
"Tidak berniat apa nya?" Sekarang hasil kesalahan mu sudah terjadi, kau mau membuat malu keluarga ini? Siapa wanita itu?" Pak Zhang membesarkan mata nya saat tahu hal itu."
"Di tidak masalah dengan hal ini ayah, asal kan aku mau bertanggung jawab, dia wanita yang baik dan dia ada di depan."
"Apa kau tidak berpikir bagaimana Kai akan menerima in? Apa kau mampu membuat dia menerima wanita itu? Kau tahu kan kalau Kai sangat menyayangi Helen?"
"Aku yakin Kai bisa menerima nya."
"Lalu apa kau mencintai wanita itu?" Pak Zhang bertanya sambil mengambil kalung.
"Cinta akan tumbuh seiring berjalan waktu ayah."
"Kau ingat ini? Helen yang memberikan ini pada mu sebagai tanda cinta kan?" Lalu apa yang dia lakukan, dia malah mengambil semua harta mu dan pergi dengan pria yang lebih kaya darimu. Apa kau masih ingin itu?" Pak Zhang menunjukkan kalung pemberian mantan isteri Ahn.
"Aku tahu itu ayah, tapi bagaimana kalau aku tidak menikahi nya? Dia akan melahirkan akan ku dan itu akan semakin membuat kita malu, jadi aku akan menutup kesalahan ini dengan menikahi nya." Ahn mengambil keputusan bulat.
"Baik jika itu keputusan mu. Aku juga tidak bisa melarang, sebagi orang tua aku hanya bisa memberikan saran karena untuk menjalankan nya adalah kau sendiri." Pak Zhang setuju dengan Ahn.
Ahn tersenyum akhirnya dia bisa bertanggung jawab atas kesalahan nya." Ayah, wanita itu ada di ruangan tamu." Ahn mempersilakan ayahnya nya melihat Alexsa.
Sampai di ruang tamu pak Zhang melihat Alexsa sedang duduk. Saat Alexsa melihat pak Zhang ia langsung berdiri. Saat Alexsa berdiri pak Zhang tidak menyadari perut nya karena efek dari pakaian hitam itu.
"Jadi kau ingin menikahi Ahn?" Pak Zhang langsung bertanya membuat Alexsa terkejut.
A-apa menikahi pak Ahn?" Alexsa tercengang. Memang impian nya adalah menjadi isteri tuan yang kaya. Tapi bukan seorang tuan yang sudah duda dan beranak satu."
"Tapi pak saya tidak pernah mengatakan itu pada pak Ahn." Alexsa masih menolak perkataan pak Zhang.
Ahn yang melihat Alexsa juga ikut bicara. "Tidak apa-apa anggap saja ini sebagai tangung jawab ku karena orang-orang menuduh yang tidak-tidak." Ahn bicara sambil duduk di hadapan Alexsa.
"Jadi bagaimana apa kau mau menikahi Ahn?" Pak Zhang kembali bertanya.
__ADS_1
Tiba-tiba Kai datang dan langsung menangis."
"Apa? Alexsa akan menikah dengan siapa? Haaa..." Anak itu merengek ke arah Alexsa.
"Tentu saja dengan ku." Ahn menatap Kai dengan tajam.
"Apa?" Alexsa jangan begitu, tunggulah sebentar lagi hingga Kai besar lalu kita akan menikah." Anak itu memegang lutut Alexsa.
Alexsa bingung dan mengusap rambut anak itu. "Kai, kita tidak bisa menikah, karena aku akan menikahi papa mu." Alexsa mengusap kepala Kai yang baru bangun tidur.
Ahn dan pak Zhang yang mendengar perkataan Alexsa langsung tersenyum. Jadi kau setuju?" Ahn langsung bersemangat mendengar itu.
"Iya aku akan menikahi mu" Alexsa tertunduk malu saat menatap mata Ahn.
"Tidaaak, Alexsa jangan katakan itu!" Tangisan semakin keras.
"Hei hei..diam lah, jika Alexsa menikah ku dia akan mengantikan mama mu yang jahat itu dan membuat kan mu nasi goreng setiap hari." Ahn menarik tangan Kai yang sedang menangis.
"Tentu saja, dia akan tinggal serumah dan sekamar juga dengan mu." Ahn menyakin kan Kai.
"Benarkah? Alexsa akan tinggal disini?" Kai tersenyum dengan ucapan Ahn.
"Tentu saja, jika kami sudah menikah." Ahn menatap Alexsa.
"Baiklah, aku ingin punya mama dan ingin Alexsa tinggal disini. Aku ini papa dan Alexsa menikah. Kai tersenyum lebar memeluk Ahn.
"Baik, karena semuanya sudah setuju sebaiknya pernikahan dilakukan lebih cepat mengingat kesalahan yang dilakukan Ahn." Pak Zhang menatap mereka semua dan langsung merencanakan pernikahan.
"Lebih cepat lebih baik, jangan sampai orang lain tahu dengan kesalahan ini sebaiknya dilakukan minggu depan saja."
"Apa? Bukankah itu terlalu cepat pak?" Bagaimana pembiyaan dan dekorasi nya?" Alexsa terkejut dengan ke putusan Pak Zhang.
__ADS_1
"Tenang saja Alexsa, untuk masalah uang keluarga ini tidak akan kesulitan." Ahn menganguk kan kepala nya.
"Tapi, aku tidak punya.." Alexsa merasa ragu karena keuangan nya."
"Tenang saja, pernikahan akan terjadi di rumah ini. Kau tidak usah pikirkan biayanya." Pak Zhang juga menyakinkan Alexsa.
"Baiklah." Alexsa hanya menganguk dan mereka senang dengan keputusan ini.
Pernikahan ini dilakukan atas ke salah pahaman di kedua pihak, Alexsa pikir pernikahan ini terjadi karena Ahn yang ingin menyingkirkan isu kalau dia menjadi simpanan Ahn, sedangkan Ahn melakukan pernikahan ini karena ia pikir dia sudah membuat Alexsa hamil atas kesalahan nya
*****
Hari ini Alexsa berkerja setelah libur 2 minggu. Para pegawai menatap nya masih dengan perasan jijik.
"Eh dia masuk kerja lagi? Bukankah dia sudah mengundurkan diri?" Para perkerja lain berbisik saat melihat Alexsa masuk kantor.
"Eh, liat badan nya sedikit berisi mungkinkah gosip itu benar?" Pegawai wanita menyadari perubahan fisik Alexsa.
Alexsa tak menghiraukan bisikan itu walau dia dapat mendengar nya dengan sangat jelas.
Alexsa berkerja seperti biasa nya, hanya saja para pekerja lain terus saja berbisik dan bergosip tentang nya?"
Saat makan siang Ahn makan di kantin pegawai tidak seperti biasanya, para pegawai wanita yang jarang melihat Ahn secara langsung mereka berusaha makan disekitar Ahn sambil tertawa. Mereka pikir sikap mereka akan di perhatikan Ahn, namun sayangnya pria itu terlalu merasa hambar dengan wanita, ia sudah tidak memiliki kesan cinta setelah ditinggal isteri nya.
Saat Ahn sedang makan, beberapa pegawai muda yang usia nya masih 19-20 tahun mencoba duduk di samping Ahn.
"Pak Ahn, apa kami bisa duduk bersama mu?" Seorang gadis muda dengan pakaian ketat duduk di hadapan Ahn.
"Tentu, kalian bisa makan dimana pun." Ahn mempersilakan mereka duduk di hadapan nya."
Ke empat gadis itu mencoba menarik perhatian Ahn dengan makan secara perlahan dan tingkah mereka semakin melunjak saat 2 orang dari mereka yang memiliki tubuh yang indah membuka salah satu kancing baju nya dengan alasan panas.
__ADS_1
Kedua gadis itu benar-benar duduk di hadapan Ahn, dan jika itu pria lain mungkin mata nya tak bisa berhenti menatap mereka. Sayang nya itu adalah Ahn, mereka pikir Ahn akan tergoda dengan yang mereka lakukan tapi Ahn tidak melirik mereka sedikit pun. Gadis itu kembali mencari cara untuk menarik perhatian Ahn dengan mintak tolong di bukakan sebuah soda."