Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Kenangan Masalalu


__ADS_3

"Mau kemana?" Gao memanggil BEI yang sudah hampir menaiki tangga.


"Aku akan mencari kamar ku, mau ikut?"


"Tidak, berita ini lebih menyenangkan." Gao tetap lanjut menonton tv yang menyiarkan mengenai keluarga Huang.


BEI tidak terlalu ingat, tapi ia tahu kamarnya ada di lantai tiga. Ia berjalan ke sebelah kiri tangga dan melihat rumah ini masih sama.


BEI tak sengaja melewati ruang kerja Ahn, ia melihat Ahn sedang sibuk mengetik di laptop nya. BEI terus berjalan dan menemukan tangga lagu untuk naik ke lantai 3.


Saat menaiki tangga BEI ingat dengan kenangan masa lalu nya, ia merasa mendengar suara ibu Diana memanggilnya dan memarahinya waktu kecil.


•••bayangan BEI•••


"Sayang, sudah ibu bilang jangan turun tangga sendirian. Tunggu ibu sebentar berbahaya jika kau melakukan sendirian. Jangan di ulangi ya." Diana menggendong BEI yang masih kecil menuruni tangga.


••••••


BEI sampai di lantai tiga, semua nya benar-benar tidak berubah. BEI menghirup nafas panjang "aroma kayu" BEI berjalan memasuki lantai tiga.


Di bandingkan dengan lantai satu yang glamor, lantai dia yang modern sedangkan lantai tiga ini terkesan klasik.


BEI melihat lukisan dan foto-foto lama nya ada di ruangan ini.


Dalam pikiran BEI ia bisa melihat saat masih kecil ia berlari di sini bersama Ahn dan ibu Diana juga menasehatinya.


"Sayang, jangan berlari disini, berbahaya. Bagaimana kalau terjatuh. Ahn jaga adik mu ya." Suara sang ibu selalu terdengar oleh BEI.


Sambil berjalan ia memperhatikan foto-foto di dinding, foto waktu masa kecil semuanya terpajang. BEI Bahakan sudah lupa apakah ia pernah tertawa di foto itu.


BEI melihat sebuah pintu, ia merasa akrab dengan pintu itu. Ia membuka pintu dan ada sebuah kamar dengan cat putih, dan tempat tidur berwarna putih.

__ADS_1


BEI membual sepatu dan ingin tahu kamar siapa ini, jika pun ia salah ia tidak mengotori kamar orang lain.


Aroma seperti minyak bayi sangat harum tercium, BEI yakin ini pasti kamarnya. Ia melihat ke dalam lemari dan menemukan sebuah pakaian dengan gambar beruang kutub, ada pula bando dengan tanduk rusa di dalam lemari itu.


BEI mengambil nya dan memakai bando itu, ia bercermin pada kaca yang ada di lemari dan melihat dirinya.


"Ini pasti kamar ku, aku membeli bando ini saat ke taman bermain bersama ibu. Ternyata mereka masih menyimpan ini." BEI tersenyum melihat dirinya sendiri.


Tak sengaja matanya menemukan sebuah kertas tertempel di dinding dengan tulisan di atasnya.


𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑖𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑡𝑒𝑙𝑜𝑛 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑘𝑎𝑚𝑎𝑟 𝑏𝑒𝑖


Itu adalah tulisan tangan Diana yang di tempel di cermin kamar BEI.


"Ibu, kau ingin selalu melindungi kulit ku ya." BEI tersenyum membaca tulisan itu.


Ia berbalik dan melihat sebuah meja dengan banyak perlengkapan anak-anak dan ada minta bayi yang di maksud.


"Aroma ini membuatku sangat merindukan mu by, maaf kalau aku tak bisa ikut dengan mu kesurga." BEI mencium aroma minyak bayi yang menenangkan ini.


BEI merasa lelah, ia memutuskan untuk duduk di atas kasur, namun tanpa di sadari ia tertidur dengan kaki dan tangan di rentangkan. Tidurnya sangat pulas bahkan tak sadar kalau pintu kamar terbuka.


BEI tertidur dengan bando yang masih terpasang di kepalanya, kemeja putih yang di h


Gulung hingga siku dan celana putih panjang. Pria ini memang sangat suka dengan kebersihan


Pak Zhang tak sengaja lewat Karen a ia memang ingin kekamar nya, ia melihat pintu kamar BEI terbuka. Pintu itu sudah tertutup selama bertahun-tahun dan sekarang pintu itu terbuka pak Zhang berfikir kalau pelayang lupa menutup nya. Namun saat sampai didepan pintu kamar ia melihat BEI tertidur dengan sangat pulas.


Pak Zhang masuk ke kamar itu ingin melihat putra nya, ia melepas sepatu Karena tahu BEI tidak suka orang lain mengotori miliknya.


"Kau benar Diana, anak kita tetaplah anak. Walaupun ia sudah dewasa seperti sekarang. Bahkan ia tetap menuruti perkataan mu." Pak Zhang berbicara sendiri menatap wajah BEI yang tertidur.

__ADS_1


Pak Zhang mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan, pose tidur BEI dengan bando di kepalanya membuatnya terlihat manis dengan kulit putih susu.


Pak Zhang tak ingin mengganggu, ia keluar dari kamar BEI setelah mengambil beberapa foto. Pak Zhang kembali ke kamarnya.


Tak lama setelah itu, Gao merasa adik nya pergi terlalu lama jadi ia menyusulnya ke lantai atas.


"Diamkan anak itu, apa dia tersesat?" Gao sampai di lantai tiga dan melihat foto di dinding.


Banyak foto namun hanya ada dua buah fotonya yang di pajang. Ia langsung berjalan ke kamar BEI dan melihat pintu kamar nya terbuka.


BEI langsung masuk ke kamar tanpa membuka sepatu, ia melihat adiknya tertidur dengan nyenyak, aroma dari minyak yang di pakai BEI juga membuat Gao merasa hangat. Ia berbaring di samping BEI di atas kasur yang sama.


BEI menyadari ada yang berbaring di samping nya. "Kaak?" BEI dengan mata masih tertutup memanggil Gao.


"Iya, ini aku. Kau tidurlah." Gao merentangkan tangannya.


"Apa sudah lepas sepatu mu?"


"Tidak, kenapa?"


"Mmmm..(merengek)" BEI memukulkan tangan kanannya pada Gao namun Gao malah tertawa.


"Ahahah.. Bai, aku akan lepaskan. Kau kenapa pelit sekali denganku." Gao tidak bisa marah dengan adiknya itu, Gao sangat menyayangi BEI ia selalu melindungi dan berusaha menggapai semua untuk adik ya itu. Bahkan ia tak ingin melibatkan BEI saat dia berkelahi. Ia ingat kalau ibunya sangat berharap BEI adalah perempuan tapi masih anak laki-laki yang lahir.


Kulit putih halus dan mulus, mata indah dan suara yang lembut membuat BEI memang terlihat feminim tapi dia sudah banyak diajarkan tentang kekerasan dan kelicikan oleh Gao selama BEI tinggal bersamanya dan itu membuat BEI hanya mempercayai kakak nya seorang.


Tak lama setelah itu mereka tertidur lelap.


Sudah pukul setengah enam, hari sudah gelap jadi mereka memutuskan untuk makan malam, semua sudah duduk di meja makan hanya BEI dan Gao yang tidak ada.


"Ayah dimana yang lain?" Alexsa tak melihat ke dua adik iparnya.

__ADS_1


"Mereka tertidur, mungkin sangat lelah. Aku melihat mereka tadi saat akan kesini. Baguslah mereka bisa menerima kamarnya, tapi Gao tadi tidur di kamar BEI, bukan di kamar itu.


__ADS_2