampai melukai nya.. aku akan menarik pelatuk senapan ini." Ahn benar-benar sudah mengarahkan senapan tepat pada Gao.
"Tidak ada gunanya lagi, aku sudah muak dengan pria itu. Aku akan mengakhiri perasaan benciku sebelum aku pergi meninggalkan kota ini. Lagipula aku hanya mengancamnya." Gao masih bisa tersenyum terhadap Alexsa di keadaan begini.
"Tuan Ahn! Jangan tembak, tuan Gao orang yang baik, aku bisa menjamin nya. Jangan lakukan itu!" Alexsa mencoba menenangkan kedua pria yang dibakar amarah itu.
Ahn sedikitpun tak menurunkan senjatanya walau sudah mendengar perkataan Alexsa Tiba-tiba Gao mengangkat tangannya seperti ingin menusuk Yura, Ahn sebagai tindakan perlindungannya ia langsung menekan pelatuk dari senapan itu.
Dooor..(suara tembakan^^)...
Tembakan Ahn benar-benar mengarah pada Gao, namun sepersekian detik sebelum peluru sampai Alexsa tiba-tiba memeluk Gao.
__ADS_1
"Aaakkh..!!" Suara Alexsa menahan sakit.
Semua terdiam, Helen
mendengar suara tembakan langsung keluar dari mobil. Ahn gemetar dan langsung menjatuhkan pistol di tangannya.
Tembakan itu mengenai Alexsa tepat di kepala Alexsa, Gao yang di peluk oleh tangan Alexsa kini tangan itu mulai melemah.
"Ti-tidak.. tidak..!! Alexsa apa yang kau lakukan!" Gao langsung menggendong Alexsa turun ke lantai bawah secepat mungkin.
"Siapapun cepat bawa kami ke rumah sakit seseorang sudah tertembak!!" Gao sangat panik karena darah Alexsa terus bercucuran ke lengan bajunya.
"Ahn, apa yang terjadi? Dimana Gao?" Helen menghampiri Ahn yang berlutut di tanah dan tangannya gemetar.
"Alexsa ..Alexsa tertembak." Ahn tidak percaya dengan yang di lakukan nya.
Helen sangat terkejut, ia menutup mulutnya dan mundur beberapa langkah dari Ahn.
Gao dengan panik berjalan keluar dari kerumunan ia melihat BEI sudah menunggu dan ia langsung masuk ke mobil BEI. "Semuanya matikan kamera! Jangan ada yang menyebarkan berita ini atau aku menjamin setiap kalian tak memiliki kaki dan tangan lagi!" BEI mengancam setiap awak media yang menyorot mereka.
Semua mematuhi BEI dan mobil pun langsung melaju kerumah sakit. Helen dan Ahn yang masih tidak percaya mereka masih sangat terkejut dengan kejadian ini dan langsung masuk ke mobil ingin segera menyusul.
Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa ini akhir dari hidup Alexsa?
__ADS_1