
Alexsa merasa sangat kesakitan namun dia sudah sangat marah pada Ahn dan langsung menendang Ahn dengan kaki nya.
"Agaah..kau pikir tendangan itu bisa membuat ku kesakitan. Maksud mu apa merusak mobil ku?" Ahn langsung meneriaki Alexsa dan mungkin saja para pejalan kaki di sana mendengar nya.
"Kau ingin tahu?" Kau ingin tahu haa!!! Apa kau tidak mengunakan otak mu saat bertanya Ahn!!" Alexsa juga meneriaki Ahn.
Ahn marah namun dia tetap diam, rahangnya menutup kuat terlihat dari pipi nya.
"Apa kau mengangap ku mainan?" Apa aku seperti Boneka bagi mu?" Kenapa kau sangat bodoh ha?! Kau sudah gila! Kenapa kau memperlakukan ku seperti penghibur? Kenapa kau membuat ku seperti barang murahan?! Kenapa membuat ku menunjukkan dada ku kehadapan pria yang tidak aku kenal?! Kenapa kau membuat ku seperti bintang Ahn, kenapa...!!" Alexsa sangat marah dan suaranya bertanya sangat keras.
"Diam!!" Ahn menarik kuat tangan Alexsa yang terikat sehingga Alexsa yang sudah kesakitan berterik . "Aaakkh...!" Tubuh Alexsa terbawa mendekati Ahn karena Ahn menarik nya cukup kuat.
"Aku tidak memperlakukan mu seperti binatang, wanita murahan, atau pun yang ada di dalam otak mu itu! Kau hanya tidak mengerti dengan tujuan ku! Aku meletakkan uang di dada mu agar pria disana tahu kalau kau wanita yang tinggi dan mereka tidak akan memperlakukan mu dengan rendah, dan saat aku mengikat mu ini(menarik tangan Alexsa dengan begitu kuat) aku ingin melindungi mu.
Aku tidak ingin pria disana menyentuh mu." Ahn berbicara keras kepada Alexsa dan tapan Ahn juga sangat marah.
Mereka berdua tidak ada yang mau melunak kedua nya sama-sama keras dan merasa paling benar. Alexsa benar dengan kemarahan nya dan Ahn juga benar karena tujuan nya.
"Lepas!!" Kau memang bajingan. Kau memang tidak pantas mendapat kan cinta!" Alexsa menarik tangan nya dan berhusaha berdiri ingin keluar dari mobil.
Tiba-tiba Ahn sekali lagi dengan keras menarik tali pinggang itu dan membuat Alexsa langsung terduduk. Akhirnya karena sangat kesakitan Alexsa mengeluarkan air mata.
"Aakkhh!!!. sa-kit..tolong jangan menarikku," suara Alexsa paru dan kepala nya tertunduk ke arah tangan nya yang menghadap Ahn.
Ahn terkejut melihat Alexsa menangis dan langsung menyadari kesalahan nya, dia bergegas membuka sabuk itu dari kedua tangan Alexsa. Saat sabuk itu terbuka, terlihat bekas gulungan merah dari ikatan sabuk yang sangat kuat, dan beberapa goresan yang juga mengeluarkan darah.
Ahn merasa sangat bersalah, dan mata nya panik saat melihat darah itu menetes ke tangan nya.
Alexsa masih tertunduk kesakitan, dan tangan lemas di pegang oleh Ahn.
__ADS_1
"Maaf...maafkan aku, aku..aku tidak tahu kalau ini akan melukai mu!" Ahn mengusap kedua telapak tangan Alexsa yang halus untuk menenangkan nya.
Alexsa mengangkat kepala nya dan langsung menampar Ahn dengan kuat. Ia dengan mata yang masih berair langsung berdiri dan keluar dari mobil, ternyata para pejalan kaki dan beberapa para penjual pingiran jalan sudah mendengar tamparan dan kata-kata mereka saat di mobil.
Alexsa bahkan sudah tidak peduli dengan dada nya dan terbuka memperlihatkan b** yang berwarna hitam, ia berjalan dengan cepat menajahui mobil Ahn dan sesekali menyerka air mata nya.
Ahn langsung menjalankan mobil nya je arah Alexsa yang sudah berjalan cukup jauh. Ahn menghentikan mobil nya di dekat Alexsa dan langsung mengejar Alexsa.
"Alexsa!" Ahn berlari mengejar Alexsa.
Langkah Alexsa yang kecil dengan cepat di hampir Ahn yang berlari. Ahn langsung memeluk dan menenangkan Alexsa.
"Sudah..sudah..jangan seperti ini." Ahn memeluk Alexsa dari belakang.
Alexsa langsung mendorong Ahn, Ahn dengan siagap menarik tangan Alexsa agar Alexsa tidak menjauh lagi namun malah tindakan Ahn membuat Alexsa kesakitan. Tangan Alexsa yang sudah terkelupas dan memerah serta beberapa luka yang berdarah membuat Alexsa kembali meringis dan menarik tangan nya.
"Jangan..jangan sentuh saya pak, tangan saya sangat sakit." Alexsa berbicara dengan suara yang gemetar dan Alexsa mundur beberapa langkah dari Ahn.
"Kau bilang masalah di dalam tetap lah di dalam jangan sampai yang lain tahu. Sekarang coba liat sekeliling mu, mereka menatap mu." Ahn berbicara dengan nada lembut dan Alexsa menyadari kalau dia sudah berlebihan.
Alexsa melihat sekeliling dan mata orang-orang di sana menatap pada nya." Saat Alexsa lengah, Ahn langsung memeluk Alexsa.
"Tidak apa, jangan memberontak, dada terbuka. Apa kau ingin memperlihatkan nya pada orang lain." Ahn memeluk Alexsa dengan hangat.
Ahn sangat tahu bagaimana cara membuat wanita nyaman. Pelukan hangat Ahn membuat Alexsa nyaman dan Alexsa merasa tenang.
Mereka masuk kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah.
Sepanjang sisa jalan pulang, Alexsa hanya diam dan sesekali melihat tangan nya yang sakit.
__ADS_1
Ahn juga merasa sangat bersalah, karena tindakan nya yang berlebihan membuat orang lain terluka. Bukan nya cinta, Ahn malah menanam duri dalam diri Alexsa.
Ahn melirik tangan Alexsa yang masih memiliki bekas merah di pergelangan tangan nya.
"Apakah terasa sakit?" Ahn berbicara namun mata nya tetap pada jalan.
"Menurut mu apa?" Alexsa menjawab hanya dengan suara pelan.
"Apa kita harus ke rumah sakit dulu?" Ahn memperlambat mobil nya.
"Jangan, kita akan terlambat." Alexsa melihat Ahn, dan wajah Ahn dengan sangat jelas terlihat khawatir dengan Alexsa.
Beberapa menit lagi mereka pulang, Alexsa membuka gulungan lengan baju nya dan menutup bekas merah di tangan nya dengan lengan baju biru yang di kenakan nya. Alexsa juga memperbaiki pakaian nya dan merapihkan rambut nya.
Mereka sampai di rumah tepat saat makan malam akan di mulai. Ahn masuk rumah terlebih dahulu, dan melihat Kai dan pak Zhang bersiap akan makan.
"Ahn, mau kemana? Kau tidak lihat kami menunggu." Pak Zhang memanggil Ahn yang menaiki tangga.
Ahn turun dan langsung menuju dapur. "Apa hari mu lancar?" Pak Zhang bertanya sambil menuang air ke teh ke dalam gelas nya.
"Papa dimana Alexsa?" Kai tidak melihat Alexsa di belakang Ahn jadi dia langsung bertanya.
"Alexsa, mungkin dia.." Ahn belum selesai berbicara, Alexsa masuk dan langsung terlihat bahagia.
"Kai, apa kau merindukan Alexsa." Alexsa langsung tersenyum melihat anak itu.
"Alexsa, kenapa terlambat?" Kai langsung mencium pipi Alexsa dengan lembut.
"Tidak, aku tidak terlambat. Kai akan makan ya, ayo cepat makan biar bisa tidur cepat." Alexsa langsung menyuruh Kai untuk kembali melanjutkan makan nya.
__ADS_1
Anak itu langsung mematuhi Alexsa, dan Alexsa duduk di samping Ahn seperti makan malam biasa nya.
Saat makan malam selesai, di saat keluarga sedang santai menonton berita di tv Pak Zhang menanyai Ahn dengan tugas nya minggu depan.