
"Itu terjadi tanpa keingin ku dan sekarang aku akan melakukan nya untuk anda, jadi tenang saja." Alexsa mengambil jubah besar nya berwarna putih dengan hisan permata di sekitar tangan nya.
Ahn hanya menganguk karena dia tidak bisa menolak jika itu sudah rencana dari Alexsa sendiri."
Mereka jalan keluar dari hotel, banyak mata yang memandangi Alexsa dengan pakaian mewah nya, dan Ahn berjalan di samping nya. Mereka seperti pasangan dalam majalah.
Ahn dan Alexsa berkendara hingga mereka sampai di gedung putih, tempat rapat itu terjadi."
"Apa yakin akan memakai pakaian ini?" Ahn membali mengulangi pertanyaan
nya saat memasuki gedung itu.
"Pak, ini akan saya gunakan sebagai rencana B dan rekaman kemaren adalah rencana C. Bagaimana pun juga rencana kita harus berhasil." Alexsa berbicara sambil berjalan dengan Ahn."
Saat memasuki ruangan, semua pengusaha besar di ruangan itu menatap mereka. Entah karena Alexsa yang terlalu mewah atau karena Ahn terlihat lebih."
Saat duduk duduk di meja yang di sediakan banyak pengusaha menatap ke arah Alexsa, polesan makeup yang indah menambah kecantikan yang ada pada diri Alexsa."
Dua meja disiapkan di sisi kiri dan kanan layar utama yang akan di gunakan sebagai media dalam menerangkan proyek mereka."
Disisi kiri Helan dan Gao sudah duduk dari tadi dan penampilan mereka tampak tenang, Helen seperti biasa dengan pakaian ketat dan sarung tangan hingga siku membuat nya seperti wanita berkelas yang arogan."
Disisi kanan, Ahn dan Alexsa mengenakan pakaian putih, namun didalam jubah yang di kenakan Alexsa ada baju haram berwarna hitam."
"Baik tuan dan nyonya semua, rapat dalam pemilihan saham ini akan dilakukan dengan pemungutan suara. Masing-masing pihak akan menjelaskan bagaimana rancangan mereka dengan bantuan infokus di hadapan saya.
__ADS_1
"Dan setelah kedua pihak selesai hasil akan di tentukan melalui kertas siapa yang paling banyak dalam box yang telah di sediakan." Penyelenggaraan itu menjelaskan bagaimana cara melakukan rapat ini dan semua yang ada di ruangan itu menganguk."
"Dengan undian koin, silakan perwakilan dari kedua pihak maju memilih siapa yang akan persentasi terlebih dahulu." Penyelenggaraan itu mengeluarkan sebuah koin perunggu tua dan meletakkan nya di depan tangan nya."
Alexsa dan Helen maju untuk melihat siapa yang akan memulai deluan, warna pakaian dan gaya busana antara mereka berdua terlihat sangat kontras, Helen dengan gaun ketat merah maron sedangkan Alexsa dengan jubah putih seperti ratu."
"Koin diperlihatkan, Helen memilih gambar yang ada di atas nya dan Alexsa memilih yang ada di bawahnya."
"Koin itu dilempar di atas, beberapa kali koin berputar dan mendarat lagi di tangan sih penyelenggaraan. Mereka berdua melihat dan Helen langsung tersenyum, "Gao akan memulai nya!" Pengacara itu mengangkat koin keatas kepala nya."
Alexsa dan Helen kembali ketempat mereka, tuan Gao maju kedepan dan menjelaskan bagaimana proyek nya akan di bangun dan di rancang." Serta tuan Gao memegang secarik kertas yang merupakan salian dari proposal nya yang asli."
Alexsa menyadari kalau proposal tuan Gao sama persis dengan proposal Ahn yang hilang ." Pak, anda tidak menyadari sesuatu?"
Alexsa membisikkan sesuatu kepada Ahn."
"Apa kau yakin?" Ahn berbicara dengan suara kecil ke arah Alexsa.
"Tentu saja pak, saya sudah membaca proposal itu lebih dari 5 kali dan isinya sama persis. Bapak lihat saja, jika kalimat terakhir pria itu mengatakan 'proyek saya akan sukses dengan bantuan anda' maka tidak salah lagi itu adalah proyek kita yang telah hilang."
Ahn dan Alexsa menunggu sampai yang ke akhir kalimat dan benar saja Gao mengatakan kalimat itu, Alexsa dan Ahn langsung menaru curiga kalau memang tuan Gao lah yang telah mengambil proposal mereka.
Semua bertepuk tangan saat tuan Gao selesai berbicara, Alexsa dan Ahn hanya menatap mereka dengan pandangan datar.
"Selanjutnya dari pihak tuan Ahn, silakan perwakilan maju untuk menyampaikan rancangan nya." Penyelenggaraan itu mempersilahkan pihak Ahn maju."
__ADS_1
Alexsa berdiri dan menyampaikan ketidak setujuan nya.
"Maaf sebelum nya, saya dan tuan Ahn ingin menyampaikan kalau isi pengajuan saya dan tuan Gao sama persis. Sebelumnya proposal saya hilang saat saya sampai di bandara kota ini, dan mungikin saja seseorang telah mencuri nya atau membuat dulplikat nya." Kata-kata Alexsa serentak membuat semua orang di ruangan itu bergerumuh membicarakan hal itu."
"Maksud anda apa, apakah anda menuduh kalau suami saya meniru dan mencuri proposal anda?" Helen langsung menyela karena tidak setuju."
"Saya tidak menuduh siapa pun disini, saya hanya mengatakan kalau proposal saya hilang dan isi nya sama persis dengan yang anda miliki. Bahkan proposal itu sudah saya hafal sebelum saya sampai dikota ini jadi tidak mungkin kalau saya salah." Perkataan Alexsa membuat Helen tidak bisa menyembunyikan wajah panik nya."
Sih penyelenggaraan langsung memecah suara kerumunan itu dengan ketukan meja."
"Tenang semua, nona Alexsa jika memang isi proposal anda sama persis dengan yang tuan Gao sampai kan berikan buktinya." Penyelenggaraan itu seperti nya memihak kepada Helen."
Gao langsung menatap Ahn dengan pandangan aneh serta senyuman licik di wajah nya. Ahn sudah tahu dari ekpresi wajah Gao kalau memang dia lah yang mengambil proposal mereka."
"Baik, saya akan membuktikan kalau proposal itu milik saya." Saya akan menjelaskan proposal saya tanpa teks tertulis seperti tuan Gao lakukan." Itu akan menjadi bukti kalau saya benar." Alexsa memulai rencana awalnya untuk menumbangkan Gao dan Helen."
Semua orang memungu Alexsa untuk naik keatas mimbar menjelaskan, Alexsa tersenyum dan menundukkan kepalanya.
Akhirnya rencana Alexsa di mulai, ia menjelaskan bagaimana proyek nya dan proyek Ahn akan terjadi tanpa menggunakan teks untuk membantu, bahasa dan suara Alexsa yang lembut namun tegas dalam setiap pengucapan membuat semua audiens disana memperhatikan Alexsa dengan serius.
Dan di akhir kata pun Alexsa menyematkan kata-kata yang sama dengan yang di sampaikan Gao."
Setelah menyampaikan mengenai proposal nya Alexsa kembali kepada Ahn dan Ahn menyambut nya dengan salaman formal pada umum nya."
"Baik, ajuan dari kedua pihak sudah kita dengar bersama. Memang dalam kata dan tujuan proyek mereka sama namun nyonya Alexsa terlihat lebih yakin dengan proyek nya karena dia sudah memikirkan nya dari jauh hari." Sanjungan dari penyelenggaraan itu membuat Helen kesal, dan wajah nya lansung berubah serius."
__ADS_1
"Sampai ke saat akhir, para tuan-tuan semua silakan memikirkan kelompok mana yang wajib menerima saham ini. Kami berikan anda waktu untuk mengumpulkan suara selama 10 menit."
Penyelenggaraan itu turun dari mimbar dan semua pengusaha yang menyaksikan langsung menulis siapa pilihan mereka pada selembar kertas yang sudah di sediakan."