
"Sampai kesaat akhir, para tuan-tuan semua silakan memikirkan kelompok mana yang wajib menerima saham ini." Kami berikan anda waktu untuk mengumpulkan suara selama 10 menit." Penyelenggaraan itu turun dari mimbar dan semua pengusaha yang menyaksikan langsung menulis siapa pilihan mereka pada selembar kertas yang sudah di sediakan."
10 menit berlalu, Sekarang tiba saat nya pengumpulan suara oleh para pemilih.
Tuan Gao dan nona Alexsa silakan maju ke atas mimbar menuju box masing-masing." Dengan perintah itu Gao naik deluan ke atas mimbar."
"Tuan-tuan semua, seperti tahun lalu. Saya akan melakukan proyek ini dengan jujur dan amanah. Gao tersenyum seperti memberikan bius halus untuk para pengusaha disana."
Giliran Alexsa yang maju, dia melakukan rencana B. Sebelum menaiki mimbar Alexsa membuka jubah besar nya dan menapak kan pakaian di dalam nya.
Alexsa maju ke atas mimbar dengan pakaian hitam se mata kaki dengan taburan mutiara yang berkilap setiap Alexsa melangkah dengan belahan dada rendah memperlihatkan belahan dada nya dan disisi paha kanan terdapat belahan panjang Alexsa memperlihatkan hampir seluruh paha Alexsa."
Semua mata langsung memandang nya, karena mayoritas pengusaha diruangan itu adalah laki-laki maka mereka tidak bisa menolak kecantikan Alexsa di hadapan mereka."
Beberapa orang terlihat mengganti pilihan setelah Alexsa naik ke atas mimbar.
Ahn yang duduk dikursi nya melihat Alexsa yang tersaji bebas di hadapan para pria hidung belang, ia merasa sakit hati melihat ini namun harus tetap tenang.
Helen menatap Alexsa dengan kebencian 'dasar wanita j**ang, dia mencoba menarik suara dengan keindahan tubuh nya!" Helen sangat kesal sehingga mata nya tidak berkedip menatap Alexsa."
Dengan rambut yang terikat ke atas membuat bahu Alexsa yang putih terlihat jelas, setiap lekukan tubuh Alexsa tercetak dengan indah jadi mata pria disana tidak bisa berbohong menatap Alexsa.
Bahkan Gao yang berdiri di samping Alexsa juga tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Alexsa. Semua pengusaha langsung mengumpulkan suara mereka pada box kedua pihak.
Alexsa semakin mengoda para pengusaha itu dengan sedikit membungkuk kan badan nya saat setiap orang memberikan suara nya."
__ADS_1
Para pengusaha sudah mengumpulkan surat suara mereka ke masing-masing pilihan. Alexsa berhusaha tetap tenang walaupun sesungguhnya dia tidak nyaman dengan pakaian terbuka ini.
"Tuan-tuan sekalian, karena surat suara sudah terkumpul hari ini juga saya akan umumkan agar hasilnya lebih terbuka dan untuk menghindari segala kecurangan yang terjadi." Penyelenggaraan maju dan berdiri di antara Gao dan Alexsa."
Perhitungan suara di mulai dari box milik tuan Gao, seseorang penyelenggaraan membantu menulis kan di papan tulis beberapa suara yang diterima.
Setelah dihitung hasilnya adalah 121 suara, mendengar itu Helen langsung kesal dan menghela nafas kasar."
"Jadi tuan-tuan semua sudah melihat kan?" Dari tuan Gao terdapat 121 suara, sedangkan jumlah kita adalah 365 orang dimana sudah bisa dipastikan nona Alexsa memiliki 244 suara. Bisa di simpulkan kalau nona Alexsa dan tuan Ahn memenangkan saham ini." Penyelenggaraan mengarahkan kedua tangan nya kepada Alexsa."
Semua di ruangan itu bertepuk tangan, Ahn yang mendengar kemenangan itu sangat senang dan langsung menaiki mimbar memeluk Alexsa."
"Kita berhasil." Ahn sangat senang bahkan menitihkan air mata.
"Diam!!" Ahn, kau tidak bisa mengambil saham ini!!" Jika kau mengambil nya maka saham itu sepenuhnya akan menjadi milikku!" Helen bersuara keras dan mulai menampakkan diri nya yang asli."
Dibalik ketenangan nya Helen adalah seorang wanita licik yang akan melakukan apapun untuk meraih keinginan nya."
"Maksud mu apa nona?" Seseorang pengusaha menatap Helen dengan heran.
"Kau masih ingat dengan perjanjian 5 tahun lalu Ahn?" Kau menulis kan ini dalam sebuah kertas yang masih aku simpan." Helen membawa kertas itu ke atas mimbar.
Ahn memperhatikan kertas itu, dan itu adalah tulisan tangan nya 5 tahun kalau karena di paksa ayah nya untuk membuat petis kepada Helen.
"Kertas ini hanya sebuah kertas lalu apa? Ahn menatap Helen dengan pandangan heran."
__ADS_1
"Kau menulis ini, dan disini tertulis 'seluruh' atas naman Ahn Lian-Huang adalah milik istri nya Gin-Helen dan akan diserahkan jika Helen mampu melahirkan seorang putra.' Apa kau mencoba mengkingkari hal ini?" Helen menunjukkan kertas itu kehadapan Ahn.
"Kau menuntut ku untuk mengambil harta ku, Kau ingat Helen kau yang meninggalkan ku dan apa kau ingat, kau menada tangani surat perceraian di atas meterai sebelum kau meninggalkan ku hari itu dan surat itu sudah aku tanda tangani dan aku resmi tidak punya urusan apa pun lagi dengan mu."
Setelah kau membuatku malu pada rapat 5 tahun lalu!!!" Ahn memaki wanita itu dihadapkan semua orang, bahkan Ahn tidak membatasi prifasi kehidupan nya kepada orang lain."
"Aku secara biologis masih ibu dari putra mu Han Kai-Huang, dan aku berhak mendapatkan uang atas nama putraku!!" Helen mendorong Ahn karena Ahn terlalu memojokkan nya."
"Ibu? Kau bilang ibu!!? Ha..ibu mana yang tega meninggalkan anak nya saat anak nya masih memerlukan ASI, ibu mana yang mencari suami baru setelah meninggalkan suaminya, ibu mana yang mengambil semua uang asuransi dan biaya putra nya tanpa memikirkan bagaimana anak nya tumbuh."
"Ibu mana yang tidak pernah menemui anak nya setelah lahir!!!? Hah? Kau ibu yang seperti apa! Apa kau pantas disebut ibu dasar J**ang!! Ahn dengan emosi yang dipendam nya selama 5 tahun akhirnya meledak, semua di ruangan itu tahu kalau Helen lah yang meninggalkan Ahn."
"Aku tidak menemui anak ku karena kau dan pria tua busuk itu! Kau pikir aku meninggalkan mu karena apa, aku meninggalkan mu dan Kai karena ayah mu membayar ku dan menyuruhku pergi!.
"Namun ternyata pria tua itu menghianati ku, dia malah mengusir ku dan menyebarkan berita miring tentang ku. Aku terpaksa menyuruh mu membuat surat ini karena kau dan ayah mu sudah membuat nama ku buruk di kota ini!!" Helen memukul tubuh Ahn dengan tangan nya."
Alexsa tidak bisa berbicara karena ini memang masalah antara dua orang kekasih yang pernah saling menyayangi. Namun rasa sayang itu sekarang sudah terbakar seperti amukukan."
"Dengar Helen, aku tidak percaya dengan omong kosong mu.
"Jika kau memang terpaksa lalu mengapa 3 tahun lalu kau malah semakin ingin menunjukkan kalau aku lah yang bersalah dan menceraikan mu, jika kau terpaksa seharus nya kau membersihkan nama mu dengan hal yang baik bukan nya menuduhku dan menghancurkan ku!.
"Kau tidak mengerti kan bagaimana aku membesarkan putra ku sendiri, bagaimana anak itu hidup setiap hari nya tanpa cinta seseorang ibu! Kau tidak berpikir bagaimana dia bertahan dengan dunia masa kecilnya yang tanpa senyum seorang ibu."
Kau tidak bisa memeras ku lagi. Karena kau bukan bersetatus isteri ku lagi, kau sudah menjadi isteri Gao. Jadi kertas ini( merebut kertas di tangan Helen dan merobek nya) ini sudah tidak berlaku!" Ahn melepar kepingan kecil kertas ke wajah Helen
__ADS_1