Kamu Milik Ku

Kamu Milik Ku
Meracik obat


__ADS_3

"Ahn, ada apa ini? Kenapa kau terlihat sangat senang." Pak Zhang melihat raut wajah bahagia Ahn, dan Alexsa yang selalu menempel pada Ahn.


"Tidak ada ayah, hanya hal biasa dalam hubungan." Ahn duduk di samping kai.


"Aku tahu, cepat lanjutkan makan mu. Kau harus ke kantor kan?" Pak Zhang mengangguk beberapa kali karena tahu yang di maksud Ahn adalah apa yang ia dan BEI lihat tadi pagi.


'apa senang nya, mereka tak melakukan apapun. Hanya melepas pakaian dan tertidur, tak ada yang istimewa. Apa mereka benar-benar berpikir telah melakukan nya? Cih, bodoh sekali" BEI melihat wajah Ahn dan Alexsa yang tersenyum ia kesal dengan senyuman itu.


Selesai makan Ahn langsung bersiap berangkat ke kantor dan Alexsa membantunya, dua orang ini sangat dekat dan seperti di selimuti asmara.


Gao hanya menghembus nafas dengan kasar dan memutar mata nya setiap melihat dua orang ini.


"Kak, sabar lah. Hanya 1 Minggu lagi dan aku akan memberitahukan orang-orang kabar ini dan membuat seolah ia hamil dengan Ahn padahal kau tau faktanya kan? Tunggu 9 bulan lagi dan anak itu akan menjadi milikmu." BEI berbisik pada Gao yang terlihat kesal.


Setiap hari selalu berjalan seperti ini, dan sekarang sudah satu Minggu dan waktunya kebohongan selanjut nya, membuat Alexsa mual seperti saat kehamilan pertama.


Sesaat sebelum makan siang, BEI meracik obat di kamar nya. Obat itu terdiri beberapa campuran dan salah satunya bunga Krisan.


"Kenapa menambahkan kelopak bunga?" Gao ke kamar BEI membawa sebuah buku.


"Aku melihat laporan medis wanita itu saat dia tertembak dan dia mempunyai alergi aneh dengan bunga Krisan, aku akan menambahkan ini dan melihat hasil nya nanti."


"Apa lagi yang ingin kau lakukan? Apa kah seperti itu saja tidak cukup?" Gao duduk di samping BEI yang fokus meneteskan cairan obat.


"Kak, setiap wanita hamil harus mengalami yang namanya mual masa kehamilan, sedangkan wanita itu tidak mengalami ya lagi setelah beberapa Minggu kedepan. Agar lebih meyakinkan kita akan berikan obat ini 2 hari lagi, agar ia terkesan baru hamil. Dengan begini tak akan ada kecurigaan atas dirimu lagi." BEI menjelaskan semua yang di lakukan nya.


"Baguslah, lanjutkan pekerjaanmu." Gao terlihat memperhatikan dan mengangguk beberapa kali.


Saat sedang fokus membuat racikan obat nya, Kai datang ke kamar BEI dengan beberapa buku sekolah.


"Paman BEI, bisa bantu aku?" Kai masuk ke kamar BEI dan melihat BEI sangat serius melakukan tugasnya.


"Tidak ada waktu, kau main di bawah saja." BEI tidak melihat ke arah kai.


"Paman, ayolah. Aku mempunyai tugas mengenai nama-nama serangga. Bantu aku sebentar lagi akan masuk sekolah." Kai terus merengek pada BEI.

__ADS_1


Gao merasa adik nya terganggu dengan suara dari kai" Hei. Apa kau tidak melihat paman mu sedang bekerja, mengapa mengganggu nya. Kenapa tidak minta pada ibumu saja." Gao menutup buku nya dan langsung menatap kai.


"Mama sedang tidak sehat, tadi dia muntah dan sekarang sedang tidur."


BEI dan Gao langsung saling memandang.


"BEI, kau kerjakan di kamar ku saja. Di belakang lemari buku, disana sangat tenang. Aku akan membantu anak ini disini."


"UMM.. paman Gao akan membantu ku, apa paman Gao tahu tentang serangga dan mamalia?" Kai melihat Gao dan memiringkan kepalanya.


"Aku tahu semua itu, aku juga sudah membaca buku yang sangat banyak. Mau tanya apapun dengan ku pasti akan ku jawab. Kemari duduk di kasur ini." Gao menepuk kasur BEI dan menyuruh kai duduk di atasnya.


"Lepas sepatu mu sebelum masuk, aku akan bekerja di kamar Kakak dan aku juga akan mengunci pintu sementara." BEI membawa beberapa alat kimia ke kamar Gao.


Gao mengajari dan membahas pertanyaan di buku bersama kai, sementara BEI di kamar Gao dan ia tak melihat belakang lemari yang Gao maksud.


"Belakang lemari mana, lemari ini bahkan terlihat menyatu dengan dinding." BEI melihat ke semua celah yang ada di lemari.


Kemudian dia ingat mengenai ruang baca Gao di villa, ruang baca itu memiliki ruang rahasia.


Benar saja, terdengar suara 'klik' dan bagian tengah lemari buku sedikit berjarak dengan lemari lain.


"Wah, pantas saja kamar nya terletak di bagian awal ternyata ada ruang rahasia ini. Kenapa aku tidak punya?" BEI masuk ke ruangan gelap dan menyalakan lampu.


Cat ruang rahasia Gao berwarna abu-abu, sama seperti di luar tetap ada buku di dalam sini, sebuah meja dan kursi serta kasur kecil.


BEI melihat ruangan itu, terlihat cukup bersih namun ada beberapa debu yang beterbangan. BEI tak menghiraukan dan langsung duduk di meja di bawah lampu.


BEI melihat ke sebuah foto di dinding tepat di samping kursi itu, ada sebuah foto keluarga namun hanya ada pak Zhang, ibu Diana dan BEI.


"Ternyata kakak sangat menyayangi kami,


Bahkan ia memajang foto ku bukan fotonya." BEI tersenyum melihat foto di dinding dan langsung melanjutkan tugasnya membuat obat.


Sudah 2 jam BEI berada di ruangan baca Gao, sementara kai dan Gao sudah menyelesaikan tugas sekolah kai.

__ADS_1


"Dengar, aku sebenarnya tidak menyukaimu. Tapi jika kau bersikap baik, aku akan menarik kata-kata ku." Gao melihat kai yang mengemasi bukunya.


"Paman Gao tidak ramah, paman Gao pemarah!" Kai menutup tas nya dan langsung keluar kamar BEI.


"Kau kenapa, aku sudah membantu mu dan seperti ini sikap mu?!"


"Huh..! Pama Gao selalu mengatakan aku bodoh, aku tidak tahu bukan nya bodoh! Huuu..serigala liar!" Kai mengejek Gao dan langsung berlari ke lantai bawah.


"Apa seperti itu didikan yang di dapat nya? Sayang sekali, penerus keluarga ini sangat tidak berpendidikan. Aku akan mengajarkan anak ku lebih baik di masa depan." Gao bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar nya.


Gao membuka pintu kamar nya dan itu tidak di kunci.


"Aneh, bukankah BEI akan menguncinya jika ia sedang bekerja?" Gao masuk ke kamar dan melihat ruang baca nya terbuka.


"BEI, kau disini?" Gao mengintip sedikit dari sela-sela lemari yang terbuka.


"Iya, aku disini. Aku sudah menyelesaikan obat nya, ada apa kak?" BEI melihat Gao memasuki ruangan.


"Bagus jika sudah selesai. Kenapa kau tidak memberikan nya sekarang?"


"Tidak mungkin, kakak pikirkan saja mereka baru merasa sudah melakukan hubungan dan langsung aku beri obat ini nanti pengaruh nya dia akan mual. Apakah akan masuk akal jika kehamilan terjadi hanya dalam satu malam. Kita tunggu 2 hari lagi."


"Kau benar, aku tidak mengerti dalam hal ini. Aku serahkan semua pada mu. Sekarang sudah saat nya makan siang, aku akan keluar kau mu aku belikan apa untuk makan siang kali ini?"


"Terserah kakak saja, oh iya. Aku akan disini untuk beberapa waktu apakah boleh?"


"Kau bisa berada kapan pun di kamar ku. Kalau begitu aku akan pergi dulu. Bereskan semua alat mu dan pindahkan ke kamar mu. Aku takut nanti aku merusaknya."


Gao menutup pintu ruang baca dan pergi membeli makanan dari luar.


BEI berpikir apakah yang dia lakukan sudah benar? Apakah tindakannya membantu anak Gao tetap lahir itu benar? Bagaimana silsilah keluarga ini nanti, kakak-adik punya istri yang sama dan anak yang berbeda.


"Ibu, maafkan aku. Aku hanya membantu kakak mendapat keadilan atas wanita dan warisan milik nya di rumah ini." BEI melihat ke arah foto keluarga karena ia merasa ragu.


'apa keluarga ini akan tetap baik-baik saja setelah tahu masalah ini suatu hari nanti? Aku tak ingin jika kakak yang disalahkan, bagiku lebih baik keluarga ini hancur jikalau kami suatu hari nanti akan di usir lagi. Baiklah, biarkan saja aku akan tetap membantu kakak Gao dalam mendapatkan anak nya walaupun akan terjadi perpecahan di rumah ini.'.

__ADS_1


Bei menggenggam tangan nya dan tak henti memikirkan bagaimana akibat nya di masa depan jika anak dari Gao berhasil lahir ke dunia dan apakah ia tetap menjadi anak Ahn.. atau akan menuruti ayah biologis nya, Gao?


__ADS_2