
Setelah Alexsa selesai makan beberapa menit kemudian Gao juga kembali dari kamar mandi. Ia memakai celana hitam pendek selutut dan tidak memakai kaos. Ia masuk sambil mengusap sambutnya yang sedikit kecoklatan dengan handuk putih.
"Sudah selesai sayang? Kerja mu bagus,jadi aku akan memberi mu hadiah sekarang." Gao mendekati Alexsa yang masih duduk di atas kasur.
"Lihat, sudah malam bukan? Apa yang ingin aku lakukan ya?" Gao berdiri di hadapan Alexsa yang hanya diam menatap nya.
"Kenapa? Kau terpesona dengan ku? Aku memang tampan. Jangan menatap ku seperti itu." Gao tersenyum sambil merapikan rambutnya di hadapan Alexsa.
"Kau tidak tampan, Ahn lebih baik dari mu." Alexsa cemberut kepada Gao.
"Hahaha.. terserah pada mu. Tapi kau hebat, baru kau yang berani menolak pesonaku." Gao berbalik dan membuka lemari pakaian nya.
Saat Gao berbalik, terlihat tato naga besar di punggungnya, serta beberapa bekas jahitan di dada kanan nya.
'apa ini, apa dia seorang gangster? Kenapa di tubuhnya banyak bekas luka?' Alexsa berpikir sejenak dan menatap punggung Gao.
"Lihat ini, aku menyimpan nya untuk peliharaan ku. Apa kau suka?" Gao memperlihatkan sebuah pakaian yang berwarna merah muda dan sangat terbuka.
"T-tapi kenapa?"
"Kau sudah tidak mandi 2 hari, dan aku tidak mau kau kotor. Jadi mandi dan gantilah dengan pakaian ini. Hanya ini Yang ada di lemari ku." Gao melempar pakaian itu ke atas kasur.
"Ini terlalu terbuka, apa kau tidak punya baju kaos saja?" Alexsa mencoba membuat penawaran.
"Di rumah ini aku tidak memakai kaos, aku hanya seperti ini. Dan akan menggunakan kemeja jika akan keluar rumah." Gao berbalik ke arah cermin dan merapikan rambutnya.
"T-tapi tuan.." Alexsa tak sengaja memanggil Gao 'tuan'.
"Apa, kau memanggilku apa tadi? Tuan?" Gao segera menghampiri Alexsa dan duduk di atas kasur.
Alexsa hanya diam, dia takut yang dikatakan nya salah jadi dia memejamkan matanya.
"Kau memanggil ku tuan? Bagus sekali, aku suka dengan mu. Baiklah karena kau bersikap manis hari ini, aku akan berikan kau kemeja ku dan pakailah itu." Gao tersenyum dan tangan nya perlahan menurunkan lengan dress yang hanya seutas tali.
Alexsa menyentuh tangan gao agar tidak membantunya membuka pakaiannya
"Tidak, saya bisa sendiri." Alexsa menghentikan tangan Gao.
"Wah, kau juga sudah berani menyentuh ku ya? Baiklah, silahkan aku akan tunggu di luar." Gao beranjak dari tempat tidur dan menutup pintu.
Alexsa sangat takut dengan perlakuan Gao, dia terlihat tidak peduli namun sikap nya sangat mengganggu.
Alexsa melangkah ke arah lemari Gao dan mencoba mencari sesuatu yang bisa di gunakan untuk kabur. Namun di dalam lemari itu benar-benar hanya ada jas, kemeja dan celana panjang.
__ADS_1
"Dia merencanakan semua nya, apa yang bisa ku gunakan?" Alexsa melihat setiap kemeja yang ada di lemari itu. Semua nya terlalu pendek, akhirnya Alexsa melihat sebuah kemeja berwarna merah hati yang cukup panjang hampir se lutut nya.
Alexsa mandi dan mengenakan kemeja itu, tidak buruk namun tetap saja terlalu memperlihatkan kaki jenjangnya. Alexsa mencuci pakaian nya dan menggantungnya di kamar mandi.
Selesai mandi dan membersihkan diri, Alexsa naik ke atas kasur dan menutup dirinya dengan selimut. Kehangatan selimut dimalam itu membuatnya nyaman dan tertidur.
1 jam setelah Alexsa tertidur, Gao masuk ke kamar.
"Nona manis sekarang sudah tertidur ya, kenapa dia sangat berani tidur di atas ranjang ku. Tak ada pilihan lain, aku tetap harus disana." Gao berjalan menaiki ranjang dan tidur di samping Alexsa.
Gao benar-benar tidak punya niat untuk melecehkan Alexsa m, jadi dia tidak masalah dengan Alexsa yang tidur di kasurnya dengan kemeja nya yang hanya se paha.
Ahn melakukan perjalanan panjang ke kota untuk mengadakan pertemuan rapat, tengah malam ia berhenti untuk beristirahat di sebuah hotel.
Pagi hari menjelang. Ahn dengan segera melanjutkan kembali perjalanan nya karena rapat akan di mulai hari ini pukul 2 siang.
____di villa Gao___
Pagi ini Alexsa terbangun seperti biasa, ia merenggangkan tangan nya dan telapak tangan nya tak sengaja menyentuh sesuatu seperti kulit, Alexsa merasakan dengan telapak tangannya terasa seperti beberapa kotak yang keras.
'apa ini? Aku rasa aku tidak tidur di samping patung.' mata Alexsa tidak berkedip namun ia juga tak berani melihat kesamping.
"Bagaimana sayang? Apa perut ku menarik mu?" Suara Gao membuat Alexsa terkejut.
Alexsa menoleh dengan ragu-ragu dan melihat ke arah tangannya, benar saja yang di sentuhnya adalah perut Gao yang berotot.
Alexsa langsung bangkit dari tidur nya dia mundur dan menutup kaki nya dengan selimut putih.
"Kau-kau kenapa bisa ada di sini!" Alexsa menunjuk Gao dengan gemetar.
"Kenapa? Ini ranjang ku, seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan di sini?" Gao tersenyum dan mengangkat satu alisnya.
"A-a-apa? Apa yang kau sudah lakukan pada ku!" Alexsa dengan gugup mengusap rambutnya dan melihat Gao yang masih tersenyum.
"Tenang lah, kita hanya bermain 2 ronde semalam." Gao mengulurkan tangan nya menyentuh kaki Alexsa.
"Aaa!! Jangan.. jangan sentuh saya, haaaa!" Alexsa berteriak menendang tangan Gao dan langsung histeris menangis.
"Kenapa? Kau mau menambah 1 ronde lagi?" Gao semakin menggoda Yura.
"Tidaaaak! Ja-jangan sentuh aku, kenapa kau melakukan itu bukan kah aku sudah menurutimu." Alexsa menangis tersedu-sedu menatap Gao yang masih tersenyum.
"Ahahaha.. kau kenapa mudah sekali percaya, aku memang menculik mu tapi sama sekali tidak ada niat untuk ku melecehkan mu. Lagi pula kau bukan tipe ku." Suara tawa Gao membuat Alexsa terdiam.
__ADS_1
"Jadi, jadi kita tidak melakukan apapun bukan?" Alexsa menghapus air matanya dan menghisap kembali ingusnya.
"Kau sangat cengeng, aku tidak suka wanita seperti mu. Apa kau bisa lebih kuat seperti Halen? Sayang sekali dia sudah meninggalkan kita." Gao bergeser dan berbaring di pangkuan Yura yang sedang duduk.
Alexsa terkejut namun tidak bisa bergeser karena kepala Gao sudah berada di pahanya.
"Aku sedang mencari pengganti Halen, dia cukup tangguh tidak lemah seperti mu. Bagaimana bisa Ahn memelihara wanita selemah mu." Gao tetap berbicara dan mata nya di pejamkan.
Alexsa melihat wajah Gao yang seperti kembali tertidur, wajah itu sekilas seperti Ahn.
Ia meletakan tangan nya ke bawah namun langsung di raih oleh Gao.
"Apa saja yang sudah kau dan Ahn lalui sayang?" Gao langsung meraih pergelangan tangan tangan Alexsa dan meletakan nya di hidungnya dan mencium lengan Alexsa.
"A-aku, aku- aku hanya membantunya bekerja." Alexsa terkejut kenapa sikap Gao seperti ini.
"Tidak mungkin, kau dan Ahn sudah 1 tahun menikah. Mana mungkin tidak ada sesuatu di antara kalian, apa kau percaya dengan cinta?" Gao tetap berbicara sambil memejamkan matanya.
"Cinta? Bahkan aku tidak memiliki itu untuk pak Ahn." Alexsa mulai tenang karena Gao tidak menunjukan tindakan kasar nya.
"Kau tahu, aku sudah tidak percaya dengan cinta setelah semua orang memandangku dengan kebencian hanya karena aku tidak sempurna." Gao membuka matanya dan menatap mata Alexsa.
Benar sekali, mata ini sangat indah, mata hazel sedikit ke hijauan sangat mirip dengan mata kai dan Ahn.
oplpñ
Alexsa hanya diam dan mengalihkan pandangannya karena merasa malu.
"Kau pernah memakan daging manusia?" Gao bertanya sambil mengelus lengan Alexsa.
"Apa? Memakan manusia?" Alexsa
terkejut dengan pertanyaan dari Gao.
Apa maksud Gao menanyakan itu, memangnya apa kekurangan yang di miliki Gao?
Kalian lebih suka mana nih, setiap bagian Alexsa dengan Ahn atau bagian Alexsa dengan Gao? Mana yang lebih menarik?
_terimakasi sudah membaca^^. Tinggalkan jejak sebagai pembaca yang baik ya..
_maafkan kesalahan dalam pengetikan kata yang tidak di mengerti 🙏
_tunggu bagian selanjutnya ⏳ love you all 💌🤗
__ADS_1