
" Aku tinggal dengan Gao, aku pikir aku akan lebih bahagia jika bersamanya. Ternyata aku lebih tersiksa, kau ingat rapat tahun lalu aku mempunyai bekas kekerasan? Itu adalah kekerasan yang aku dapat dari bersama Gao dan dia memaksa ku untuk meminta semua uang mu, dia tidak pernah puas dengan uang. Bahkan dia menjual ku pada seorang pria untuk mendapatkan uang." Helen menangis lagi karena mengenang masa-masa itu.
"Apa, menjual mu? Apa dia seburuk itu demi uang?" Alexsa menyela pembicaraan mereka berdua.
"Pria itu sangat buruk Alexsa, dia bahkan terlibat dalam perdagangan di pasar gelap dunia. Di menjual manusia dan tak ragu untuk menjual organnya juga, dia..dia bahkan menjual ku(menangis) pada sekelompok pria." Air mata Helen pecah, dan semua itu bukanlah kebohongan. Helen berbicara jujur pada Alexsa dan Ahn.
"Jadi ini semua cuma tipu muslihat mu agar aku kalah dalam rapat itu, tapi tujuan mu apa?"Ahn emosi karena Helen yang terus menangis.
"Itu semua karena uang mu! Dia ingin uang mu! Dia ingin uang mu karena dia kalah dalam perjudian dunia, jika dia tidak membayar maka rumah bordil nya akan di sita oleh pihak judi itu. Dan dia tidak akan memiliki apapun, jadi sebelum itu terjadi dia menginginkan uang mu."
"Lalu apa maksud anda membuat kericuhan di dalam ruang rapat dengan berpura-pura mati?"
Alexsa menanyai Helen dengan hal yang dia tidak mengerti.
"Itu semua hanya kebohongan ku untuk menipu Gao, aku ingin pergi darinya walau dengan cara kematian. Aku ingin hidup bebas bukan seperti peliharaan nya, aku sengaja membuatmu marah agar kau memukul ku. Dan kau ingin tahu kenapa dia yang di penjara? Saat di rumah sakit aku mengatakan kalau dia yang memukulku bukan kau, dan itu yang membuatnya di penjara." Helen segera menghapus air matanya .
"Tapi setelah aku melihatnya dia terlihat tenang saat di penjara, apa dia punya rencana lain?" Ahn kembali mengingat wajah dengan senyuman Gao.
"Kau harus berhati-hati Ahn, dia bukan pria sembarangan. Aku harus pergi." Helen langsung berdiri ketika mendengar bunyi kepal pesiar.
"Tapi kenapa, dia siapa?" Ahn menanyai hal dengan cepat karena Helen segera berlari ke atas kapal.
"Kau harus berhati-hati dengan nya! Dia bukan manusia normal! Pergilah dari kota ini secepat mungkin dan jangan tinggalkan alamat atau pun lokasi rumah mu!" Suara Helen yang semakin menghilang karena kapal sudah mulai menjauh.
Ahn melihat dari kejauhan kapal itu perlahan meninggalkan pelabuhan dan menyebrangi lautan.
"Pak, apa yang dikatakan Helen dapat di percaya?" Alexsa menatap Ahn dengan cemas.
"Kau bisa mempercayainya jika dia menangis, dia itu wanita yang tegar. Jika di menangis berati yang dikatakan nya adalah kebenaran. Tapi apa maksudnya menyuruhku berhati-hati dengan Gao?" Ahn berjalan ke arah mobil dan Alexsa mengikutinya.
__ADS_1
"Jika kita bisa percaya pada nona Helen, sebaiknya kita pergi dari sini pak. Aku takut hal yang lebih buruk dari yang nona Helen alami terjadi pada kita." Alexsa berjalan mengikuti Ahn dan mereka masuk ke dalam mobil.
"Kau benar, hari ini juga kita akan berangkat meninggalkan kota ini sebelum Gao di bebaskan. Cepat cari tiket pesawat yang akan terbang hari ini, kita akan pergi hari ini juga." Ahn langsung meninggalkan pelabuhan dan dengan cepat menuju hotel.
Alexsa sudah mencari tiket pesat dengan penerbangan tercepat di hari ini dan kebetulan ada satu penerbangan ke kotanya dengan waktu penerbangan pukul 6 sore dan kebetulan mereka sampai di hotel pukul 2 siang, jadi mereka berkemas secepat mungkin dan meninggalkan hotel.
Rencana awal mereka akan di sana selama 1 Minggu, namun setelah rapat selesai sehari sesudah nya mereka langsung pergi. Mereka membawa semua dokumen penting dan tidak meninggalkan jejak alamat mereka bahkan pada pegawai hotel.
Mereka berada di kota itu cuma lebih kurang 5 hari, dan sekarang mereka harus kembali. Di bandara mereka langsung melakukan pengecekan data dan mereka berhasil terbang di penerbang itu hari ini juga.
Harun dengan perasaan was-was karena mengingat kata-kata dari Helen. 'menjauhlah dari nya, berhati-hati darinya, tinggalkan kota ini jangan tinggalkan jejak!' suara Helen masih terngiang di kepala Alexsa.
yang sangat tertekan dan ia berusaha menenangkannya.
"Tidak apa, jangan pikirkan lagi. Kita sudah pergi dari kota itu." Ahn mengusap tangan Alexsa yang terasa dingin.
"Tapi pak, bagaimana kalau tuan Gao tetap mengetahuinya? Aku takut dengan yang terjadi pada nona Helen, aku takut hal itu akan menimpa kita." Suara Alexsa bergetar saat berbicara dengan Ahn.
"Tenang lah, jauhkan semua pikiran buruk itu. Selama aku masih bersama mu tidak aku biarkan seorang pun mencelakai mu." Ahn mengusap wajah Alexsa yang pucat mungkin karena rasa takut dan kondisi yang masih sakit.
Beberapa saat mengudara, mereka sampai di kota mereka. Ahn dan Alexsa langsung memesan taksi yang langsung menuju rumahnya.
__ADS_1
Sampai di rumah, kondisi rumah masih sama seperti mereka tinggalkan 5 hari lalu. Tidak ada siapa-siapa.
Ahn masuk ke dalam rumah dan membawakan tas-tas berat berisi pakaian, sedangkan Alexsa membawa semua berkas dan kontrak yang ada di satu tas hitam.
Ahn membawa pakaian itu ke kamarnya dan Alexsa juga mengikuti ke kamar.
"Duduklah dulu, akan aku ambilkan air. Jangan pikirkan semua hal negatif dalam otak mu, yakinlah kalau di sini aman." Ahn mengusap kepala Alexsa yang duduk di kasur dan pandangannya masih kosong.
Alexsa mengangguk dan Ahn pergi keluar kamar meninggalkan Alexsa sendirian di kamarnya. Alexsa selalu khawatir dengan semua kata Helen. Dia tidak bisa tenang apalagi Gao sering membuat wajah mengerikan dengan senyuman aneh saat melihatnya.
Mereka sampai di rumah ini saat sudah malam, jadi Alexsa memutuskan mengganti bajunya dengan baju tidur.
Hari sudah cukup larut, Ahn kembali dari dapur membawa segelas susu sambil menelpon.
Ahn memberikan susu kepada Alexsa, namun diri nya masi sibuk dengan telpon.
Satu kebenaran terbuka, Helen bukan yang terlibat dalam penjualan dan penculikan Alexsa, dia sendiri juga korban. Tapi apakah mungkin Gao adalah orang yang menculik Alexsa pada hari itu?
_bagaiaman cerita hari ini?🤔
_hai, tunggu kelanjutan nya ya^^
_tinggalkan jejak berupa ❤️ dan komentar positifnya ya.
_maafkan apabila ada kesalahan dalam pengetikan kata yang tidak di mengerti 🙏
__ADS_1
_sampai jumpa di bagian selanjutnya ⏳