
"Yang di kulkas?" Itu karyawan mu yang kemarin membuatnya." Pak Zhang berjalan meninggalkan dapur dan Ahn.
Ahn berfikir sejenak, pantas saja anak nya suka ternyata ini memang enak.
Selesai makan Ahn menuju kamar nya, dan berfikir soal kejadian tadi. Apakah dia mulai merindukan istri nya. Terlalu lama berpikir Ahn tertidur di atas kasur nya.
Pagi hari Ahn di bangun kan oleh Kai yang mencari pita ping ibu nya.
"Pa..papa. Dimana pita ping mama?" Kai yang sudah siap ke sekolah nya melihat Ahn masih tertidur.
"Papa tertidur? Biasanya papa sudah tidak di rumah jam segini." Kai masuk perlahan ke kamar dan melihat Ahn yang memegang pita ping itu sambil tertidur.
Kai mengambil nya perlahan dan tiba-tiba Ahn terbangun.
"Kau mau apa di kamar ku." Ahn yang setengah sadar langsung menggenggam kuat pita itu.
"Papa, ini pita mama. Kenapa papa mengambil nya?" Kai yang kesel menarik paksa pita itu.
Ahn yang setengah sadar melepaskan pita itu dan kembali tidur.
"Papa kenapa, kenapa lama sekali tidur nya." Kai berjalan keluar dari kamar Ahn dan menutup pintu perlahan karena tidak ingin membangun kan papa nya.
Di kantor semua nya normal tak ada yang menyadari keberadaan Ahn.
Hingga seorang wakil Presdir keberadaan Ahn untuk membahas hal penting.
"Apakah pak Ahn tidak masuk?" saat di meja resepsionis wakil itu bertanya.
"Seperti nya dia sedang sakit." Pegawai yang bertugas mengecek kehadiran datang memperlihatkan absensi pegawai hari ini.
Alexsa tidak terlalu memperdulikan hal itu, lalu menuju tempat makan siang.
Disana Alexsa melihat seseorang berpakaian hodie putih dan celana putih panjang. Saat di hampiri pria tua itu memakai masker dan menutup mata nya dengan kacamata.
Saat Alexsa melewati nya pria itu menangkap pergelangan tangan Alexsa. Alexsa yang terkejut langsung menepis tangan itu. Namun cengkeraman itu cukup kuat dan membuat meja pria itu bergeser.
__ADS_1
"Tuan, anda kenapa lepaskan saya!." Alexsa memberontak melepaskan tangan pria itu.
"Kamu masih hidup, hebat sekali." Pria itu melepaskan tangan nya.
Alexsa langsung menyentuh pergelangan tangan nya karena sakit.
"Maksud anda apa?" Anda siapa.
Pria itu tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan Alexsa.
"Apa-apaan dia, apakah aku mengenal nya?" Suara itu seperti nya aku pernah dengar. Atau hanya perasan ku saja." Alexsa menyentuh tangan nya sambil berjalan ke arah etalase makanan.
Setelah selesai makan Alexsa kembali berkerja seperti biasa. 4 hari berlalu begitu saja. Ahn masih saja tidak masuk kantor. Alexsa tidak merasa aneh karena Ahn pernah bilang kalau berapa hari kedepan ia tidak akan masuk kantor.
Saat akan pulang kerja Alexsa melihat Kai menuju kantor. Ia langsung mengejar Alexsa.
"Kai, kenapa kesini?" Alexsa memegang pundak Kai.
"Alexsa, papa kenapa?" Papa tidak lagi marah dengan ku. Dia bahkan tidak berbicara lagi dengan ku sudah 5 hari dia tidak keluar kamar nya." Kai bercerita dengan sedikit air mata.
"Coba ceritakan apa yang terjadi terakhir kali denga papa mu." Alexsa mulai berbicara saat duduk di kafe itu.
"Saat terakhir kali, malam setelah aku dan papa pulang dari rumah Alexsa, setelah malam itu aku tidak pernah melihat papa lagi. Kakek bilang papa sedang sakit tapi tidak tahu sakit apa, jadi kakek sering menemani ku tidur di hotel dan meninggalkan ayah setiap malam ini." Kai berbicara serius karena khawatir dengan ayah nya.
"Apakah kakek mu sudah memanggi dokter?"
"Tidak kakek bilang itu bukan sakit yang di sembukan dokter, nanti ayah juga akan sembuh." Kai bicara sambil memegang tangan Alexsa.
"Apakah kami haru menjenguk pak Ahn?" Alexsa memiringkan bibir nya saat berpikir hal itu.
"Jangan, papa tidak boleh diganggu. Kakek bilang papa akan memukul siapa pun dalam keadan ini." Kai memegang tangan Alexsa erat.
Tiba-tiba mobil pak Zhang datang menjemput Kai. Pak Zhang turun dari mobil dan menuju ke arah mereka, pak Zhang menyuruh Kai masuk ke mobil deluan. Saat Alexsa hendak pergi juga, Pak Zhang menghentikan nya.
"Alexsa bisakah kau datang kerumah ku?" Pak Zhang menatap Alexsa dengan lembut.
__ADS_1
"Ada apa pak?" Alexsa bertanya sopan.
"Begini, aku melihat laporan pendaftaran karyawan seangkatan mu dan menemukan kalau kau seorang pakister juga. Mungkinkah bisa membantu anak ku." Pak Zhang berbicara dengan nanda yang rendah dan membuat Alexsa merinding.
"Astaga, mampus. Itu kan hanya editan saat aku melamar kerja di sini." Alexsa menundukkan kepala nya karena merasa malu.
"B-aik pak aku akan datang nanti malam saat bapak dan Kai akan pergi ke hotel." Alexsa menganguk malu.
"Tahu dari mana kamu Kai dan aku ke hotel?" Pak Zhang terheran dengan ucapan Alexsa.
"Tadi, Kai bilang kalau dia dan kakek nya pergi ke hotel selama 3 malam terakhir. Kalau saya boleh tahu kenapa yah pak?" Alexsa menatap pak Zhang dengan serius ingin mendengar alasan nya.
"Kau datang saja nanti jam 6 ke rumah kami, dan kau akan tahu sendiri." Pak Zhang berbalik dan meninggalkan Alexsa.
Alexsa heran dengan keluarga ini apa yang sebenarnya terjadi.
Jam setengah 6 Alexsa mendatangi rumah keluarga Huang.
"Permisi, pak Zhang apa anda masih di rumah?" Alexsa mengetuk pintu besar di rumah itu.
Seorang supir membukakan pintu dan mengantar Alexsa ke kamar Pak Zhang.
"Permisi, saya boleh masuk pak?" Alexsa mengetuk pintu kamar pak Zhang dan melihat Kai juga ada disana.
"Alexsa, masuk. Ajudan kakek sedang menyiapkan barang-barang" Kai melambaikan tangan menyuruh Alexsa masuk.
Alexsa masuk dan berdiri disamping Kai. Pak Zhang melihat Alexsa dari atas sampai bawah.
"Ada apa pak?" Alexsa bertanya malu-malu memegang tas tangan kecil nya.
"Kenapa kau pakai pakaian seperti ini?" Pak Zhang heran karena Alexsa memakai deres pendek selutul berwarna biru muda dan stoking putih panjang yang menutup kaki nya, serta rambut yang di gerai dan memakai anting biru kecil.
"Memang nya kenapa yah pak?" Alexsa mengelus deres nya.
"Entahlah aku takut terjadi hal apa-apa dengan mu, tapi seperti ini juga tidak apa-apa asalkan kau menjaga jarak dengan Ahn." Pak Zhang mengemasi tas nya untuk malam sampai siang esok.
__ADS_1
Saat mereka selesai beres-beres Kai dan pak Zhang segera pergi karena hari juga sudah larut malam, sebelum pergi pak Zhang bilang jangan berbicara pada Ahn malam hari dan jangan mendekati nya apa pun yang terjadi cukup perhatikan dari jauh.