
"Kenapa?" Apa kau masih mau berteriak?" Ahn bertanya sambil menatap mata Alexsa dengan pandangan mengancam.
"Kau..tadi barusan menc*um ku kan?" Tidak apa, aku akan memaafkan mu. Tapi jangan di ulangi lagi yah, aku tidak suka menatap mu sedekat itu kau terlihat aneh." Alexsa mengimbas kan tangan dan menganguk-angukan kepala nya.
Alexsa dengan setengah kesadaran berdiri dan berjalan ke arah tangga. Ahn khawatir kalau dia akan tergelincir dan jatuh jadi Ahn mengikuti nya.
Alexsa berjalan perlahan dan tangan nya memegang pengangan tangga dengan erat. Ahn merasa terlalu mengkhawatirkan Alexsa, nyatanya ia masih punya kesadaran atas diri nya.
Alexsa berhenti di atas tangga rumah yang besar itu dan duduk menopang dagunya menatap Ahn dengan kaos olahraga nya berdiri di tangga paling bawah menatap Alexsa yang masih dengan pandangan mata yang sangar.
..."Ada apa tuan?" Kenapa menatap ku seperti itu, tenang saja aku masih sadar. Aku tidak akan membiarkan minuman ini menguasai pikiran ku. Lihat, aku masih bisa duduk di sini dengan stabil." Alexsa tersenyum menatap Ahn....
Ahn tidak berbicara, dia masih menatap Alexsa.
Alexsa berdiri lalu duduk di pegangan tangga rumah itu dan ingin turun meluncur pada pegangan tangga."
"Tuan, minggirlah saya akan meluncur." Alexsa mengisyaratkan tangan nya menyuruh Ahn menjauhi pegangan tangga.
Ahn khawatir kalau Alexsa akan terjun bebas dari lantai dua, jadi dia berlari keatas berniat menghentikan Alexsa. beberapa detik kemudian Alexsa melepaskan tangan nya dan badan nya meluncur kedepan.
Ahn langsung siagap menangkap Alexsa yang baru meluncur 3 detik Ahn langsung menggendong Alexsa seperti mengangkat karung beras dibahunya, bahkan dia tidak peduli dengan Alexsa yang terus memukul punggung nya.
"Kau itu kalau sedang mabuk sangat merepotkan. Coba saja merepotkan diri sendiri, aku tidak masalah. Tapi kau jangan merepotkan ku aku sangat tidak suka dengan orang yang seperti itu." Ahn berjalan menuju kamar mereka dan mulutnya terus mengomeli memarahi sikap Alexsa.
Alexsa terus memukul punggung Ahn, dan memanggil Ahn adalah monster. "Lepaskan..tolong aku akan di makan monster yang jelek ini!!!" Alexsa berteriak sampai masuk kamar.
Ahn kesel dan membanting Alexsa ke kasur dengan keras. Sehingga Alexsa meringis kesakitan.
Buugh...suara badan Alexsa terhampas ke kasur.
"Aak, aaaaww..aargh, perut ku sakit." Alexsa meringkuk memegangi perut nya.
Awalnya Ahn berpikir kalau Alexsa hanya berpura-pura dan ia hanya menatap Alexsa yang berguling di kasur kesakitan.
Saat sedang berguling-guling kesakitan, Ahn melihat pada celana pendek yang di kenakan Alexsa muncul bercak merah, warna itu diperhatikan Ahn dan semakin melebar. Ahn dapat melihat nya dengan jelas di bagian pinggul belakang celana yang dikenakan Alexsa karena celana itu berwarna putih.
__ADS_1
Ia baru ingat kalau ia menikahi Alexsa karena Alexsa hamil, ia baru tersentak dan segera membaringkan Alexsa dengan posisi lurus. Ia mengangkat kaos oversize yang di kenakan Alexsa dan melihat kalau perut Alexsa sudah ramping.
"Apa ini, kemana bayi nya?" Aku tidak membunuh nya kan?" Ahn berkeringat dingin saat melihat perut Alexsa yang sudah langsing.
Alexsa memegang perut nya lalu ia menyadari kalau ini adalah tanggal tamu bulan nya datang, ia langsung menepis tangan Ahn dan berlari ke kamar mandi membawa tas kecil nya yang berisi p***alut.
Ahn melihat ini ia langsung terdiam dan mata nya tak bisa berkedip. "Apa aku membunuh nya?" Aku melakukan itu? Apa hanya dengan bantingan itu bisa membunuh janin?" Ahn mengusap wajah nya dengan kasar.
Ahn melakukan pernikahan ini karena ia mengangap Alexsa hamil karena kesalahan nya, padahal kenyataannya tidak. Dan sekarang dia berpikir sudah membunuh anak dari kesalahan nya itu, padahal di perut Alexsa tidak ada bayi. Darah itu muncul karena sekarang sudah masa h*id bagi Alexsa.
Ia menyesali perbuatannya karena sudah membanting Alexsa.
Alexsa kembali dari kamar mandi dan sepertinya kesadarannya sudah cukup kembali, ia bertingkah normal seperti biasa nya.
"Pak, kenapa anda duduk di lantai." Alexsa melihat Ahn yang menutup matanya dan duduk di lantai di samping kasur.
"Aku mintak maaf." Ahn langsung berlari memeluk Alexsa dengan erat.
Alexsa terdiam karena pelukan Ahn membuat tubuh nya membeku. Tubuh Ahn yang lebih besar dari Alexsa membuat Alexsa tidak bisa bergerak.
"Pak,ada apa? Alexsa berbicara halus pada Ahn yang memeluk nya erat.
Alexsa terkejut dan langsung mendorong Ahn menjauhi nya.
"Apa, tapi kenapa anda membunuh nya?" Alexsa terkejut dan mata nya membesar melihat Ahn.
"Aku tidak sengaja membanting nya."
"Apa..kenapa kau tega sekali membunuh anak mu!" Alexsa pikir kalau yang Ahn bunuh adalah Kai.
"Aku terlalu marah tadi, maafkan aku." Ahn menundukkan kepala nya.
"Kau.. membunuh Kai?" Alexsa gemetar dan menutup mulut nya.
"Apa? Tidak, bukan Kai."
__ADS_1
"Lalu siapa, anak mu hanya Kai?" Alexsa heran dengan jawaban Ahn.
"Bayi mu, aku sudah membunuhnya." Ahn menunjukkan ke arah perut Alexsa.
"Bayi? Bayi apa? Aku bahkan tidak hamil." Alexsa menarik kaus nya kebelakang dan membuat tubuh nya tercetek.
"Apa? Tapi kemarin aku melihat mu dengan perut yang besar."
"Perut besar itu bukan bayi itu lemak."
"Ha? Tapi aku sudah membuat mu hamil?" Ahn makin heran dengan pernyataan Alexsa.
"Kapan, apa kau bermimpi."
"Sewaktu aku mabuk kan? Aku melihat bercak darah di seperi putih di kamar ku waktu itu, dan sudah pasti itu milik mu kan?" Ahn mulai mengungkapkan bagaimana ia mengangap Alexsa hamil.
"Apa? Darah, itu darah mu. Apa kau lupa kalau tangan mu di perban saat itu? Darah itu berasal dari tangan mu sendiri." Alexsa bingung dengan kondisi ini."
"Tapi, kau juga mual saat aku membawakan makanan ke rumah mu dan kau juga menyuruh ku bertanggung jawab." Suara Ahn mulai tinggi karena ia merasa tertipu.
..."Pak, biar saya jelas kan. Saya tidak hamil, saya minta karena saya sangat mengangap kalau aroma bunga Krisan itu menjijikkan. Dan alasan saya menikahi bapak adalah karena saya butuh bapak bertanggung jawab untuk memperbaiki nama baik saya, agar saya tidak di panggil, penghibur untuk bapak." Alexsa menjelaskan dengan gerakan tangan....
"Apa? Jadi aku tidak membuat mu hamil? Jadi ini cuma salah faham? Pernikahan ini kesalahan? Apa seperti itu? Mata Ahn terlihat sangat bingung.
^^^Tubuh Ahn lemah dan langsung terduduk di ^^^
pinggir kasur, Ahn merasa sangat terkejut dengan kenyataan ini. Alexsa melihat itu dan langsung memberikan Ahn segelas air dan duduk di depan Ahn.
"Apa ini kesalahan ku?" Ahn menatap Alexsa dengan gemetar. "Tentu saja, bagaimana bisa ini kesalahan saya. Ini semua keputusan dari kepala anda." Alexsa menyilangkan kaki nya.
Ahn merasa sangat bingung dengan kejadian ini, tidak mungkin ia menceraikan Alexsa saat ini juga.
"Kalau pun anda melakukan itu kepada saya, saya tidak akan berdarah di saat pertama." Alexsa berbicara santai pada Ahn.
"Kenapa?" Apa kau benar-benar seseorang penghibur?" Ahn mulai meragukan Alexsa.
__ADS_1
"Bukan, ini karena saya sudah pernah melahirkan bayi sebelumnya." Alexsa mulai bercerita tentang diri nya.
"Bagaimana bisa, coba cerita kan dengan jelas kepada saya."